Ikhtisar: Pemkab Paser menyiapkan revitalisasi Kandilo Plaza bersama Kemendag untuk menghidupkan kembali pusat belanja utama dan ekonomi kerakyatan.
Balikpapan TV - Hai Cess! Pemerintah Kabupaten Paser mulai mengambil langkah konkret untuk menghidupkan kembali Kandilo Plaza, pusat perniagaan yang selama ini jadi tumpuan warga Bumi Daya Taka. Menurunnya daya tarik dan angka kunjungan dalam beberapa tahun terakhir mendorong Pemkab Paser menggandeng Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Revitalisasi dipilih sebagai strategi membangun iklim investasi sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis lokal.
Upaya ini bukan sekadar pembenahan fisik. Ada arah besar yang sedang disiapkan, dari penataan ulang fasilitas hingga peningkatan kapasitas pedagang. Nah, biar paham gambaran besarnya dan kenapa Kandilo Plaza masih punya masa depan cerah, simak terus ulasan berikut sampai akhir Cess!
Mengapa Pemkab Paser memilih jalur revitalisasi Kandilo Plaza?
Revitalisasi dipilih karena Kandilo Plaza masih menyimpan potensi ekonomi yang besar bagi Kabupaten Paser. Hal ini disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Paser, Adi Maulana, usai kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan pada 23 Januari 2026. Menurutnya, pembenahan plaza menjadi pintu masuk untuk menghidupkan kembali investasi dan kemitraan usaha.
“Kami melihat ada potensi besar dalam pengembangan Kandilo Plaza. Revitalisasi fasilitas pusat perniagaan itu diharapkan mampu mengundang investor untuk bermitra dan berinvestasi di Kabupaten Paser,” kata Adi Maulana, Senin (26/1).
Langkah ini juga sejalan dengan kebutuhan daerah menjaga denyut ekonomi kerakyatan. Kandilo Plaza bukan sekadar bangunan, tetapi ruang temu aktivitas jual beli masyarakat lokal. Pahamlah ikam, kalau pusat ini hidup, efeknya menjalar ke banyak sektor pendukung, nah’ itu sudah…!
Baca Juga: Langkah-langkah Menentukan Jurusan Kuliah yang Tepat Berdasarakan Minat dan Bakat
Apa saja faktor yang membuat performa Kandilo Plaza menurun?
Penurunan performa Kandilo Plaza tidak terjadi tiba-tiba. Berdasarkan investigasi pihak pengelola, persaingan ketat dengan platform belanja daring menjadi salah satu faktor utama. Perubahan pola belanja masyarakat membuat pusat perniagaan konvensional harus bekerja lebih keras agar tetap relevan.
Selain itu, ragam produk yang tersedia dinilai masih terbatas. Kondisi ini membuat pengalaman belanja kurang variatif bagi pengunjung. Ditambah lagi, penataan etalase pedagang belum mencerminkan tren kekinian. Visual yang kurang modern ikut memengaruhi minat kunjungan, terutama bagi generasi muda.
Situasi tersebut menjadi catatan penting bagi Pemkab Paser. Revitalisasi diarahkan untuk menjawab tantangan ini tanpa menghilangkan karakter lokal Kandilo Plaza. Ya’kalo melihat konteksnya, tantangan ini realistis dan butuh kerja bareng semua pihak, pahamlah ikam…!
Bagaimana peran Disperindagkop dalam mendongkrak kunjungan?
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Paser telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kunjungan ke Kandilo Plaza. Kepala Disperindagkop Paser, Yusuf, menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut terus berjalan, meski hasilnya belum maksimal.
Adi Maulana menambahkan, perlu kerja ekstra untuk mengedukasi pedagang terkait teknik pemasaran yang lebih efektif. Bukan hanya soal jualan, tetapi juga cara menata produk dan membaca kebutuhan pasar. Edukasi ini dipandang krusial agar pedagang bisa beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.
Selain edukasi, rencana rutin menggelar kegiatan atau event di area plaza juga disiapkan. Aktivitas ini diharapkan menciptakan suasana lebih hidup dan menarik minat masyarakat untuk datang. Kalau suasananya ramai dan variatif, kunjungan ikut terangkat, nah’ itu sudah…!
Mengapa Kandilo Plaza tetap vital bagi masyarakat Paser?
Meski menghadapi berbagai tantangan, Kandilo Plaza masih memegang posisi strategis sebagai satu-satunya pusat perbelanjaan utama di Kabupaten Paser. Plaza ini menjadi rujukan masyarakat untuk kebutuhan sandang hingga barang tersier yang sulit diperoleh di tempat lain.
Keunggulan lain terletak pada efisiensi biaya. Sebagian warga memang memilih berbelanja ke mal di Balikpapan, namun biaya transportasi yang tinggi membuat pilihan tersebut tidak selalu rasional. Kandilo Plaza hadir sebagai alternatif yang lebih terjangkau dan dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat lokal.
Dengan intervensi pemerintah pusat dan perbaikan manajemen internal, Pemkab Paser optimistis Kandilo Plaza bisa kembali kompetitif. Revitalisasi ini diharapkan menguatkan perannya sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah. Pahamlah ikam, pusat belanja ini masih punya napas panjang!
Insight: Revitalisasi Kandilo Plaza menunjukkan keseriusan Pemkab Paser menjaga ekonomi kerakyatan di tengah perubahan pola belanja. Kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan memberi arah baru yang lebih terstruktur, mulai dari pembenahan fasilitas hingga peningkatan kapasitas pedagang. Bagi masyarakat, upaya ini membuka harapan hadirnya pusat perniagaan yang relevan, efisien, dan tetap berpihak pada kebutuhan lokal.
Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arah pembangunan ekonomi Paser ke depan, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
Apa tujuan utama revitalisasi Kandilo Plaza?
Untuk membangkitkan kembali daya tarik plaza sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan dan iklim investasi di Kabupaten Paser.
Siapa saja pihak yang terlibat dalam rencana ini?
Pemkab Paser bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia serta perangkat daerah terkait.
Apakah Kandilo Plaza masih relevan bagi masyarakat Paser?
Masih, karena menjadi pusat belanja utama dengan biaya lebih efisien bagi warga lokal.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.