Balikpapan TV - Hai Cess! Revitalisasi Tugu Burung Tiung di kawasan Telaga Ungu atau Gentung Temiang, Kecamatan Tanah Grogot, resmi dimulai.
Pemerintah Kabupaten Paser mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2025 sebesar Rp100 juta untuk perbaikan tugu dan Rp300 juta untuk pengembangan fasilitas sekitarnya.
Kalau kamu pengen tahu seperti apa wajah baru kawasan ini, perubahan apa saja yang dilakukan, dan kenapa revitalisasi ini penting untuk warga, yuk lanjut baca artikel ini sampai habis, Cess!
Apa Saja yang Direvitalisasi di Tugu Burung Tiung?
Revitalisasi berfokus pada perbaikan struktur tugu, penataan kawasan taman, serta peningkatan fasilitas ruang publik. Perubahan ini diarahkan agar kawasan Telaga Ungu lebih fungsional dan nyaman dikunjungi masyarakat sepanjang hari.
Selain pembaruan visual, area sekitar tugu juga dikembangkan agar pengunjung bisa menikmati ruang hijau yang tertata rapi tanpa kehilangan ciri khas ikon daerah yang sudah melekat sejak lama.
Baca Juga: Beasiswa Natal 2025 Senilai Rp10 Miliar Dibuka! Cek Syarat dan Cara Daftarnya Sekarang
Kenapa Pemerintah Mengalokasikan Anggaran Revitalisasi Ini?
Alokasi anggaran melalui APBD Perubahan 2025 ditetapkan untuk menghidupkan kembali area tugu dan taman di sekitarnya. Pemerintah ingin memastikan ruang publik tetap terawat sekaligus menarik minat warga.
Menurut Disporapar Paser, anggaran tersebut diprioritaskan untuk penataan yang mendukung interaksi sosial dan kegiatan publik, sehingga kawasan ini benar-benar menjadi titik kumpul yang inklusif.
Fasilitas Apa yang Bakal Hadir untuk Warga?
Kabid Olahraga Disporapar Paser, Abdhy Fermana, memastikan revitalisasi tidak hanya soal mempercantik tugu. Ia menyampaikan rencana lengkap fasilitas penunjang untuk aktivitas publik.
“Selain perbaikan tugu, kawasan ini juga mendapat penataan taman, penambahan fasilitas fitnes outdoor, lapangan basket 3x3, serta berbagai sarana pendukung untuk menunjang aktivitas publik,” ujarnya, Selasa (2 Desember 2025).
Apakah Bentuk Tugu akan Diubah dalam Revitalisasi?
Bentuk dasarnya tetap dipertahankan. Revitalisasi tidak menyentuh identitas utama Tugu Burung Tiung karena Perda menetapkan burung tiung sebagai maskot resmi Kabupaten Paser.
Perubahan hanya dilakukan pada arah bangunan yang kini dibuat menghadap jalan. Langkah ini dipilih agar lebih mudah terlihat dan menghadirkan kesan visual yang lebih representatif bagi siapa pun yang melintas.
Bagaimana Rencana Pengembangan Kawasan ke Depannya?
Ke depan, pengembangan kawasan akan dilengkapi fasilitas olahraga yang lebih variatif. Salah satunya rencana pembangunan lapangan basket 3x3 di area sekitar tugu.
Fasilitas baru ini diharapkan menambah daya tarik kunjungan, baik untuk warga lokal maupun pengunjung luar daerah. Kawasan ini juga diproyeksikan menjadi ruang berkegiatan yang lebih hidup, terutama bagi generasi muda.
Revitalisasi Tugu Burung Tiung mencakup perbaikan struktur, penataan taman, peningkatan fasilitas publik, dan penambahan sarana olahraga. Pemerintah mempertahankan bentuk dasar tugu namun mengubah arah bangunannya agar lebih representatif.
Langkah ini membuka peluang agar kawasan Telaga Ungu semakin menjadi ruang publik yang nyaman dan diminati warga.
Kalau menurutmu informasi ini bermanfaat, yuk bagikan artikel ini ke teman-temanmu, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apakah bentuk Tugu Burung Tiung akan berubah total?
Tidak. Bentuk dasar tetap dipertahankan sesuai Perda. Yang berubah adalah arahnya yang kini menghadap jalan.
2. Fasilitas apa saja yang ditambahkan dalam kawasan revitalisasi?
Taman, fitnes outdoor, sarana publik, dan rencana lapangan basket 3x3.
3. Mengapa kawasan ini diprioritaskan untuk revitalisasi?
Agar ruang terbuka publik tetap optimal dan memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.