Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Jejak Abi Kusno Nachran, Luka, Ancaman, dan Keberanian: Jurnalis Kalimantan yang Berdiri di Garda Depan Melawan Mafia Kayu

Arya Kusuma • Kamis, 18 Desember 2025 | 12:15 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Nama Abi Kusno Nachran mungkin jarang muncul di linimasa generasi muda, namun jejak langkahnya tertanam kuat di hutan Kalimantan Tengah yang hijau, liar, dan penuh luka. Ia adalah jurnalis investigatif, pejuang lingkungan, sekaligus saksi hidup betapa kerasnya perlawanan terhadap praktik illegal logging yang merusak bentang alam Kalimantan. Dari Pangkalan Bun hingga kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting, kisah Abi menyatu dengan kayu gelondongan, kapal asing, dan ancaman yang mengintai nyawa.

Cerita ini bukan sekadar catatan sejarah, tapi potret nyata tentang keberanian, tekanan, dan harga mahal sebuah kebenaran. Baca pelan-pelan, resapi tiap bagian, dan simak sampai akhir supaya ikam benar-benar paham mengapa nama Abi Kusno Nachran layak dikenang, Cess!.

Siapa Abi Kusno Nachran dan mengapa ia dihormati di Kalimantan?

Abi Kusno Nachran dikenal sebagai jurnalis yang teguh memegang prinsip kebenaran. Ia memulai langkahnya di dunia jurnalistik dengan fokus pada liputan investigatif, terutama soal kejahatan lingkungan di Kalimantan. Hutan, sungai, kapal kayu, dan jalur distribusi ilegal menjadi medan liputannya sehari-hari. Keberanian ini membuatnya dihormati masyarakat Kalimantan Tengah dan kalangan aktivis lingkungan, meski namanya tidak sering disebut di ruang publik arus utama.

Dalam menjalankan tugas jurnalistik, Abi kerap berhadapan langsung dengan pengusaha dan pejabat yang diduga terlibat penebangan liar. Ancaman dan intimidasi hadir sebagai konsekuensi. Namun, ia tetap berdiri di garis depan, mengungkap fakta apa adanya. Nah, di titik ini ikam pasti pahamlah, keberanian semacam ini bukan perkara ringan.

Penghormatan terhadap Abi lahir dari konsistensinya. Ia tidak berhenti saat tekanan datang. Ia justru semakin lantang menyuarakan kerusakan hutan dan praktik ilegal yang menggerogoti masa depan Kalimantan, pahamlah ikam.

Potret hutan Kalimantan dan kayu gelondongan ilegal, simbol perjuangan Abi Kusno Nachran melawan perusakan alam.
Potret hutan Kalimantan dan kayu gelondongan ilegal, simbol perjuangan Abi Kusno Nachran melawan perusakan alam.

Baca Juga: Teras Rumah Smart Outdoor 2026! Sentuhan Pintar di Teras Rumah, Estetika Minimalis yang Tetap Terjaga Jadi Inpirasi 2026

Bagaimana pengungkapan illegal logging besar itu terjadi?

Salah satu aksi besar Abi Kusno Nachran adalah keterlibatannya dalam pengungkapan upaya pengiriman kayu ilegal dari Taman Nasional Tanjung Puting. Menurut informasi dari kanal Ruang Tengah, terdapat tiga kapal berbendera Tiongkok yang hendak membawa kayu hasil pembalakan liar. Laporan investigatif Abi memicu perhatian serius dari pihak berwenang.

Departemen Kehutanan bersama TNI AL kemudian mengambil langkah tegas dengan menahan kapal-kapal tersebut. Kayu gelondongan raksasa, jalur distribusi, dan aktor di baliknya mulai terkuak. Situasi ini mengguncang bisnis besar yang selama ini berjalan senyap. Nah’ itu sudah, ketika kebenaran terbuka, reaksi keras pun muncul.

Keberanian Abi tidak berhenti pada laporan. Ia juga berani menyebut dugaan keterlibatan pejabat. Tindakan ini menjadikannya target ancaman serius. Bubuhan aktivis tahu, langkah seperti ini sering berujung risiko besar bagi pelapornya.

Ancaman apa saja yang dihadapi Abi setelahnya?

Puncak kekerasan terjadi pada 28 November 2001. Di Pangkalan Bun, Abi Kusno Nachran dan editornya diserang sekelompok orang bersenjata tajam. Serangan brutal itu meninggalkan luka mendalam. Abi mengalami 17 luka bacokan di leher, dada, paha, dan punggung. Empat jari tangan kirinya putus, tangan kanannya nyaris terlepas, dan tubuhnya harus dijahit hingga 350 jahitan setelah operasi darurat tujuh jam dengan 29 kantong darah.

Meski selamat, teror tidak berhenti. Pada 2004, Abi terpilih menjadi anggota DPD Kalimantan Tengah. Jabatan politik tidak membuatnya aman. Pada 4 Juli 2006, saat meninjau lokasi penimbunan kayu liar di Muara Bulan, ia menerima kotak berisi kain kafan, gambar mayat, serta pesan intimidatif bertuliskan “Jangan bunuh mata pencaharian kami”.

Ancaman ini menunjukkan betapa kuatnya jaringan mafia kayu. Namun Abi tetap melangkah, pahamlah ikam, keberanian seperti ini jarang ada.

Bagaimana akhir hidup Abi Kusno Nachran dikenang?

Tragedi hidup Abi berakhir pada 24 Juli 2006. Saat melintas di jalan tol Palimanan-Kanci, Cirebon, ia mengalami kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawanya. Hingga akhir hayat, teror dan ancaman masih menghantui. Banyak pihak menduga peristiwa tersebut bukan kecelakaan biasa, melainkan upaya membungkam perjuangannya.

Sebelum penyerangan brutal tahun 2001, Abi sempat menyoroti bisnis kayu besar yang dikendalikan Tanjung Lingga Group milik Abdul Rasyid. Laporan EIA dan Telapak pada 2008 mengungkap keterlibatan Abdul Rasyid dalam bisnis penerbangan ilegal dengan keuntungan fantastis, hingga masuk daftar orang terkaya versi Forbes. Kini, kekayaannya berasal dari perkebunan sawit di bekas hutan yang dibabat.

Abi Kusno Nachran dikenang sebagai simbol perlawanan terhadap kejahatan lingkungan. Kisahnya menjadi pengingat, menjaga hutan berarti menjaga masa depan, dan perjuangan itu menuntut keberanian yang mahal harganya.

Ikhtisar Singkat
Abi Kusno Nachran adalah jurnalis investigatif dan pejuang lingkungan Kalimantan yang berani mengungkap illegal logging, menghadapi ancaman, kekerasan, hingga kehilangan nyawa. Bagikan kisah ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arti keberanian menjaga hutan.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

 

FAQ

  1. Mengapa Abi Kusno Nachran menjadi target ancaman?
    Karena laporannya mengungkap praktik illegal logging dan dugaan keterlibatan pihak berpengaruh.

  2. Apa dampak laporan Abi terhadap kasus kayu ilegal?
    Laporan tersebut memicu penahanan kapal kayu ilegal dan perhatian serius aparat.

  3. Mengapa kisah Abi penting untuk generasi sekarang?
    Karena menunjukkan risiko besar dalam memperjuangkan kebenaran dan lingkungan.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Ia disiksa oleh sekelompok orang suruhan pengusaha illegal logging di Kalimantan Tengah hingga koma dengan 350 Jahitan dan 4 jarinya hilang.
Ia disiksa oleh sekelompok orang suruhan pengusaha illegal logging di Kalimantan Tengah hingga koma dengan 350 Jahitan dan 4 jarinya hilang.

Editor : Arya Kusuma
#taman nasional tanjung puting #jurnalis lingkungan #illegal logging #kalimantan tengah #Abi Kusno Nachran