Balikpapan TV - Hai Cess! Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menggelar kegiatan bakti sosial pembagian paket sembako dalam rangka HUT DWP ke-26 Tahun 2025.
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Penajam, pada Senin (10 November 2025), dengan total 50 paket yang diberikan kepada janda, anak yatim, lanjut usia, serta masyarakat yang membutuhkan.
Aksi ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus bentuk gotong royong yang terus dijaga antar masyarakat dan instansi di PPU. Yuk, lanjut baca sampai habis, biar ceritanya terasa utuh, Cess!
Apa Tujuan Bakti Sosial yang diselenggarakan DWP PPU Ini?
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda tahunan dalam memperingati Hari Ulang Tahun DWP.
DWP Kabupaten PPU memilih Kecamatan Penajam sebagai lokasi pembagian tahun ini karena jumlah paket yang tersedia lebih terbatas dari tahun sebelumnya.
Ketua DWP Kab. PPU, Riawati Khoiriah Tohar menyampaikan, “Tahun ini bakti sosial di pusatkan khusus di Kecamatan Penajam karena paket yang diberikan tidak terlalu banyak seperti tahun sebelumnya. Semoga tahun depan paket sembako ini lebih banyak lagi sehingga dapat diberikan ke kecamatan-kecamatan di Kab. PPU,” harapnya.
Baca Juga: DWP PPU Gelar Lomba Mewarnai untuk Anak TK di Kantor Bupati Penajam Paser Utara
Siapa Saja yang Menerima Bantuan Paket Sembako?
Paket sembako diberikan kepada kelompok masyarakat yang dianggap perlu mendapat perhatian lebih, seperti janda, anak yatim, warga lanjut usia, dan masyarakat kurang mampu. Semua penerima dipilih berdasarkan pendataan yang dilakukan secara langsung di wilayah kecamatan.
Riawati juga menambahkan, “Apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan menjadi amal ibadah bagi kami DWP Kab. PPU dan Kantor DP3AP2KB. Paket sembako yang diberikan jangan dilihat dari jumlah dan nilainya tapi kami ingin meringankan beban bagi para penerima paket sembako.”
Bagaimana Respons Pemerintah Kecamatan Penajam?
Sekretaris Camat Penajam, Peri Tangdirerung, mengapresiasi penuh kegiatan ini. Ia melihat aksi sosial ini membawa dampak baik bagi hubungan antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam upaya memperkuat rasa kebersamaan.
Peri menyampaikan, “DWP Kab. PPU dan Dinas P3AP2KB ikut ambil bagian di dalam memberikan bantuan dan diyakini bahwa ini akan berguna bagi kita semua bahwasanya dapat meringankan beban yang mungkin ada di kita,” tutupnya.
Mengapa Kegiatan Sosial Seperti Ini Penting Terus Dilakukan?
Di tengah dinamika ekonomi dan kebutuhan hidup yang terus bergerak, kegiatan berbagi seperti ini menjadi ruang untuk menguatkan satu sama lain. Bahkan satu paket sembako pun bisa memberi napas ringan bagi penerimanya.
Aksi sederhana ini sekaligus mengingatkan bahwa gotong royong masih hidup. Bahwa kepedulian tidak membutuhkan sorotan besar, tapi konsistensi. Semakin sering dilakukan, semakin kuat rasa saling menjaga di tengah masyarakat.
Tips Bermanfaat untuk Memperkuat Budaya Peduli Sesama
Tanpa keluar dari konteks acara, berikut beberapa kebiasaan kecil yang bisa kita terapkan sehari-hari:
1. Coba sebarkan informasi bantuan ke orang yang mungkin membutuhkan
2. Kenali tetangga sekitar, terutama yang hidup sendiri
3. Dukung kegiatan kemasyarakatan, meski hanya hadir
4. Berikan perhatian, tidak harus materi—kadang sekadar menyapa juga menghangatkan hati
Kegiatan bakti sosial DWP Kabupaten PPU ini sederhana namun sarat pesan kemanusiaan. Bahwa sebaik-baiknya hidup adalah yang memberi manfaat bagi sesama. Jadi, yuk sebarkan kabar baik ini biar semakin banyak yang terinspirasi untuk saling mendukung dan membantu, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apakah kegiatan pembagian sembako ini dilakukan setiap tahun?
Ya, kegiatan ini merupakan agenda rutin dalam rangka peringatan HUT DWP.
2. Apakah penerima paket sembako harus mendaftar terlebih dahulu?
Penerima ditentukan melalui pendataan langsung oleh pihak kecamatan dan DWP.
3. Apakah kegiatan ini akan dilakukan di kecamatan lain?
Riawati menyampaikan harapan agar jumlah paket meningkat tahun depan sehingga dapat diperluas ke kecamatan lain.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.