Ikhtisar: Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menkeu, disertai kabar APBN, kapal induk Garibaldi, dan pesan Indonesia di BRICS.
Balikpapan TV - Hai Ces! Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026), menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada masa pemerintahan Kabinet Merah Putih.
Pergantian pucuk kebijakan fiskal langsung menjadi perhatian karena APBN menyangkut arah belanja negara dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Lalu, apa saja kabar politik penting lain yang muncul sepanjang Senin kemarin?
Baca Juga: 69 Korban Selamat KM Virgo Transport 8 Ditangani di Banjarmasin, Dibagi Tiga Zona
Suahasil Resmi Gantikan Purbaya sebagai Menkeu
Suahasil Nazara resmi menduduki jabatan Menteri Keuangan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Sisa Jabatan 2024–2029. Keppres itu ditetapkan Presiden Prabowo pada 14 September 2026.
Pergantian Menteri Keuangan menjadi salah satu peristiwa politik paling penting karena kementerian ini memegang peran sentral dalam pengelolaan keuangan negara, termasuk arah penerimaan dan belanja APBN.
Bagi masyarakat, arah kebijakan fiskal pada akhirnya berkaitan dengan bagaimana anggaran negara digunakan untuk membiayai berbagai program dan layanan publik.
Panggilan dari Istana Datang pada Senin Pagi
Ada cerita menarik di balik pelantikan Suahasil. Ia mengungkapkan menerima telepon dari Istana pada Senin pagi terkait agenda pelantikannya sebagai Menteri Keuangan.
Beberapa jam setelah menerima panggilan tersebut, Suahasil akhirnya dilantik pada sore hari di Istana Negara, Jakarta.
Suahasil juga menyebut dirinya belum berkomunikasi dengan Purbaya Yudhi Sadewa, pendahulunya di Kementerian Keuangan, hingga agenda pelantikan berlangsung.
Efisiensi APBN Bukan Sekadar Memangkas Anggaran
Setelah dilantik, Suahasil menegaskan pandangannya mengenai efisiensi belanja APBN. Menurut dia, efisiensi tidak semata-mata berarti melakukan pemotongan anggaran.
Belanja negara perlu dioptimalkan agar setiap anggaran yang dikeluarkan dapat menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Pandangan ini menempatkan efisiensi bukan hanya pada besarnya anggaran yang dikurangi, tetapi juga pada seberapa efektif belanja negara digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dengan kata lain, pembahasan efisiensi APBN akan selalu berkaitan dengan pertanyaan penting: seberapa besar manfaat yang benar-benar bisa dihasilkan dari uang negara yang dibelanjakan.
TNI AL Siapkan Pengawalan untuk ITS Giuseppe Garibaldi
Kabar politik dan pertahanan juga datang dari rencana masuknya kapal induk pertama Indonesia, ITS Giuseppe Garibaldi, ke wilayah perairan Indonesia.
TNI Angkatan Laut memastikan kapal tersebut akan dikawal dua kapal perang Indonesia ketika memasuki Alur Laut Kepulauan Indonesia atau ALKI I.
Pengawalan dilakukan saat kapal induk itu melintasi salah satu jalur laut strategis Indonesia. ALKI merupakan jalur yang memiliki arti penting dalam lalu lintas pelayaran internasional sekaligus berkaitan dengan kepentingan keamanan maritim nasional.
Tiga Pesan Prabowo di KTT BRICS 2026
Agenda internasional Presiden Prabowo Subianto juga menjadi perhatian pada Senin kemarin.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden membawa tiga pesan utama Indonesia dalam KTT BRICS 2026.
Tiga pesan tersebut adalah pentingnya kemandirian nasional, persatuan negara-negara Global South, serta penguatan kerja sama di antara negara anggota BRICS.
Pesan itu menunjukkan arah yang ingin ditekankan Indonesia dalam forum tersebut, terutama mengenai penguatan posisi negara berkembang dan kerja sama antarnegera.
Baca Juga: Bukan Soal Tanggal, Ini yang Menentukan Kapan Hujan Abu Anak Krakatau Berhenti
Dari APBN hingga Posisi Indonesia di Forum Global
Rangkaian peristiwa pada Senin (14/9/2026) memperlihatkan beberapa agenda yang berjalan dalam waktu bersamaan, mulai dari pergantian Menteri Keuangan hingga isu pertahanan dan diplomasi internasional.
Pelantikan Suahasil menjadi perhatian utama karena jabatan Menteri Keuangan berkaitan langsung dengan pengelolaan APBN. Di saat yang sama, pengawalan ITS Giuseppe Garibaldi dan pesan Presiden Prabowo di KTT BRICS memperlihatkan agenda Indonesia di bidang pertahanan serta hubungan internasional.
Buat Ces yang ingin mengikuti perkembangan politik nasional, perubahan di jajaran pemerintahan sering menjadi pintu untuk memahami arah kebijakan berikutnya. Karena dari pergantian pejabat hingga pesan yang dibawa Indonesia ke forum dunia, setiap keputusan punya konteks dan dampaknya masing-masing.
Yuk bagikan artikel ini agar informasi politik penting hari ini bisa ikut diketahui lebih banyak pembaca. Tetap bersama Balikpapan TV, teman update setia Ces untuk memahami kabar terbaru, bukan sekadar membaca berita.
FAQ
1.Siapa Menteri Keuangan baru yang dilantik Prabowo?
Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026.
2.Siapa yang digantikan Suahasil Nazara?
Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
3.Apa pandangan Suahasil tentang efisiensi APBN?
Suahasil menegaskan efisiensi APBN bukan sekadar memangkas anggaran, melainkan mengoptimalkan belanja agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
4.Apa yang akan dilakukan TNI AL saat ITS Giuseppe Garibaldi memasuki ALKI I?
TNI AL memastikan ITS Giuseppe Garibaldi akan dikawal oleh dua kapal perang Indonesia.
5.Apa tiga pesan utama Prabowo dalam KTT BRICS 2026?
Tiga pesan tersebut adalah kemandirian nasional, persatuan Global South, dan penguatan kerja sama BRICS.
Sumber Informasi: ANTARA News Kalimantan Timur