Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Berkat 3 Program Unggulan, Perpustakaan Desa Binuang Wakili Kaltim di Lomba Nasional 2025

Rizkiyan Akbar • Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:59 WIB

Kepala Bidang Pengembangan dan Pembudayaan Minat Baca Dispusip PPU, Esa, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi pelajar PPU di ajang literasi nasional, Rabu (8 Oktober 2025).
Kepala Bidang Pengembangan dan Pembudayaan Minat Baca Dispusip PPU, Esa, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi pelajar PPU di ajang literasi nasional, Rabu (8 Oktober 2025).

Balikpapan TV - Hai Cess! Prestasi membanggakan datang dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Perpustakaan Desa Binuang, Kecamatan Sepaku, sukses melangkah ke Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2025.

Setelah sebelumnya meraih juara pertama di tingkat Provinsi Kalimantan Timur, kini mereka bersiap bersaing dengan perpustakaan terbaik se-Indonesia.

Keberhasilan ini bukan sekadar hasil kerja keras, tapi juga buah dari inovasi yang berpihak pada masyarakat. Yuk, Cess, kita kulik apa aja sih tiga program unggulan yang bikin perpustakaan desa ini layak disebut juara!

Baca Juga: Dispusip PPU Kirim 3 Pelajar ke Festival Literasi Nasional 2025, Ini Nama-Namanya!

Apa yang Membuat Perpustakaan Desa Binuang Jadi Juara di Kaltim?

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Menurut Esa, Kepala Bidang Pengembangan dan Pembudayaan Minat Baca Dispusip PPU, kunci sukses Perpustakaan Desa Binuang ada pada tiga inovasi unggulan yang dampaknya langsung terasa di masyarakat.

“Ada tiga inovasi unggulan yang kami nilai sangat berdampak bagi masyarakat, dan inilah yang menjadi kekuatan utama perpustakaan ini untuk bersaing di tingkat nasional,” ujar Esa, Rabu (8 Oktober 2025).

Nggak cuma tempat baca, Perpustakaan Binuang jadi semacam “laboratorium sosial” bagi warga. Di sinilah literasi, edukasi, dan aksi nyata berpadu jadi satu paket yang hidup di tengah masyarakat desa.

Program Apa Saja yang Jadi Inovasi Unggulan?

Ada tiga program keren yang berhasil mencuri perhatian juri dan membawa nama Desa Binuang makin bersinar:

1. Program DASYAT (Dapur Sehat Atasi Stunting)

Program ini menggabungkan literasi kesehatan dengan praktik langsung. Warga diajak belajar membuat menu bergizi sederhana untuk mencegah stunting.

Jadi, literasi bukan cuma soal baca buku—tapi juga aksi nyata yang bikin tubuh sehat dan pikiran cerdas.

2. Program Ayah Teladan

Di sini, ayah-ayah dilibatkan aktif dalam kegiatan membaca bersama anak. Tujuannya sederhana tapi berdampak besar: membangun budaya literasi dari rumah. Karena, ketika seorang ayah membaca, anak akan belajar bahwa pengetahuan itu keren.

3. Program Literasi Hidroponik

Nah, ini inovasi yang paling hits di kalangan warga muda. Perpustakaan mengajarkan teknik bertani hidroponik sebagai keterampilan praktis.

Jadi, masyarakat nggak cuma membaca teori, tapi juga langsung praktik menanam sayuran segar berbasis literasi lingkungan.

Mengapa Inovasi Ini Penting untuk Masyarakat Desa?

Ketiga program itu menunjukkan satu hal penting: literasi bukan cuma soal membaca buku, tapi tentang bagaimana ilmu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pendekatan kreatif, Perpustakaan Binuang berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan. Dari yang tadinya sekadar tempat pinjam buku, kini menjadi ruang hidup untuk belajar, berkreasi, dan berdaya.

Tak heran kalau perpustakaan ini disebut sebagai motor penggerak perubahan sosial, ekonomi, dan kesehatan di desa. Bagi banyak warga, Binuang bukan lagi sekadar tempat membaca, tapi tempat tumbuh bersama.

Baca Juga: Pemkab PPU Siapkan Rp3 Miliar untuk Program Kartu Penajam Cerdas 2025, Begini Cara Penyalurannya!

Apa Harapan PPU Lewat Keikutsertaan di Lomba Nasional?

PPU menaruh harapan besar pada kiprah Perpustakaan Desa Binuang di kancah nasional.

Keikutsertaan ini bukan hanya soal menang lomba, tapi juga cara memperkenalkan PPU sebagai daerah yang progresif dan inovatif dalam mengembangkan budaya literasi.

“Kami bangga Perpustakaan Desa Binuang dapat mewakili PPU di ajang nasional. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi perpustakaan lainnya di wilayah kita,” tutur Esa.

Kalimat sederhana, tapi maknanya dalam. Karena ketika satu perpustakaan maju, itu artinya satu desa ikut naik kelas. Harapannya, semangat Binuang bisa menular ke desa lain di PPU—biar makin banyak ruang belajar yang hidup dan relevan.

Bagaimana Dampak Sosial dari Inovasi Perpustakaan Ini?

Bisa dibilang, Perpustakaan Desa Binuang adalah contoh nyata literasi yang berdampak. Warga jadi lebih sadar pentingnya gizi, lingkungan, dan keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak.

Lewat kegiatan seperti DASYAT dan Literasi Hidroponik, masyarakat belajar bahwa membaca buku bukan akhir, tapi awal dari perubahan nyata.

Anak-anak pun tumbuh dengan rasa ingin tahu tinggi, sementara para orang tua merasa lebih terlibat dalam proses belajar mereka.

Semangat gotong royong juga terasa kuat di sini, Cess. Setiap program dijalankan bersama, dari warga, kader, hingga relawan desa. Semuanya bergerak dalam satu misi: menjadikan literasi sebagai gaya hidup masyarakat Binuang.

Tips Singkat: Bikin Perpustakaan Desa Makin Hidup

1. Libatkan masyarakat. Bikin kegiatan yang sesuai kebutuhan warga biar mereka merasa memiliki.

2. Padukan literasi dengan keterampilan. Contohnya literasi pertanian, literasi digital, atau literasi kesehatan.

3. Gunakan media sosial. Ceritakan kegiatan perpustakaan biar dikenal luas dan menginspirasi daerah lain.

Perpustakaan Desa Binuang dari Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU, sukses melaju ke tingkat nasional setelah menjuarai lomba perpustakaan di Kaltim.

Tiga inovasinya—DASYAT, Ayah Teladan, dan Literasi Hidroponik—menjadi bukti nyata bagaimana literasi bisa mengubah kualitas hidup masyarakat desa.

Kiprah mereka bukan hanya soal prestasi, tapi soal semangat membangun desa lewat ilmu dan kebersamaan. Yuk, bagikan kisah inspiratif ini biar makin banyak desa tergerak untuk menyalakan semangat literasi, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

 

FAQ

1. Apa saja program unggulan Perpustakaan Desa Binuang?

Tiga program utama yaitu DASYAT, Ayah Teladan, dan Literasi Hidroponik yang fokus pada kesehatan, keluarga, dan keterampilan bertani.

2. Mengapa perpustakaan ini bisa mewakili PPU di tingkat nasional?

Karena berhasil memenangkan lomba tingkat provinsi dan menunjukkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

3. Apa harapan ke depan bagi perpustakaan desa lain di PPU?

Agar terinspirasi untuk mengembangkan program literasi yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan warganya.

Ilustrasi seorang anak memilih buku bacaan di Perpustakaan Desa Binuang, Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (8 Oktober 2025).
Ilustrasi seorang anak memilih buku bacaan di Perpustakaan Desa Binuang, Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (8 Oktober 2025).

Editor : Arya Kusuma
#Perpustakaan Desa Binuang #kaltim #program unggulan #ppu #lomba nasional