Balikpapantv.id - Hai Cess! Pernah membayangkan gunung yang seluruh permukaannya diselimuti lumut tebal seperti karpet hijau alami? Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, ada tempat unik bernama Gunung Lumut yang bakal bikin kamu terpukau.
Bayangin deh, mulai dari tanah, batu, sampai dahan dan ranting pepohonan dibalut lumut lembut. Bahkan, saking tebalnya, batu pun terasa empuk saat diinjak. Ini bukan cuma sekadar indah, tapi juga rumah bagi flora dan fauna yang langka, Cess!
Hutan Tropis Super Basah yang Dipenuhi Lumut Langka
Gunung Lumut yang menjulang setinggi 1.210 meter di atas permukaan laut ini bukanlah gunung biasa. Mulai dari ketinggian 900 meter dpl, nuansa hijau mulai menyelimuti tiap jengkal permukaan tanah. Tapi jangan buru-buru senang dulu, karena hamparan lumut paling tebal baru muncul di ketinggian sekitar 1.140 meter dpl. Di sinilah gunung menjelma jadi lanskap basah lembap yang luar biasa kaya akan keanekaragaman lumut tropis. Bahkan, beberapa jenisnya terbilang sangat langka dan belum banyak dikenal publik.
Lumut Gantung Seperti Janggut Hingga Pengganti Kapuk Bantal Koleksi lumut di sini benar-benar kaya. Mulai dari lumut daun (Musci), lumut hati (Hepaticeae), sampai jenis unik seperti Meteoridae—yang menggantung seperti meteor mini—semuanya ada. Ada pula Leucobryun dengan daun putihnya, serta Usnea yang khas karena bentuknya seperti janggut kasar.
Percaya atau tidak, lumut Usnea ini bahkan dipakai warga sebagai pengganti kapuk bantal karena kenyal dan tahan lama! Selain itu, beberapa jenis lumut juga digunakan untuk menghambat proses pengasaman pada gula nira dan sebagai bahan dasar jamu tradisional.
Medan Sulit, Pacet Ganas, tapi Penuh Suara Alam yang Menyegarkan
Jalan menuju ke puncak Gunung Lumut memang penuh tantangan. Jalur setapaknya sempit, curam, dan batu-batunya sangat licin karena diselimuti lumut. Di sini, kamu butuh sepatu yang benar-benar mencengkeram tanah, karena kalau salah pijak, bisa langsung meluncur ke jurang. Belum lagi ada pacet tanah dan pacet daun yang siap menempel dan mengisap darah kapan saja. Tapi semua perjuangan itu langsung terbayar lunas saat kamu mendengar suara owa-owa, lutung merah, hingga murai dan cucakrowo yang menyambut dari balik pepohonan.
Lebih dari 160 Jenis Burung, Enggang pun Ikut Menetap Menurut Dr Chandradewana Boer, ahli ornitologi dari Universitas Mulawarman, setidaknya ada 160 jenis burung di kawasan Gunung Lumut. Salah satu yang paling menarik adalah enggang (bucerotidae), burung berparuh besar yang langka dan dilindungi. Burung-burung ini bukan hanya memperkaya ekosistem hutan, tapi juga jadi simbol bahwa kawasan Gunung Lumut masih sangat alami dan minim gangguan manusia.
Jamur Cetak Sidik Jari Sampai Ramaria seperti Terumbu Karang
Kalau kamu pikir hanya lumut yang unik di sini, tunggu dulu sampai lihat jamurnya. Menurut Dr Djumali Mardji, ahli mikologi dari Universitas Mulawarman, terdapat setidaknya 120 jenis jamur, termasuk jamur Amauroderma yang bisa mencetak sidik jari pemegangnya. Sidik jarinya akan muncul merah lalu menghitam perlahan. Ada pula Ramaria largentii yang bentuknya mirip terumbu karang, dan Phallus impudicus yang menyerupai jaring atau kelambu dengan warna merah muda hingga putih. Ajaib, kan?
Surga Anggrek Eksotis dari Akar Sampai Pucuk Pohon Gunung Lumut juga dikenal sebagai rumah bagi anggrek-anggrek eksotis yang tumbuh liar dan cantik. Salah satunya adalah Bulbophylum kuning yang punya lidah kecil bergerak-gerak meski udara tenang.
Ada juga anggrek Eria berbulu halus yang hanya tumbuh di ketinggian tertentu. Jangan lewatkan juga anggrek merpati (Dendrobium rumenatum) yang hanya mekar sehari, tapi bentuknya menyerupai kepakan sayap merpati—putih bersih dan menawan.
Anggrek Tebu Raksasa, Si Manja yang Bunga Setahun Sekali
Jenis anggrek paling mencolok di Gunung Lumut adalah anggrek tebu (Gramatoplilum speciosium). Sesuai namanya, anggrek ini punya tangkai panjang hingga dua meter. Bunganya seperti belimbing kecil dengan warna mirip macan: kombinasi coklat, kuning, dan hitam.
"Anggrek ini hanya berbunga setahun sekali setiap Desember, tapi bunganya bisa bertahan sampai Februari," jelas Jidan (35), Wakil Kepala Adat Dusun Muluy. Buat kamu pecinta flora langka, ini waktu terbaik buat berkunjung!
Hutan Masih Terjaga, tapi Ancaman Mengintai di Ketinggian Rendah Meskipun kawasan hutan lindung Gunung Lumut masih relatif terjaga terutama di atas 600 meter dpl, sayangnya kondisi berbeda terjadi di bawah ketinggian 300 meter.
Di sini, aktivitas penebangan liar mulai terlihat dan mengancam kelestarian kawasan. Harus ada upaya bersama dari masyarakat dan pemerintah untuk mempertahankan kawasan ini sebagai paru-paru Kalimantan yang penuh keajaiban alam.
Cess, Yuk Lestarikan Gunung Lumut! Surga Hijau Ini Nggak Bisa Dibiarin Rusak
Gunung Lumut bukan cuma jadi surganya flora dan fauna langka, tapi juga simbol penting pelestarian alam tropis Indonesia. Dari pacet ganas, jamur cetak sidik jari, hingga anggrek yang hanya mekar sehari, semuanya membuktikan bahwa alam Kalimantan menyimpan kekayaan luar biasa. Yuk, sebarkan artikel ini biar makin banyak yang tahu dan peduli!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'
(maelani)