Balikpapan TV - Hai Cess! Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bergulir di berbagai daerah Indonesia, namun langkah berani datang dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Di wilayah yang sebagian masuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) ini, Bupati Mudyat Noor menginisiasi MBG Mandiri — sebuah inovasi yang menjadikan sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga dapur sehat bagi Anak Bangsa.
“Pemerintah kabupaten menjalankan MBG mandiri dana dari APBD kabupaten,” ujar Mudyat Noor di Penajam, Jumat (10/10/2025), dikutip dari ANTARA.
Berbeda dari skema nasional yang digerakkan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui penyedia eksternal, versi PPU ini sepenuhnya dikelola oleh lingkungan sekolah — menjadikan konsep school kitchen yang digagas Mendikdasmen Abdul Mu’ti benar-benar hidup di lapangan.
Bagaimana Skema “School Kitchen” Bekerja di Sekolah?
Mendikdasmen Abdul Mu’ti sebelumnya menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG tidak harus terpusat. Ia membuka peluang agar sekolah-sekolah bisa menyelenggarakan makan bergizi secara mandiri melalui konsep school kitchen.
“Dimungkinkan ada pendekatan yang disebut sebagai school kitchen, di mana sekolah-sekolah yang siap bisa menyelenggarakan sendiri makan bergizi,” ujar Mu’ti usai seminar Telcecon #5 di Universitas Muria Kudus, Selasa (7/10/2025).
Mu’ti menegaskan, mekanisme baru ini tengah dibahas lintas kementerian dan akan dipastikan setelah Peraturan Presiden (Perpres) tentang pengelolaan MBG resmi terbit.
Nah, konsep inilah yang dicoba untuk diterapkan oleh PEMKAB PPU. Di sana, pengelolaan makanan dilakukan melalui komite atau kantin sekolah. Makanan disiapkan langsung di lingkungan sekolah agar proses penyajian lebih cepat dan kualitas tetap terjaga.
“Skema itu sekaligus menjadi bentuk pemberdayaan warga sekolah,” kata Mudyat.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) PPU menggandeng Dinas Kesehatan untuk memastikan menu yang disajikan memenuhi standar gizi seimbang. Setiap pekan, Dinkes memberikan panduan menu bergizi yang wajib diterapkan sekolah.
Berapa Biaya Satu Porsi MBG Mandiri?
Setiap porsi MBG mandiri di PPU bernilai Rp 12.000. Rinciannya, Rp 10.000 digunakan untuk bahan makanan dan Rp 2.000 untuk pajak serta transportasi.
Program ini menyasar PAUD, TK, SD, dan SMP yang belum menerima bantuan dari BGN. Total ada 107 sekolah di Kecamatan Penajam, Waru, Babulu, dan beberapa di Sepaku yang ikut program ini.
Langkah ini juga menjadi bentuk pemberdayaan warga sekolah — guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua murid — dalam memastikan anak-anak mendapatkan makanan sehat setiap hari.
Langkah ini dinilai efektif menjangkau sekolah-sekolah di wilayah pedesaan yang sulit terjangkau penyedia eksternal, Selain itu, pengelolaan lokal membuat perputaran ekonomi di sekitar sekolah ikut tumbuh.
Apa Dampaknya Bagi Anak Sekolah di PPU?
Konsep school kitchen di PPU bukan sekadar dapur sekolah, tetapi simbol gotong royong antar-elemen pendidikan. Guru, orang tua, dan tenaga kesehatan bersinergi dalam satu tujuan: memastikan anak-anak makan bergizi dan belajar dengan semangat.
Bagi Mudyat Noor, MBG Mandiri bukan hanya soal makan siang gratis, tapi juga tentang membangun kemandirian sekolah dan tanggung jawab sosial bersama. “Skema ini sekaligus menjadi bentuk pemberdayaan warga sekolah,” tegasnya.
Ini adalah strategi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di PPU. Langkah ini juga penting karena sebagian wilayah PPU akan menjadi bagian dari Ibu Kota Nusantara. Dengan kualitas gizi anak-anak yang terjaga, PPU turut menyiapkan sumber daya manusia yang sehat dan produktif di kawasan strategis nasional tersebut.
Dengan makanan bergizi, siswa lebih fokus belajar dan tingkat kehadiran meningkat. Selain itu, sekolah menjadi lebih berdaya karena mengelola dapurnya sendiri.
PPU kini mencoba sebagai perintis untuk pelaksanaan MBG berbasis komunitas sekolah. Semangat kemandirian daerah ini menunjukkan bahwa inovasi bisa lahir dari bawah — tanpa harus menunggu instruksi pusat.
Dengan konsep school kitchen, sekolah tak hanya jadi tempat belajar, tapi juga dapur sehat bagi masa depan generasi muda.
Yuk, dukung terus gerakan makan bergizi di sekolah! dan sebarkan artikel ini biar makin banyak yang paham, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
1. Apa tujuan utama program MBG Mandiri di PPU?
Untuk mempercepat pemenuhan gizi peserta didik secara mandiri melalui sekolah tanpa bergantung sepenuhnya pada pusat.
2. Siapa yang membiayai MBG Mandiri?
Pendanaannya berasal dari APBD Kabupaten PPU dan bantuan operasional sekolah (BOS).
3. Apakah konsep “school kitchen” bisa diterapkan di seluruh Indonesia?
Bisa, asalkan sekolah sudah dinilai layak oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan memenuhi standar keamanan serta gizi.
Editor : Arya Kusuma