Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Dorong Ekonomi Hijau, Bupati PPU Resmikan Kampung Buah di Desa Sukaraja

Rizkiyan Akbar • Minggu, 9 November 2025 | 15:18 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Kegiatan penanaman dan pembagian bibit buah berlangsung di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Minggu (9 November 2025).

Acara tersebut turut dihadiri langsung oleh Bupati PPU Mudyat Noor, perwakilan Otorita IKN, anggota DPRD PPU dapil Sepaku, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Tujuannya jelas: mendukung penurunan emisi karbon sekaligus membentuk Kampung Buah sebagai model pemanfaatan lahan berkelanjutan di wilayah Sepaku menjelang pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

Yuk lanjut baca, kita kupas tuntas apa makna di balik gerakan hijau ini, Cess!

Kenapa Pembentukan Kampung Buah Dinilai Penting?

Pembentukan Kampung Buah ditekankan sebagai langkah untuk menciptakan manfaat ekonomi yang beriringan dengan kelestarian lingkungan. Kegiatan ini menjadi bentuk pemanfaatan lahan secara produktif tanpa mengorbankan keseimbangan alam.

Program ini juga menjadi penggerak agar masyarakat memiliki sumber pendapatan jangka panjang. Dengan merawat tanaman buah di pekarangan, nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga, terutama ketika tanaman mulai berproduksi.

Baca Juga: Bupati PPU Dorong Transparansi Keuangan Desa lewat Coretax DJP dan Siskeudes

Apa Pesan yang Disampaikan Bupati Mudyat Noor?

Bupati PPU, Mudyat Noor, berpose bersama sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga usai melakukan penanaman bibit buah di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Minggu (9 November 2025).
Bupati PPU, Mudyat Noor, berpose bersama sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga usai melakukan penanaman bibit buah di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Minggu (9 November 2025).

Dalam sambutannya, Bupati Mudyat Noor mengingatkan pentingnya pengelolaan lahan yang tepat. Menurutnya, lahan yang dimanfaatkan dengan baik akan memberi dampak positif, baik untuk lingkungan maupun penguatan ekonomi masyarakat.

Ia juga menyinggung rencana pembentukan pemerintahan daerah khusus (Pemdasus) seiring dengan pemindahan IKN pada tahun 2028.

“Pemanfaatan lahan harus dilakukan dengan baik agar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, sekaligus memperjelas status kepemilikan lahan untuk mencegah konflik sosial,” ujarnya.

Bagaimana Dukungan Pemerintah Desa dalam Program Ini?

Kepala Desa Sukaraja, Sugiyanto, menyampaikan bahwa pihak desa memperoleh anggaran sebesar Rp240 juta untuk pengadaan bibit. Jenis bibit yang disiapkan meliputi mangga, durian, lengkeng, dan jambu air.

Tujuan desa jelas: setiap rumah di Sukaraja diharapkan memiliki tanaman buah bernilai ekonomi. Hal ini diharapkan menciptakan identitas desa sekaligus menguatkan ketahanan ekonomi berbasis lingkungan.

Apa Rencana Pengembangan Lahan Percontohan di Desa?

Sugiyanto menambahkan adanya lahan percontohan (demplot) seluas 12.000 meter persegi yang diproyeksikan menjadi pusat pelatihan serta pengembangan pertanian terpadu. Lahan ini akan menjadi ruang belajar langsung bagi warga.

Ia berharap dukungan berkelanjutan dari pemda dan pihak terkait agar Desa Sukaraja benar-benar menjadi model Kampung Buah di Kabupaten Penajam Paser Utara.

gerakan penanaman bibit di Desa Sukaraja bukan sekadar agenda seremonial. Ada semangat membangun ekonomi hijau, menguatkan identitas lokal, serta menjaga harmoni sosial menjelang perubahan besar kawasan Sepaku.

Kalau menurutmu artikel ini bermanfaat, yuk bagikan ke teman-temanmu, Cess! Biar makin banyak orang yang tau gerakan baik semacam ini.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

 

FAQ

1. Apa tujuan utama pembentukan Kampung Buah?

Untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan berbasis tanaman buah.

2. Dari mana program pengadaan bibit ini berasal?

Program ini berasal dari Forest Carbon Partnership Facility (FCPF).

3. Siapa saja yang hadir dalam kegiatan ini?

Bupati PPU, Kepala Desa Sukaraja, perwakilan Otorita IKN, anggota DPRD dapil Sepaku dan sejumlah pejabat terkait.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Bupati PPU, Mudyat Noor, menyampaikan sambutan pada kegiatan penanaman bibit buah di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Minggu (9 November 2025).
Bupati PPU, Mudyat Noor, menyampaikan sambutan pada kegiatan penanaman bibit buah di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Minggu (9 November 2025).

Editor : Arya Kusuma
#penurunan emisi karbon #Desa Sukaraja #Bupati PPU #IKN #kampung buah