Balikpapan TV - Hai Cess! Pembangunan Proyek program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), sempat terusik oleh serangkaian pencurian misterius yang bikin para pekerja waswas.
Dua orang pelaku beraksi diam-diam pada malam hari dan mengincar perlengkapan vital proyek. Setelah penyelidikan intensif, Satreskrim Polres PPU akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap keduanya: JH (41) dan SW (39), Senin (24 November 2025).
Penasaran apa saja barang bukti yang berhasil diamankan petugas? Yuk, baca artikel ini sampai habis, Cess!
Apa yang Sebenarnya Terjadi dalam Serangkaian Pencurian di Proyek MBG?
Serangkaian kehilangan ini bermula saat pekerja proyek MBG di Gunung Seteleng mendapati 5 rol kabel listrik lenyap pada Minggu (19 Oktober 2025). Kejadian itu membuat mereka terkejut, karena sebelumnya lokasi relatif aman.
Tak berhenti di situ, pencurian kedua terjadi pada Sabtu (15 November 2025) di proyek MBG Nipah–Nipah. Pelaku kembali mengambil 2 rol kabel listrik dan 2 lampu sorot, membuat total kerugian menembus Rp 7 juta.
Baca Juga: Putusan MK Batalkan HGU 190 Tahun Guncang IKN! Investor Terancam?
Bagaimana Polisi Berhasil Menemukan Titik Terang Kasus Ini?
Unit Tipidum Satreskrim Polres PPU langsung tancap gas. Pemeriksaan saksi, analisa TKP, hingga gelar perkara dilakukan secara berlapis. Dari rangkaian langkah itu, identitas pelaku mulai terlihat jelas.
Begitu bukti menguat, dua nama muncul yaitu berinisial JH dan SW, yang selama ini diduga memanfaatkan waktu dini hari dan kondisi lokasi yang sepi untuk beraksi.
Apa Kata Polisi soal Pengungkapan Kasus Ini?
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kasat Reskrim AKP Dian Kusnawan menegaskan bahwa pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan kepolisian mengamankan proyek strategis.
“Kedua tersangka, JH dan SW, telah kami amankan bersama seluruh barang bukti. Dalam pemeriksaan, keduanya mengakui telah melakukan pencurian di lima lokasi berbeda. Penyidik kini terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat,” tegasnya.
Apa Saja Barang Bukti yang Disita Polisi?
Sejumlah barang bukti yang diambil alih petugas memperkuat dugaan keterlibatan keduanya. Mulai dari senter kepala, gunting potong, cutter, obeng aneka tipe, kunci pas, hingga kabel utuh dan tembaga hasil kejahatan.
Barang-barang ini mengindikasikan aksi yang dilakukan secara terencana dan memanfaatkan celah keamanan pada malam hari.
Bagaimana Kelanjutan Proses Hukumnya?
Polisi menegaskan bahwa tindakan kriminal yang mengganggu stabilitas pembangunan tidak akan diberi ruang kompromi. Dalam proyek seperti MBG, gangguan kecil bisa berdampak ke banyak orang yang bergantung pada manfaat program tersebut.
“Kami menjamin proses hukum akan berjalan secara profesional dan tuntas. Setiap bentuk kejahatan yang merugikan masyarakat tidak akan diberi celah sedikit pun,” tutup AKP Dian Kusnawan.
Kini JH dan SW ditahan di Rutan Polres PPU, sementara penyidik terus mendalami potensi lokasi lain yang mungkin ikut menjadi korban aksi mereka.
Tips Bermanfaat untuk Warga: Cara Sederhana Mendukung Keamanan Proyek Publik
Meski bukan poin utama, ada beberapa hal kecil yang bisa dilakukan masyarakat agar pembangunan fasilitas penting tetap aman:
1. Laporkan hal mencurigakan di sekitar lokasi proyek malam hari.
2. Jaga jalur akses dengan memberi penerangan tambahan bila berada di dekat pemukiman.
3. Berikan info cepat bila menemukan alat-alat proyek yang seharusnya tidak berada di area pemukiman.
Jika menurutmu informasi ini bermanfaat, yuk bagikan artikel ini ke teman-temanmu, Cess! Biar mereka juga tahu update terbaru di PPU.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apa motif para pelaku melakukan pencurian di proyek MBG?
Berdasarkan pemeriksaan, para pelaku mengincar barang yang mudah dijual kembali seperti kabel dan lampu sorot.
2. Berapa total kerugian dari aksi pencurian ini?
Kerugiannya mencapai sekitar Rp 7 juta dari dua kejadian utama.
3. Apakah ada kemungkinan pelaku lain terlibat?
Penyidik masih mendalami kemungkinan TKP tambahan dan potensi pelaku lain.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.