Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Hari Ini Jembatan Mahulu Ditabrak Tongkan Lagi! Pagi di Sungai Mahakam Berubah Tegang Saat Tongkang Batu Bara Tabrak Jembatan Mahulu

Arya Kusuma • Minggu, 25 Januari 2026 | 13:52 WIB

Tongkang batu bara melintang di dekat pilar Jembatan Mahulu Samarinda pascakejadian pagi hari.
Tongkang batu bara melintang di dekat pilar Jembatan Mahulu Samarinda pascakejadian pagi hari.

Ikhtisar: Jembatan Mahulu Samarinda kembali ditabrak tongkang batu bara, pelayaran Sungai Mahakam dihentikan sementara, lalu lintas kendaraan dibatasi.

Balikpapan TV - Hai Cess! Insiden kembali terjadi di Sungai Mahakam. Jembatan Mahulu Samarinda kembali ditabrak kapal ponton batu bara pada Minggu pagi, 25 Januari 2026. Kali ini, kapal Tugboat Marina 1631 yang menggandeng tongkang bermuatan ratusan ton menghantam pilar jembatan sisi Samarinda arah Loa Janan. Dampaknya bukan main. Pilar, fender pelindung, hingga kondisi struktur jembatan kembali jadi sorotan serius.

Kejadian ini bukan sekadar peristiwa lalu lintas air. Ada pembatasan pelayaran, pengaturan ulang lalu lintas darat, sampai proses penyelidikan oleh aparat terkait. Penasaran detail kronologinya, dampak ke aktivitas warga, sampai langkah cepat pemerintah daerah? Simak terus sampai akhir, Cess!

Mengapa Jembatan Mahulu kembali jadi sasaran tabrakan kapal?

Insiden ini terjadi sekitar pukul 06.00 Wita. Tugboat Marina 1631 dengan tongkang BG Marine Power 3306 bermuatan lebih dari 400 ton batu bara tampak mendekat ke pilar Jembatan Mahulu. Dalam hitungan detik, buritan tongkang menghantam pilar 8 dan 9 di sisi Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang. Fender pelindung jembatan ikut tersentuh dan posisinya dilaporkan miring, nyaris tenggelam ke dasar sungai.

Posisi tongkang sempat melintang dan menyandar di pilar jembatan. Kondisi ini memperparah situasi karena sebelumnya Jembatan Mahulu sudah pernah mengalami tabrakan. Warga sekitar langsung menyadari ada kejadian tidak biasa. Suara benturan keras memecah pagi yang biasanya diisi aktivitas rumah tangga, pahamlah ikam.

Menurut saksi mata bernama Teddy, suara benturan terdengar jelas. “Saya waktu kejadian sedang aktivitas di rumah, tiba suara nyaring itu, Duar, ngiiikk begitu, tertabrak, lalu digeseknya pilar beton itu sama buritan kapal. Waktu dilihat, ternyata tertabrak lagi jembatan,” ujarnya. Nah itu sudah, kondisi jembatan pun kembali jadi perhatian serius.

Apa dampak langsung tabrakan terhadap pelayaran Sungai Mahakam?

Pasca kejadian, alur pelayaran Sungai Mahakam langsung dihentikan sementara. Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Yusliando, mengonfirmasi pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelayaran atau KSOP Samarinda. Keputusan ini diambil untuk menjaga keselamatan dan mencegah risiko lanjutan.

“Kita sudah koordinasi dengan KSOP, penggolongan dihentikan dulu,” ucap Yusliando tegas. Penghentian sementara ini berlaku untuk memastikan area sekitar jembatan aman, sekaligus memberi ruang bagi proses penanganan tongkang yang sempat melintang.

Tongkang batu bara tersebut akhirnya ditarik menjauh dari pilar jembatan dengan bantuan dua hingga tiga tugboat. Proses penarikan dilakukan hati-hati karena posisi kapal sebelumnya masih sandar di pilar. Situasi ini membuat aktivitas pelayaran di sungai utama Kalimantan Timur itu benar-benar dikendalikan ketat, ya’kalo dipikir-pikir, keselamatan memang utama.

Baca Juga: Mengapa Catatan Waktu 23 Menit Jadi Sorotan di Kaltim Post Hebat Runstoppable 2026?

Bagaimana kondisi Jembatan Mahulu pascakejadian ini?

Kondisi Jembatan Mahulu dipastikan kembali mengalami kerusakan. Mengingat tabrakan sebelumnya, pemeriksaan lanjutan langsung dilakukan oleh pihak terkait. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kaltim, Muhammad Muran, menyampaikan bahwa pengukuran geometri langsung dilakukan di lapangan.

Hasil sementara menunjukkan kendaraan dengan berat di bawah 8 ton masih diperbolehkan melintas. Namun untuk kendaraan di atas 8 ton, sementara tidak diizinkan melintas di atas jembatan. “Kami lagi melakukan pengukuran geometri, untuk lalin kendaraan yang di bawah 8 ton masih bisa melintas, untuk kendaraan di atas 8 ton kami tidak diizinkan,” pungkasnya.

Pembatasan ini tentu berdampak pada mobilitas harian warga dan distribusi barang. Meski begitu, langkah ini diambil demi menjaga keamanan pengguna jalan. Bubuhan yang biasa melintas di jalur ini diminta bersabar, karena pemeriksaan lanjutan masih terus berjalan.

Siapa yang menangani penyelidikan insiden tabrakan ini?

Soal penyelidikan, Dinas Perhubungan Kaltim menegaskan hal tersebut menjadi ranah aparat penegak hukum di perairan. Yusliando menyebut bahwa kondisi kapal tugboat dan tongkang ditangani oleh Sat Polairud Polresta Samarinda bersama KSOP.

“Lebih tepatnya mereka yang melakukan penyelidikan,” tegasnya. Penyelidikan ini penting untuk mengetahui penyebab pasti insiden, sekaligus memastikan kejadian serupa tidak terus berulang di kemudian hari. Apalagi, Jembatan Mahulu termasuk infrastruktur vital yang menghubungkan aktivitas warga Samarinda dan sekitarnya.

Di sisi lain, pemeriksaan teknis jembatan juga akan dilakukan ulang oleh petugas terkait. Fokusnya memastikan struktur masih layak digunakan sesuai pembatasan yang sudah ditetapkan. Nah, ikam pasti pahamlah, keselamatan publik memang tidak bisa ditawar.

Insight: Insiden tabrakan Jembatan Mahulu menunjukkan pentingnya pengawasan ketat di jalur Sungai Mahakam yang padat aktivitas. Dampaknya terasa langsung ke pelayaran, lalu lintas darat, dan rasa aman warga. Dengan koordinasi lintas instansi, langkah cepat seperti penghentian pelayaran dan pembatasan kendaraan menjadi kunci menjaga keselamatan bersama serta mencegah kerusakan lebih parah pada infrastruktur vital daerah.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham situasi terkini di Samarinda, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ

Apa penyebab Jembatan Mahulu kembali ditabrak kapal?
Tabrakan terjadi saat tongkang batu bara yang digandeng Tugboat Marina 1631 menghantam pilar 8 dan 9 Jembatan Mahulu.

Apakah Jembatan Mahulu masih bisa dilewati kendaraan?
Masih bisa untuk kendaraan di bawah 8 ton, sementara kendaraan di atas 8 ton tidak diizinkan melintas.

Siapa yang menyelidiki insiden tabrakan ini?
Penyelidikan dilakukan oleh Sat Polairud Polresta Samarinda bersama KSOP Samarinda.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Dishub Kaltim #Jembatan Mahulu #Sungai Mahakam #Tugboat Marina 1631 #KSOP Samarinda