Balikpapantv.id - Hai Cess! Bayangin deh, kamu mau ambil air buat kebutuhan sehari-hari, tapi yang nongol malah buaya!
Bukan 1, tapi ada 3 ekor buaya muara yang tinggal di kolam air warga Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU). Ngeri-ngeri sedap nggak sih?
Yuk, kita bongkar fakta-fakta mencengangkan dari kolam yang kini jadi pusat perhatian ini, Cess!
Awalnya Kolam Biasa, Kini Jadi Rumah Buaya
Semua berawal saat salah satu warga melewati kolam peninggalan perusahaan PT Balikpapan Forest Industries (BFI) pas hari raya Iduladha 1446 H, tepatnya Jumat, 6 Juni 2025. Tak disangka, 3 ekor buaya muara terlihat berenang santai di kolam tersebut.
Kolam itu ternyata bukan kolam sembarangan. Selain bekas tambang kayu, kolam ini juga jadi sumber air yang digunakan untuk distribusi warga sekitar, Cess!
BKSDA Turun Tangan, 1 Buaya Kena Perangkap!
Nggak tinggal diam, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim langsung pasang perangkap besi, Kamis (12/6). Dan nggak sia-sia, malamnya pukul 22.00 Wita, 1 ekor buaya berhasil dijebak!
Buaya itu langsung dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke Pusat Penangkaran Buaya Teritip di Balikpapan.
Aksi cepat ini cukup menenangkan, tapi perjuangan belum selesai. 2 buaya lainnya masih berkeliaran dan ogah masuk perangkap, meski sudah dikasih umpan ayam!
Warga Resah, Kolam Masih Jadi Sumber Air
Masalah jadi serius karena kolam itu bukan cuma kolam biasa—tapi juga jadi bagian penting dari sistem distribusi air untuk kebutuhan rumah tangga. Jadi, warga harus ekstra hati-hati setiap kali mau ambil air, Cess!
Gak heran, keresahan pun merebak. Apalagi kolam masih digunakan dan warga takut kalau sewaktu-waktu buaya naik ke darat.
Musyawarah Warga Digelar, Semua Elemen Terlibat
Melihat keresahan warga yang makin memuncak, pihak Kelurahan Gersik mengadakan musyawarah bersama pada Kamis (3/7) untuk cari solusi terbaik. Undangan resmi sudah disebar sejak 30 Juni 2025.
Yang diundang? Nggak main-main, mulai dari BKSDA Wilayah III Balikpapan, BPBD PPU, Dinas Damkar & Penyelamatan, hingga Karang Taruna dan para Ketua RT terdampak dari Gersik dan Jenebora!
Rencana Besar: Kolam Akan Dikuras Jika Perangkap Gagal
Dalam rapat internal yang sudah digelar, Ketua RT 04 Gersik, Abdul Rasyid menjelaskan bahwa kalau 2 buaya sisa nggak tertarik sama umpan dan perangkap gagal, maka opsi terakhir adalah menguras seluruh kolam.
“Kalau umpan tidak dimakan dan buaya tidak terjebak baru dilanjutkan rencana menguras kolam,” kata Abdul Rasyid, Jumat (4/7).
Tapi tentu aja, ini butuh waktu dan koordinasi serius. Kolam besar, dan mengurasnya bukan perkara sepele.
Warga Diminta Tidak Mendekat, Prioritaskan Keselamatan
Lurah Gersik, Ommar Mildat, meminta warga untuk sementara waktu tidak mendekati kolam demi keselamatan jiwa.
Ia berharap pertemuan dan kolaborasi lintas pihak bisa segera menghasilkan langkah nyata. “Sampai kolam dinyatakan benar-benar aman dari gangguan hewan predator,” kata Ommar Mildat.
Kolaborasi Jadi Kunci: Buaya Bukan Musuh Tapi Harus Dipindahkan
Menariknya, tidak ada opsi untuk membunuh buaya. Fokusnya adalah penanganan aman dan relokasi ke tempat yang lebih tepat.
Ini menunjukkan komitmen semua pihak untuk tetap menjaga keseimbangan ekosistem, Cess!
Buaya tetap bagian dari alam, tapi lokasi mereka saat ini memang terlalu dekat dengan kehidupan manusia. Kolaborasi warga dan instansi jadi solusi cerdas.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'