Topik: Gunung Parung Sepaku Jadi Primadona Wisata Alam Baru di Kawasan Inti IKN
Durasi Baca: 5 Menit
Balikpapan TV - Hai Ces! Gunung Parung di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, kini makin sering muncul di media sosial. Bukan cuma karena lokasinya berada di kawasan inti IKN, tapi juga karena panorama alamnya masih hijau, segar, dan kadada kesan wisata buatan yang terlalu ramai. Tempat ini perlahan jadi incaran pendaki lokal sampai luar daerah yang penasaran dengan puncak tertinggi di kawasan inti Ibu Kota Nusantara.
Nah, sebelum ikam kepikiran langsung gas mendaki ke sana, baca dulu sampai habis nah. Ada aturan baru soal pendakian, jumlah pengunjung, sampai alasan kenapa Gunung Parung sekarang mulai dilirik sebagai wisata alam unggulan di Penajam Paser Utara, Cess!
Baca Juga: Pantai Panrita Lopi, Ruang Santai Pasir Putih di Pulau Pangempang Muara Badak
Kenapa Gunung Parung di Sepaku Ramai Dibicarakan Pendaki?
Gunung Parung punya daya tarik yang kada bisa dianggap biasa pang. Dengan ketinggian sekitar 678 meter di atas permukaan laut, kawasan ini dikenal sebagai titik tertinggi di kawasan inti IKN. Itu yang bikin banyak pendaki penasaran merasakan suasana alam yang masih alami di tengah pembangunan ibu kota baru.
Pemandangan di sekitar jalur pendakian masih didominasi pepohonan hijau dan udara segar. Kadada hiruk-pikuk kendaraan, kadada suasana kota yang sumpek. Banyak pengunjung datang karena ingin menikmati suasana tenang sambil melihat bentang alam Sepaku dari ketinggian.
Belum lagi keberadaan Goa Love yang sekarang jadi salah satu spot favorit wisatawan. Nama tempat ini makin sering wara-wiri di media sosial. Dari situ, popularitas Gunung Parung terus naik dalam beberapa waktu terakhir.
Apa yang Membuat Jalur Pendakian Gunung Parung Menantang?
Pendakian ke Gunung Parung ternyata kada sekadar jalan santai menikmati pemandangan. Ada beberapa area curam yang perlu perhatian ekstra selama perjalanan menuju puncak.
Karena itu, seluruh pendaki diwajibkan menggunakan jasa guide atau pemandu wisata. Aturan ini diterapkan demi menjaga keselamatan pengunjung selama berada di jalur pendakian.
Ketua Kelompok Sadar Wisata Kecamatan Sepaku, Baharuddin, menjelaskan bahwa pendampingan guide sudah menjadi bagian penting dalam pengelolaan wisata di Gunung Parung.
“Seluruh pendaki wajib didampingi guide demi keamanan dan keselamatan selama perjalanan menuju puncak,” ujar Baharuddin.
Jumlah guide yang disiapkan juga kada sedikit. Ada lebih dari 20 pemandu wisata yang dijadwalkan bergantian mendampingi pengunjung setiap harinya.
Baca Juga: Gong Pew River, Sungai Jernih di Tabang yang Jadi Pilihan Wisata Alam Warga Kutai Kartanegara
Bagaimana Pengelolaan Wisata Gunung Parung Saat Ini?
Meski sudah lama dikenal masyarakat, pengelolaan resmi Gunung Parung ternyata baru memiliki surat keputusan pada tahun 2024. Setelah itu, jumlah wisatawan mulai meningkat cukup cepat.
Menurut Baharuddin, keberadaan pengelolaan resmi membuat aktivitas wisata menjadi lebih tertata. Mulai dari pengaturan pendaki, pendampingan guide, sampai pembatasan jumlah pengunjung dilakukan agar kawasan tetap aman dan terjaga.
“Gunung Parung sudah cukup lama dikenal masyarakat, tetapi pengelolaan resminya baru memiliki SK pada tahun 2024. Setelah itu kunjungan wisatawan terus meningkat,” jelasnya.
Langkah ini juga jadi cara menjaga kawasan wisata alam tetap nyaman untuk jangka panjang. Kada asal ramai, tapi tetap diperhatikan kondisi lingkungannya.
Kenapa Jumlah Pendaki Gunung Parung Dibatasi?
Kuota pendaki di Gunung Parung dibatasi maksimal sekitar 150 orang per hari. Kebijakan ini dibuat bukan tanpa alasan pang.
Area puncak yang cukup curam menjadi salah satu pertimbangan utama. Selain faktor keselamatan, pembatasan juga dilakukan supaya kondisi alam di kawasan Gunung Parung kada cepat rusak akibat lonjakan pengunjung.
“Kuota pendaki kami batasi sekitar 150 orang per hari karena area puncak cukup curam dan kami juga ingin menjaga kelestarian alam di Gunung Parung,” terang Baharuddin.
Langkah seperti ini mulai dianggap penting di banyak wisata alam. Ramai pengunjung memang bagus untuk pariwisata, tapi kalau kada diatur, lingkungan bisa cepat berubah dan kehilangan daya tarik aslinya.
Apa Harapan untuk Gunung Parung di Kawasan Penyangga IKN?
Gunung Parung sekarang mulai dipandang sebagai salah satu wajah wisata alam baru di kawasan penyangga IKN. Potensinya cukup kuat karena menawarkan pengalaman alam yang masih terasa alami di tengah perkembangan kawasan ibu kota baru.
Keberadaan wisata seperti ini juga membuka ruang bagi masyarakat sekitar untuk ikut terlibat dalam aktivitas pariwisata. Mulai dari pemandu wisata sampai pengelolaan kawasan dilakukan secara terorganisir.
Beberapa hal yang sekarang jadi perhatian pengelola antara lain:
1. Keselamatan pendaki selama perjalanan menuju puncak
2. Kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Parung
3. Pengaturan jumlah wisatawan setiap hari
4. Penguatan wisata alam di Kabupaten Penajam Paser Utara
Gunung Parung pun perlahan kada cuma dikenal sebagai lokasi pendakian. Tapi juga simbol wisata alam baru yang tumbuh di sekitar IKN.
Poin Penting:
- Gunung Parung berada di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara.
- Ketinggiannya sekitar 678 mdpl dan menjadi titik tertinggi di kawasan inti IKN.
- Goa Love menjadi salah satu spot favorit pengunjung.
- Pendaki wajib didampingi guide demi keselamatan perjalanan.
- Kuota pendaki dibatasi maksimal 150 orang per hari.
- Pengelolaan resmi Gunung Parung baru memiliki SK pada tahun 2024.
Insight: Wisata alam di sekitar IKN ternyata kada melulu soal proyek besar dan pembangunan kota modern. Gunung Parung memperlihatkan bahwa kawasan hijau masih punya daya tarik kuat untuk pendatang maupun warga lokal. Pembatasan pendaki justru jadi langkah penting supaya tempat ini kada cepat rusak karena tren media sosial. Di Balikpapan dan sekitarnya, wisata yang dijaga serius biasanya bertahan lama pang. Jadi, pengelolaan rapi dan keselamatan pengunjung memang wajib jalan beriringan.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham wisata alam di sekitar IKN ternyata punya pesona yang kada main-main, Cess!
Biar kada ketinggalan cerita wisata seru sekitar IKN, pantau terus info terbaru hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ:
- Di mana lokasi Gunung Parung berada?
Gunung Parung berada di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. - Berapa ketinggian Gunung Parung?
Gunung Parung memiliki ketinggian sekitar 678 meter di atas permukaan laut. - Apakah pendaki wajib menggunakan guide?
Iya, seluruh pendaki diwajibkan didampingi guide demi keamanan selama perjalanan menuju puncak. - Berapa jumlah maksimal pendaki per hari di Gunung Parung?
Kuota pendaki dibatasi sekitar 150 orang per hari untuk menjaga keselamatan dan kelestarian kawasan.
Editor : Arya Kusuma