Topik: Peredaran gas N2O ilegal merek Whip Pink digerebek polisi di Jakarta
Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Polisi gerebek pabrik gas N2O ilegal Whip Pink, sita ribuan tabung, omzet diduga miliaran rupiah per bulan
Baca Ringkas 30 Detik: Kasus penggerebekan pabrik gas N2O ilegal Whip Pink di Jakarta mengungkap praktik produksi dan distribusi skala besar. Polisi menyita ribuan tabung siap edar, alat produksi lengkap, serta mengidentifikasi jaringan penjualan daring. Transaksi bahkan dilakukan via WhatsApp dan pengiriman memakai ojek online. Omzet bisnis ini diduga mencapai miliaran rupiah tiap bulan, menunjukkan peredaran yang masif dan terorganisir. Lanjutkan Baca Selengkapnya...
Balikpapan TV - Hai Cess! Kasus penggerebekan pabrik gas N2O ilegal bermerek Whip Pink di Jakarta lagi ramai dibahas. Polisi menyita ribuan tabung siap edar lengkap dengan alat produksi, dari mesin pengisi sampai cairan perasa buah.
Penasaran bagaimana kronologi lengkapnya sampai bisa kebongkar? Simak terus sampai habis, biar pahamlah ikam soal fakta di balik operasi ini, Cess!
Kenapa pabrik gas N2O Whip Pink ini jadi sorotan besar?
Kasus ini langsung mencuri perhatian karena skala produksinya yang kada main-main. Dalam penggerebekan yang berlangsung pada 13 hingga 14 April 2026, polisi menemukan ribuan tabung gas N2O berbagai ukuran yang siap diedarkan.
Bukan cuma itu. Ada juga tabung kosong untuk isi ulang, ribuan nozzle, mesin pengisi otomatis, mesin press, sampai cairan perasa buah. Artinya, aktivitas produksi berjalan cukup masif dan terstruktur.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa kasus ini terkait produksi dan peredaran sediaan farmasi jenis gas N2O merek Whip Pink. Dari sini kelihatan jelas, ini bukan skala kecil pang.
Awalnya bagaimana polisi bisa mengendus kasus ini?
Semua bermula dari laporan terkait peredaran gas N2O di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Dari situ, penyidik langsung gerak cepat.
Mereka menyamar dan memesan produk lewat WhatsApp. Transaksi pun berjalan, bahkan pembayaran dilakukan sebesar Rp578.000. Setelah itu, pesanan dikirim menggunakan jasa ojek online dari titik tertentu.
Langkah ini jadi pintu masuk buat melacak jaringan distribusi. Malam harinya sekitar pukul 22.30 WIB, tim langsung melakukan penindakan di lokasi ruko dan menemukan barang bukti serta seorang pria bernama Sugiyo.
Strateginya rapi. Tapi tetap bisa dibongkar.
Baca Juga: Inspirasi Keramik Lantai Motif Marbel 2026: Tampilan Rumah Naik Kelas Tanpa Harus Keluar Biaya Besar
Bagaimana pola distribusi gas N2O ilegal ini berjalan?
Distribusi produk dilakukan dengan sistem pemesanan daring. Admin menerima pesanan, lalu mengatur pengiriman dari gudang terdekat menggunakan jasa ojek online.
Jadi, pembeli cukup pesan via chat, barang langsung meluncur ke lokasi. Praktis, tapi berisiko tinggi.
Menurut keterangan Brigjen Eko, admin bahkan mengatur pengiriman langsung dari gudang menggunakan layanan ojol. Ini menunjukkan sistem distribusi yang cukup fleksibel dan cepat.
Pahamlah ikam, pola seperti ini bikin peredaran makin susah dilacak kalau kada ditangani serius.
Apa saja temuan saat penggerebekan di Jakarta Utara?
Polisi juga melakukan penggerebekan di dua lokasi berbeda di Jakarta Utara, yakni Pulogadung dan Pademangan.
Di Pulogadung, ditemukan seorang admin sekaligus bagian akuntansi bernama Etikasari. Ia menggunakan tiga handphone untuk mengelola penjualan.
Sementara di Pademangan, petugas menemukan empat pekerja yang terlibat langsung dalam produksi. Mereka bekerja di lokasi yang dijadikan pusat pembuatan gas N2O tersebut.
Total barang bukti yang diamankan cukup banyak:
1. 1.784 tabung gas berbagai ukuran
2. 274 tabung kosong siap isi ulang
3. Ribuan nozzle dan alat produksi
Nah, itu sudah, skalanya memang besar pang.
Seberapa besar omzet dari bisnis ilegal ini?
Bagian ini yang bikin publik makin melongo. Omzet penjualan dari bisnis ini diduga mencapai angka fantastis.
Menurut Brigjen Eko, pada bulan Desember saja, omzetnya mencapai Rp7,1 miliar. Sementara rata-rata bulanan berada di kisaran Rp2 hingga Rp5 miliar.
Angka ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk tersebut cukup tinggi, meski statusnya ilegal.
Distribusi yang rapi, sistem pemesanan online, serta jaringan yang berjalan aktif jadi faktor utama. Kadada yang menyangka skalanya bisa sebesar ini.
Poin Penting:
- Polisi gerebek pabrik gas N2O ilegal Whip Pink di Jakarta pada April 2026
- Ribuan tabung siap edar dan alat produksi lengkap disita
- Kasus bermula dari laporan di Kemayoran dan penyamaran polisi
- Distribusi dilakukan lewat WhatsApp dan ojek online
- Omzet bisnis diduga mencapai Rp2–Rp5 miliar per bulan
Insight: Kasus ini nunjukkan pola distribusi ilegal makin adaptif dengan teknologi digital. Transaksi cepat, pengiriman instan. Tapi di sisi lain, celah pengawasan juga makin kompleks. Nah, di sinilah pentingnya koordinasi lintas sektor biar pengawasan kada ketinggalan. Buat masyarakat, jadi pengingat juga buat lebih waspada sama produk yang beredar bebas tanpa kejelasan. Pahamlah ikam.
Bagikan jua info ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham situasi ini, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ:
1. Apa itu gas N2O dalam kasus ini?
Gas N2O dalam kasus ini disebut sebagai sediaan farmasi yang diproduksi dan diedarkan secara ilegal.
2. Bagaimana polisi mengungkap kasus Whip Pink?
Polisi menyamar sebagai pembeli, melakukan transaksi via WhatsApp, lalu melacak lokasi distribusi hingga produksi.
3. Berapa jumlah barang bukti yang disita?
Sebanyak 1.784 tabung gas siap edar dan 274 tabung kosong, serta berbagai alat produksi lainnya.
4. Berapa omzet bisnis ilegal ini?
Omzet diperkirakan mencapai Rp2 hingga Rp5 miliar per bulan, bahkan sempat menyentuh Rp7,1 miliar.
Editor : Arya Kusuma