Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Gara-Gara Sapaan, Pria Ini Ngamuk Bawa Mandau! Nyaris Bunuh Pekerja Proyek IKN

Rizkiyan Akbar • Selasa, 9 Desember 2025 | 18:22 WIB

ilustrasi penganiayaan dengan mandau.
ilustrasi penganiayaan dengan mandau.

Balikpapan TV - Selasa, 9 Desember 2025, Hai Cess! Suasana Minggu pagi (7 Desember 2025) yang tadinya tenang di kawasan Hunian Pekerja proyek IKN Site 2 mendadak berubah mencekam ketika seorang pria tak dikenal mengamuk dan menghunus Mandau.

Insiden yang terjadi di Desa Bumi Harapan, Sepaku, PPU itu langsung menarik perhatian karena mengganggu keamanan para pekerja dan menimbulkan rasa takut di lokasi.

Apa yang sebenarnya memicu aksi brutal tersebut dan bagaimana respons aparat? Yuk, simak cerita lengkapnya sampai habis Cess!

Baca Juga: Temukan Ketenangan di SINTAK Fishing Area Sepaku, Destinasi Santai Favorit Warga IKN

Apa yang terjadi di kawasan Hunian Pekerja Proyek IKN Site 2?

Peristiwa bermula ketika IN dan rekan kerjanya yang berinisial W sedang memeriksa kondisi pompa GWT. Saat berada di lokasi, keduanya berpapasan dengan Yh yang membawa tas dan potongan rumput. IN lalu menyapa Yh dengan candaan ringan untuk mencairkan suasana.

IN melontarkan humor, “Wei kerja masa mau pulang kampung,” namun sapaan tersebut ditangkap berbeda oleh seorang pria tak dikenal yang kebetulan melintas. Pria itu langsung menaikkan suara dan berkata kasar, “Kenapa kamu anjing?” sehingga memicu ketegangan di lokasi yang semula tenang.

Pelaku menilai candaan IN sebagai penghinaan dan langsung menantang berkelahi. Ia menolak penjelasan bahwa tutur kata IN hanya bercanda antar teman. Meski IN berusaha menjelaskan maksud sapaan tersebut, pelaku tetap tidak percaya dan menuduh IN berbohong.

Situasi semakin memanas ketika pelaku kembali menantang berkelahi dan mendapat respons dari W. Tidak lama kemudian, pelaku berlari menuju mobilnya dan kembali membawa sebilah mandau.

Beberapa rekan mencoba menahannya, namun pelaku tetap memaksa dan terus mengancam. Petugas keamanan yang berinisial MR juga berusaha meredam situasi, tetapi tidak berhasil menghentikan pelaku yang telah kehilangan kontrol.

Pelaku sempat mengarahkan mandau ke arah W, namun W berhasil menghindar sehingga tidak terjadi luka. Meski gagal melukai korban, tindakan pelaku menambah rasa takut di antara para pekerja yang menyaksikan kejadian tersebut.

Setelah itu, pelaku menendang sepeda motor milik rekan korban berinisial Ft hingga lampu depannya pecah. Ia turut melontarkan ujaran rasis dan ancaman yang mengejutkan pekerja di sekitar.

Ucapan seperti “mandau mau mandi darah” menegaskan kondisi pelaku yang sangat emosional dan meninggalkan rasa takut bagi para saksi.

Usai melakukan aksinya, pelaku pergi meninggalkan lokasi dalam kondisi kacau. Para pekerja yang terdampak kemudian berusaha memulihkan situasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Bagaimana respons pihak kepolisian terhadap laporan kejadian ini?

IN melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sepaku sekitar pukul 10.00 Wita dengan nomor laporan TBL 135 XII 2025 Sek Sepaku.

Laporan tersebut memuat dugaan pengerusakan dan ancaman dengan senjata tajam. Aparat langsung melakukan pengecekan awal dan membuka penyelidikan lebih lanjut.

Hingga kini, identitas pelaku masih dalam tahap lidik. Polisi berupaya mengumpulkan saksi dan bukti guna memastikan tindak kriminal ini dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, polisi kini juga tengah memburu pelaku demi memastikan keamanan para pekerja.

Kecenderungan pelaku yang mudah tersulut emosi memperlihatkan adanya faktor pribadi yang tidak dapat dijelaskan secara langsung dari kejadian. Namun yang jelas, eskalasi terjadi begitu cepat hingga para pekerja di lokasi merasa terancam dan situasi sulit dikendalikan Cess.

Yuk, bagikan artikel ini ke bubuhanmu, Cess! Supaya makin banyak orang yang paham dan waspada.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, Bukan Sekadar Info Biasa!

 

FAQ

1. Apa itu Mandau yang digunakan pelaku?

Mandau merupakan senjata tradisional yang memiliki bilah tajam dan sering diasosiasikan dengan budaya lokal, namun penggunaannya dalam konteks kekerasan sangat berbahaya dan melanggar hukum.

2. Apakah ada korban luka dalam kejadian ini?

Tidak ada luka fisik karena korban berhasil menghindar, namun kerusakan properti dan ancaman serius tetap terjadi.

3. Apa langkah polisi selanjutnya?

Polisi melakukan penyelidikan, mencari identitas pelaku, memeriksa saksi, dan mengumpulkan bukti untuk proses hukum.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia Redaksi. Teknologi AI digunakan semata mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#pria #ngamuk #IKN #sepaku #pekerja proyek