Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Ekowisata Mangrove Kampung Baru Penajam, Ruang Hijau yang Tetap Lestari dan Memikat

AdminBTV • Kamis, 11 Desember 2025 | 12:49 WIB

Jalur kayu Ekowisata Mangrove Kampung Baru dengan latar pohon bakau rindang, cocok untuk wisata alam dan edukasi.
Jalur kayu Ekowisata Mangrove Kampung Baru dengan latar pohon bakau rindang, cocok untuk wisata alam dan edukasi.

Balikpapan TV - Hai Cess! Ekowisata Mangrove Kampung Baru di Penajam kembali ramai disoroti karena pesona hutannya yang tetap lestari, jalur kayu panjang yang kini makin rapi, serta geliat revitalisasi yang membuat kawasan ini terasa hidup lagi. Tempat ini jadi ruang napas baru bagi warga pesisir yang ingin menikmati alam tanpa harus pergi jauh dari Balikpapan.

Satu hal yang bikin makin seru: kawasan mangrove ini bukan sekadar tempat jalan-jalan, tapi juga ruang belajar alam dengan suasana tenang dan udara laut yang segar Cess!

Kawasan Kampung Baru terasa dekat di hati masyarakat Penajam dan Balikpapan karena atmosfernya membumi, sederhana, tapi bernilai. Banyak orang datang hanya ingin merasakan hening, mendengar desir angin, atau sekadar memotret akar bakau yang menjulang. Sensasinya natural, tanpa polesan berlebihan. Kalau ikam penasaran kenapa tempat ini makin dilirik, baca terus sampai habis Cess!

Baca Juga: Ikuti Perubahan Kota Samarinda Lewat Wisata Modern hingga Budaya yang Tetap Kuat

Apa yang membuat Ekowisata Mangrove Kampung Baru Penajam punya daya pikat alami

Ekowisata Mangrove Kampung Baru dikenal sebagai kawasan hutan mangrove yang dikelola untuk wisata alam dan edukasi. Luasnya sekitar 60 hektar, cukup besar untuk menghadirkan pengalaman masuk ke dalam "dunia bakau" yang masih terjaga. Dari zaman awal pengembangan tahun 2016 hingga dibuka untuk umum sekitar 2017, tempat ini terus berkembang mengikuti kebutuhan pengunjung.

Daya pikat utamanya terletak pada atmosfer hutan bakau yang sejuk, rindang, dan menghadirkan warna hijau khas pesisir. Akar bakau yang panjang, beberapa bahkan dianggap sudah berumur tua, membuat kawasan ini terasa seperti museum alam terbuka.

Ditambah sapaan fauna seperti burung laut, kepiting, ikan kecil, bahkan monyet ekor panjang yang kadang muncul, seluruhnya memperkuat pengalaman “masuk hutan” tanpa perlu menempuh perjalanan jauh. Lokasinya juga strategis bagi masyarakat Balikpapan yang ingin “healing tipis-tipis” tanpa ribet Cess!

Bagaimana perkembangan fasilitas dan revitalisasi kawasan ini setelah bertahun-tahun berjalan

Perubahan paling terasa di Kampung Baru adalah peningkatan fasilitasnya. Jalur utamanya berupa jembatan kayu atau boardwalk, awalnya sekitar 400 meter, kini berkembang menjadi total rute sekitar 677,8 meter dengan rute kunjungan yang mencapai 800 meter. Rute ini memudahkan pengunjung berjalan santai sambil menikmati lingkungan mangrove dari jarak aman.

Tahun 2024, pemerintah daerah mengalokasikan sekitar Rp 2 miliar untuk revitalisasi besar, mulai dari perbaikan jalur, penataan fasilitas, hingga pembaruan area edukasi. Itu sudah, kawasan ini kini memiliki area parkir, MCK, dan papan informasi yang berguna untuk pelajar maupun wisatawan umum. Banyak yang bilang jembatan kayu yang rapi inilah yang membuat pengalaman berkeliling jadi lebih nyaman dan ramah bagi seluruh umur, apalagi kalau datang sore hari saat cahaya matahari menerobos sela daun bakau.Spesies apa saja yang bisa ditemui dan mengapa ekosistem ini penting bagi pesisir Penajam

Ekosistem mangrove di Kampung Baru dipenuhi berbagai jenis bakau seperti api-api, jambu laut, bakau hitam, dan perapat putih. Keberagaman ini menunjukkan lingkungan yang sehat dan tidak rusak. Akar panjang, batang besar, dan cabang bakau yang saling mengunci menciptakan benteng alami bagi daerah pesisir.

Mangrove punya peran besar dalam menahan abrasi dan erosi — hal yang sangat penting bagi kawasan pesisir Penajam. Selain itu, ekosistem ini jadi rumah bagi banyak spesies: burung laut, ikan-ikan kecil yang berlindung di akar bakau, kepiting, dan makhluk pesisir lainnya. Ada pula satwa seperti monyet ekor panjang atau bahkan bekantan yang kadang muncul. Kehadiran mereka jadi pertanda bahwa kawasan ini masih lestari. Pengunjung yang datang bukan hanya melihat keindahan, tapi juga belajar bagaimana mangrove bekerja menjaga daratan tetap utuh.

Mengapa masyarakat lokal ikut merasakan manfaat ekonomi dari ekowisata ini

Ekowisata tidak berdiri sendiri; ia bergerak bersama masyarakatnya. Di Kampung Baru, kehadiran wisata mangrove membuka peluang bagi warga sekitar untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Mulai dari usaha kecil, parkir, hingga produk olahan mangrove, semuanya memberi warna baru bagi ekonomi lokal.

Pemerintah daerah juga melihat tempat ini sebagai bagian dari upaya membangun citra Penajam sebagai daerah yang peduli alam dan berorientasi hijau. Dengan posisi PPU yang dekat dengan kawasan Ibu Kota Negara baru, keberadaan ekowisata ini juga dinilai strategis untuk menunjukkan identitas daerah yang ramah lingkungan. Banyak bubuhan di Penajam merasa bangga karena kampung mereka ikut menjadi ruang bagi wisata hijau yang edukatif.

Siapa yang cocok berkunjung dan kapan momen terbaik menikmati suasana mangrove ini

Ekowisata Mangrove Kampung Baru cocok untuk siapa pun yang butuh ketenangan. Banyak anak muda Balikpapan datang untuk mencari suasana “adem”, mengambil foto, atau sekadar menikmati udara laut. Pelajar dan mahasiswa juga sering menjadikan tempat ini sebagai lokasi penelitian maupun tugas lapangan.

Waktu terbaik berkunjung biasanya pagi atau sore, ketika sinar matahari tidak terlalu menyengat dan angin laut terasa lebih lembut. Buat ikam yang tinggal di Balikpapan, jaraknya tidak terlalu jauh; cukup 30–45 menit tergantung kondisi jalan. Tips kecil: gunakan alas kaki nyaman, bawa air minum, dan pastikan baterai ponsel penuh kalau ingin hunting foto Cess!

Ekowisata Mangrove Kampung Baru adalah ruang hijau yang terus hidup, memberikan manfaat lingkungan, edukasi, dan ekonomi sekaligus. Kawasan ini membuktikan bahwa wisata alam tidak harus mahal atau jauh—yang penting adalah rasa ingin tahu dan kepedulian menjaga lingkungan.

Kalau artikel ini membantu, bagikan ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham betapa berharganya hutan mangrove bagi masa depan pesisir kita.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' (Rafi)

 

FAQ

Adakah jam kunjungan tertentu untuk masuk ke Ekowisata Mangrove Kampung Baru?
Biasanya mengikuti jam operasional kawasan wisata daerah, mulai pagi hingga menjelang sore.

Apakah kawasan ini aman untuk anak-anak?
Aman, karena jalur kayu sudah rapi. Namun tetap perlu pengawasan orang dewasa.

Bisakah rombongan sekolah melakukan kegiatan edukasi di sini?
Bisa. Kawasan ini memang sering digunakan untuk edukasi ekosistem mangrove.

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Ekowisata Kalimantan Timur #Mangrove Kampung Baru #penajam paser utara