PPP Perluas Basis di Balikpapan, Gen Z dan Pesantren Jadi Sasaran

Ahla Najwa • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 06:34 WIB
Ketua DPW PPP Kaltim Gamalis memperkuat komunikasi politik untuk memperluas basis pemilih di Balikpapan. (DOK. AINUR/KP)
Ketua DPW PPP Kaltim Gamalis memperkuat komunikasi politik untuk memperluas basis pemilih di Balikpapan. (DOK. AINUR/KP)

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: PPP memperluas basis pemilih Balikpapan dengan menyasar Gen Z dan jaringan pesantren untuk menghadapi kontestasi politik berikutnya.

 

Balikpapan TV - Hai Ces!
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai memperluas peta basis pemilih di Balikpapan. Generasi Z dan lingkungan pondok pesantren menjadi dua kelompok yang disebut bakal mendapat perhatian lebih dalam konsolidasi menuju kontestasi politik berikutnya.

Langkah itu berjalan bersamaan dengan penguatan struktur dan komunikasi politik di tingkat daerah. Ketua DPW PPP Kaltim Gamalis menilai pergerakan DPC PPP Balikpapan cukup masif di bawah koordinasi Iwan Wahyudi dan Nurhadi Saputra.

Mengapa PPP mulai membidik pemilih muda?

Gamalis melihat karakter Iwan Wahyudi dan Nurhadi Saputra yang relatif muda sebagai modal untuk menjangkau pemilih dari kelompok generasi Z.

Kelompok ini dinilai membutuhkan pola komunikasi yang lebih dekat dengan karakter dan ruang interaksi mereka. Karena itu, PPP tidak hanya mengandalkan basis pemilih yang selama ini sudah terbentuk, tetapi mencoba memperluas jangkauan ke kelompok pemilih baru.

“Untuk masuk ke kalangan Gen Z, mereka lebih mudah dan lebih bisa menjangkau kalangan tersebut,” kata Gamalis, Selasa (15/9).

Strategi tersebut menjadi bagian dari konsolidasi PPP di Balikpapan. Gamalis menyebut partainya sudah memiliki basis pemilih, termasuk dukungan dari jaringan Iwan Wahyudi, Nurhadi Saputra, serta Kasriyah.

Namun, basis yang sudah ada tetap perlu dikembangkan agar tidak berhenti pada kelompok pemilih lama.

Seberapa besar posisi PPP di DPRD Balikpapan?

Pada Pemilu 2024, PPP memperoleh dua kursi di DPRD Kota Balikpapan periode 2024–2029. Jumlah tersebut menempatkan PPP sebagai salah satu partai yang memiliki keterwakilan di parlemen daerah.

Salah satu kursi PPP berasal dari daerah pemilihan Balikpapan Utara melalui Iwan Wahyudi. Sementara Ari Sanda terpilih dari daerah pemilihan Balikpapan Barat.

Komposisi tersebut menjadi pijakan bagi PPP untuk menghadapi persaingan politik berikutnya. Target menambah kursi berarti partai perlu memperluas perolehan suara sekaligus menjaga basis yang sudah dimiliki.

Gamalis menyebut pengalaman dan kapasitas Iwan serta Nurhadi menjadi salah satu alasan munculnya optimisme terhadap perkembangan PPP di Balikpapan.

“Kalau kita lihat dari sisi pengalaman Iwan dan Nurhadi, saya kira kita optimistis dengan Balikpapan untuk menambah kursi ke depan,” ujarnya.

Baca Juga: Dua U-Turn Baru Disiapkan di Balikpapan Baru, Akses Kantor Pos Dikaji Ditutup

Kenapa pesantren ikut menjadi sasaran konsolidasi?

Selain pemilih muda, PPP juga melihat lingkungan pondok pesantren sebagai ruang penting untuk memperluas komunikasi politik.

Gamalis menyebut jaringan keagamaan yang dimiliki sejumlah kader dapat menjadi modal untuk membangun hubungan dengan lingkungan pesantren. Pendekatan itu antara lain akan diperkuat melalui Kasriyah dan kader senior yang memiliki latar belakang organisasi keagamaan, termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Ditambah lagi dari sisi keagamaan, mereka memiliki potensi untuk masuk ke pesantren-pesantren,” ujar Gamalis.

Bagi PPP, jaringan tersebut tidak hanya berkaitan dengan struktur partai, tetapi juga dengan kemampuan kader membangun komunikasi di tengah komunitas yang sudah memiliki jejaring sosial sendiri.

Di Balikpapan, pendekatan ke berbagai kelompok masyarakat menjadi bagian dari upaya memperluas basis dukungan. Pemilih muda dan komunitas keagamaan kini masuk dalam sasaran konsolidasi yang disebut Gamalis.

Siapa yang menggerakkan konsolidasi PPP Balikpapan?

Gamalis secara khusus menyebut Iwan Wahyudi dan Nurhadi Saputra sebagai dua figur yang saat ini ikut menggerakkan konsolidasi PPP di Balikpapan.

Ia menilai pergerakan DPC PPP Balikpapan yang dikomandoi keduanya cukup masif. Pengalaman politik serta kemampuan membangun komunikasi dengan kelompok masyarakat dinilai dapat menjadi modal bagi partai.

“DPC Balikpapan saya lihat gerakannya cukup bagus dan cukup masif, yang dikomandani oleh Iwan bersama Nurhadi,” kata Gamalis.

Iwan sendiri sudah memiliki pengalaman sebagai anggota DPRD Balikpapan. Pada Pemilu 2024, ia meraih 3.789 suara di Dapil Balikpapan Utara dan menjadi salah satu dari dua wakil PPP yang duduk di DPRD Balikpapan periode 2024–2029.

Posisi tersebut memberikan PPP pijakan politik yang sudah terbentuk. Tantangannya kini adalah mengubah konsolidasi dan perluasan komunikasi menjadi tambahan dukungan pada pemilu berikutnya.

Baca Juga: Sidang Pemuda 26 Tahun di Balikpapan Ungkap Perjalanan Anak 16 Tahun ke Parepare

Apa tantangan PPP menghadapi pemilu berikutnya?

Gamalis tidak menutup mata bahwa Balikpapan memiliki persaingan politik yang ketat. Salah satu tantangan yang disebutnya adalah munculnya partai-partai baru yang turut memperebutkan dukungan masyarakat.

“Tantangan di Balikpapan hari ini, kalau kami lihat, adalah timbulnya partai-partai baru,” pungkasnya.

Kondisi tersebut membuat perebutan suara tidak hanya berlangsung di antara partai-partai yang selama ini sudah memiliki kursi. Partai baru juga berpotensi memperkenalkan basis, figur, serta pendekatan politik yang berbeda kepada pemilih.

Bagi PPP, dua kursi yang diperoleh pada Pemilu 2024 menjadi titik awal untuk membangun target berikutnya. Perluasan komunikasi kepada Gen Z dan lingkungan pesantren menjadi bagian dari strategi yang kini disiapkan di Balikpapan.

Pada akhirnya, hasil konsolidasi tersebut akan bergantung pada seberapa luas PPP mampu menjangkau pemilih dan mempertahankan dukungan yang telah dimiliki. Untuk saat ini, arah yang disampaikan DPW PPP Kaltim cukup jelas: basis lama dipertahankan, kelompok pemilih baru mulai didekati.

Poin Penting:

Insight Redaksi

Basis politik tidak berhenti pada jumlah kursi, tetapi juga kemampuan partai menjaga hubungan dengan kelompok pemilih yang berubah. Gen Z membutuhkan komunikasi yang relevan, sementara jaringan pesantren memiliki karakter komunitas tersendiri. Di Balikpapan, strategi PPP kini bertemu pada dua ruang tersebut. Tantangannya jelas: konsolidasi harus menghasilkan keterhubungan nyata dengan masyarakat, bukan sekadar aktivitas internal partai.

Kalau ingin mengikuti dinamika politik Balikpapan tanpa ikut terseret panasnya kontestasi, pantau perkembangan figur, program, dan rekam jejaknya dari waktu ke waktu.

Bagikan artikel ini ke kawan yang ingin melihat bagaimana peta politik Balikpapan mulai bergerak menjelang kontestasi berikutnya.

Terus ikuti kabar Balikpapan dan politik Kaltim bersama Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa kursi PPP di DPRD Balikpapan saat ini?

PPP memperoleh dua kursi DPRD Kota Balikpapan untuk periode 2024–2029 hasil Pemilu 2024.

2. Siapa kader PPP yang disebut menggerakkan konsolidasi di Balikpapan?

Ketua DPW PPP Kaltim Gamalis menyebut Iwan Wahyudi dan Nurhadi Saputra sebagai figur yang mengomandoi pergerakan DPC PPP Balikpapan.

3. Kelompok pemilih mana yang menjadi sasaran perluasan PPP?

PPP menyasar generasi Z serta lingkungan pondok pesantren sebagai bagian dari upaya memperluas basis pemilih di Balikpapan.

4. Dari dapil mana dua anggota DPRD Balikpapan dari PPP terpilih?

Iwan Wahyudi terpilih dari Dapil Balikpapan Utara, sedangkan Ari Sanda terpilih dari Dapil Balikpapan Barat pada Pemilu 2024.

5. Apa tantangan PPP di Balikpapan menurut Gamalis?

Gamalis menyebut kemunculan partai-partai baru sebagai salah satu tantangan dalam persaingan politik di Balikpapan.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “PPP Balikpapan Bidik Gen Z dan Pesantren, Optimistis Tambah Kursi di Pemilu Mendatang”, oleh Ainur Rofiah. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Politik Balikpapan ppp balikpapan Gen Z pemilu