Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Harga Bahan Pokok PPU Akhir November 2025: Beras dan Ikan Turun, Minyak Naik Tajam!

Rizkiyan Akbar • Minggu, 30 November 2025 | 20:10 WIB

Seorang pedagang memperlihatkan kondisi stok bahan pangan di tokonya di Penajam, Minggu (30 November 2025).
Seorang pedagang memperlihatkan kondisi stok bahan pangan di tokonya di Penajam, Minggu (30 November 2025).

Balikpapan TV - Hai Cess! Jelang akhir November 2025, harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bergerak naik-turun.

Dari data Disketapang per 28 November 2025, tampak jelas ada komoditas yang turun cukup lumayan seperti beras dan ikan, tapi di sisi lain minyak goreng kemasan justru melejit dan jadi perhatian utama.

Yuk lanjut baca, biar tetap update dan tidak ketinggalan info penting seputar harga bahan pokok di PPU, Cess!

Apa yang Membuat Harga Beras di PPU Mengalami Penurunan?

Harga beras di PPU tercatat menurun pada dua level sekaligus: medium dan premium. Turunnya cukup terasa dan memberi sedikit ruang napas bagi warga yang setiap hari bergantung pada komoditas ini.

Beras medium turun paling dalam hingga -8,78% atau sekitar Rp 1.279 menjadi Rp 13.288 per kilogram. Sementara itu, beras premium ikut melandai -2,47% atau turun Rp 390 menjadi Rp 15.400 per kilogram.

Baca Juga: PPU Genjot Inovasi SKPD! Bupati Mudyat Tekankan Efisiensi dan Inovasi untuk Pembangunan PPU

Bagaimana Kondisi Harga Ikan di Akhir November Ini?

Sektor perikanan juga membawa kabar serupa. Harga beberapa jenis ikan mengalami penurunan tajam yang berdampak positif bagi rumah tangga yang biasa mengatur menu harian dengan variasi protein laut.

Ikan tongkol turun drastis -14,29% atau Rp 4.167 menjadi Rp 25.000 per kilogram. Ikan bandeng juga meluncur -8,23% atau Rp 2.600 menjadi Rp 29.000 per kilogram.

Komoditas Apa Saja yang Turut Menurun dan Bisa Membantu Daya Beli Warga?

Selain beras dan ikan, ada komoditas lain yang juga ikut turun dan membantu menahan tekanan pengeluaran harian warga PPU. Pola penurunan ini memberi ruang pada rumah tangga untuk mengatur ulang prioritas belanja.

Gula konsumsi terpantau turun -4,00% menjadi Rp 18.000 per kilogram, dan daging ayam ras turun -1,80% menjadi Rp 36.333 per kilogram.

Kenapa Minyak Goreng Kemasan Justru Naik Cukup Tinggi?

Di tengah tren penurunan ini, minyak goreng kemasan malah mencatat kenaikan yang lumayan terasa sehingga langsung jadi perbincangan warga. Kebutuhan esensial yang satu ini memang selalu sensitif.

Minyak goreng kemasan naik +6,98% atau Rp 1.500 per liter hingga mencapai Rp 23.000 per liter. Diikuti kenaikan minor pada tepung terigu curah (+2,56% menjadi Rp 10.000 per kg) dan ikan kembung (+2,66% menjadi Rp 45.000 per kg).

Apa Saran Para Pengamat untuk Mencegah Inflasi Mini di PPU?

Kenaikan satu komoditas pokok bisa memicu gejolak yang disebut pengamat sebagai "inflasi mini". Pemerintah daerah diminta waspada agar tidak terjadi efek domino.

"Tertunda untuk mengidentifikasi penyebab kenaikan harga minyak goreng ini, apakah karena faktor distribusi, stok, atau permintaan. Intervensi pasar yang mungkin diperlukan agar harga kembali stabil menjelang momen akhir tahun," ujar seorang pengamat ekonomi di PPU.

Kalau menurutmu informasi ini bermanfaat, yuk bagikan artikel ini ke teman-temanmu, Cess! Biar mereka juga tau update terbaru seputar harga bahan pokok di PPU.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apakah harga bahan pokok lain di PPU cenderung stabil?

Beberapa komoditas seperti daging sapi, telur ayam, dan beras SPHP terpantau stabil tanpa perubahan harga.

2. Mengapa minyak goreng lebih rentan mengalami kenaikan harga?

Minyak goreng merupakan kebutuhan harian dengan rantai distribusi yang panjang, sehingga perubahan kecil pada stok atau permintaan bisa berdampak signifikan.

3. Apakah pemerintah dapat melakukan operasi pasar?

Menurut pengamat ekonomi, intervensi pasar dapat dilakukan jika kenaikan harga terus berlanjut.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#ppu #penajam paser utara #ikan #beras #harga bahan pokok