Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Intip Pendekatan Baru Bupati PPU Mudyat Noor! Program CINTA Jadi Harapan Baru Demi Generasi Sehat

Arya Kusuma • Jumat, 5 Desember 2025 | 15:01 WIB

Bupati PPU audiensi dengan BKKBN membahas Program CINTA, fokus pada edukasi keluarga dan pencegahan stunting
Bupati PPU audiensi dengan BKKBN membahas Program CINTA, fokus pada edukasi keluarga dan pencegahan stunting

Balikpapan TV - Jumat, 05 Desember 2025, Hai Cess! Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) lagi tancap gas memperkuat langkah besar mereka dalam percepatan penurunan stunting, Cess. Di Jakarta, Rabu (03/12/2025), Bupati PPU Mudyat Noor bertemu langsung dengan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, demi membahas strategi baru dan penguatan implementasi Program Cegah Stunting Ibu Anak Tangguh Aktif (CINTA).

Pertemuan yang padat makna ini jadi momentum penting buat masa depan keluarga di PPU. Program CINTA siap meluncur penuh tahun 2026 sebagai salah satu motor penggerak membentuk generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas. Baca sampai habis Cess!

Apa fokus utama program CINTA dalam mencegah stunting di PPU

Program CINTA yang dibawa Bupati Mudyat Noor bukan sekadar program seremonial tahunan. Program ini langsung nembak ke akar persoalan: meningkatkan pemahaman keluarga—terutama keluarga berisiko—tentang gizi seimbang, kesehatan ibu hamil, remaja, balita, sampai pola pengasuhan harian yang menjadi fondasi tumbuh kembang optimal.

Langkah ini dipilih karena banyak kasus stunting berawal dari kurangnya pengetahuan dasar dalam keluarga, termasuk soal asupan nutrisi dan pola perawatan anak.

Dalam audiensi di Jakarta, Mudyat Noor menjelaskan bahwa CINTA tidak berdiri sebagai intervensi medis semata. Program ini lebih mirip paket lengkap yang menempatkan ibu, anak, dan remaja sebagai pilar penggerak.

“Program CINTA bukan hanya intervensi kesehatan, tetapi pendampingan menyeluruh agar ibu dan keluarga mampu berperan aktif dalam pencegahan stunting sejak dini,” ujarnya. Pendampingan ini dijalankan secara terarah, bertahap, dan dipandu tenaga lapangan sehingga keluarga bisa menciptakan lingkungan sehat, aman, dan penuh dukungan untuk tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Pertemuan Penting Bupati PPU dan Menteri PKP, Perjuangan Rumah Layak Merata dalam Forum Nasional

Bagaimana sinergi Pemkab PPU dan BKKBN memperkuat langkah percepatan

Pertemuan Bupati dengan Wamen BKKBN bukan sekadar agenda rutin pejabat, tetapi forum strategis untuk menyatukan arah kebijakan penguatan pembangunan keluarga di PPU. Di hadapan BKKBN, Mudyat menegaskan bahwa program CINTA membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah pusat yang memiliki instrumen regulasi dan pendampingan teknis. Baginya, percepatan penurunan stunting butuh orkestrasi yang rapi supaya setiap intervensi berjalan konsisten.

“Dengan dukungan pemerintah pusat, kami yakin program ini akan menjadi instrumen penting dalam menciptakan keluarga berkualitas serta menekan angka stunting di PPU,” tegas Mudyat. BKKBN dalam hal ini menjadi mitra kunci, yang tidak hanya memberikan supervisi kebijakan, tetapi juga memastikan data stunting dan indikator kesejahteraan keluarga tertata, akurat, serta mudah dievaluasi. Bagi PPU, sinergi ini menjadi modal kuat untuk hasil yang lebih terukur.

Mengapa remaja perempuan ditempatkan sebagai pilar dalam program ini

Remaja perempuan menjadi perhatian utama dalam Program CINTA karena mereka adalah calon ibu masa depan, Cess. Dalam banyak kasus, risiko stunting bermula dari minimnya pengetahuan remaja perempuan tentang kesehatan reproduksi, gizi, dan kesiapan menjadi orang tua. Menjawab hal itu, pendekatan edukatif dalam program dirancang bukan hanya menyasar ibu hamil dan balita, tetapi juga remaja.

Mudyat Noor menjelaskan bahwa fokus ini ditujukan untuk mencegah pernikahan dini, kekurangan gizi pada perempuan usia produktif, hingga risiko tingginya angka kematian ibu dan anak.

“Penempatan ibu dan anak, terutama remaja perempuan, sebagai pilar utama merupakan kunci dalam pencegahan masalah keluarga,” ungkapnya. Pendekatan ini sekaligus memastikan bahwa generasi muda PPU tumbuh lebih berdaya, produktif, dan siap membangun keluarga berkualitas di masa depan.

Apa Peran Remaja dalam Program CINTA di PPU
Apa Peran Remaja dalam Program CINTA di PPU

Bagaimana pendekatan holistik dan integratif diterapkan dalam program CINTA

Program CINTA menggunakan konsep holistik, artinya intervensi tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kondisi sosial, mental, dan dinamika keluarga. Pendekatan ini menggabungkan edukasi, pendampingan, pembinaan karakter, hingga penguatan hubungan keluarga. Dengan kata lain, program ini menempatkan keluarga sebagai ekosistem utuh yang harus diperkuat dari berbagai sisi.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa keberhasilan program pencegahan stunting tidak bergantung pada layanan kesehatan saja. “Keberhasilan program ini sangat bergantung pada pola komunikasi yang baik, penguatan karakter, serta hubungan keluarga yang harmonis,” ucapnya. Cess, poin ini penting sekali karena pertumbuhan anak dipengaruhi oleh interaksi sehari-hari dalam keluarga. Tanpa komunikasi efektif, sulit menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal.

Apa harapan jangka panjang PPU setelah implementasi program CINTA

Dengan program yang terpadu, pemerintah berharap tercipta generasi masa depan yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas. Dalam beberapa pernyataannya, Mudyat Noor terlihat sangat optimis dan percaya diri bahwa kolaborasi PPU dan BKKBN akan membawa hasil signifikan. Ia ingin memastikan setiap anak di PPU memiliki kesempatan tumbuh sesuai potensinya, tanpa hambatan kekurangan gizi atau keterbatasan edukasi dalam keluarga.

“Dengan kerja sama yang kuat, kami optimistis PPU dapat menjadi daerah dengan keluarga yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting,” tutupnya. Optimisme ini bukan sekadar janji, karena PPU telah membangun fondasi sistem penguatan keluarga sejak beberapa tahun terakhir.

Program CINTA hadir sebagai penguat terakhir sebelum seluruh strategi dijalankan lebih massif tahun 2026 mendatang. Tinggal bagaimana masyarakat berperan aktif, saling peduli, dan saling menguatkan, Cess.

Artikel ini menyajikan gambaran lengkap tentang bagaimana Pemkab PPU mempercepat penanganan stunting lewat Program CINTA yang fokus pada keluarga, edukasi, dan pendampingan terpadu. Langkah strategis ini diharapkan mampu menghadirkan generasi masa depan yang lebih sehat serta keluarga yang lebih kuat dan harmonis.

Kalau menurut ikam informasi ini penting, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya lebih banyak yang paham dan ikut berperan, Cess.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

Apa manfaat utama Program CINTA bagi keluarga di PPU
Program ini membantu keluarga memahami gizi, kesehatan ibu-anak, dan pola pengasuhan, sehingga mampu mencegah stunting sejak dini.

Kapan program CINTA mulai berjalan secara penuh
Pemerintah menargetkan implementasi menyeluruh pada tahun 2026 dengan dukungan BKKBN.

Siapa saja sasaran program CINTA
Ibu hamil, balita, remaja perempuan, dan keluarga berisiko stunting menjadi sasaran utama.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Editor : Arya Kusuma
#Mudyat Noor #Program CINTA #BKKBN #pencegahan stunting #penajam paser utara