Balikpapan TV – Jumat, 5 Desember 2025, Hai Cess! Nilai ekspor Balikpapan pada September 2025 mengalami penurunan cukup tajam hingga menyentuh USD 384,89 juta, turun 23,45 persen dari bulan sebelumnya. Meski situasi tampak menekan, sinyal optimisme justru muncul dari komoditas non-migas lokal, terutama damar batu, resin alami hutan Kalimantan yang mulai menjadi primadona baru pasar internasional.
Cerita ini memantik harapan baru bagi ekonomi daerah, membuka lorong peluang di tengah tekanan statistik, dan mengajak bubuhan Balikpapan untuk menengok kembali kekuatan sumber daya alam terbarukan yang selama ini menunggu disorot lebih terang Cess!
Ketika angka menurun, biasanya rasa waswas ikut muncul. Tapi di balik itu, ada gerakan baru yang perlahan naik daun: komoditas lokal kembali bicara, UMKM kembali menyusun langkah, dan pemerintah daerah mulai menggeser fokus ke arah yang lebih berkelanjutan. Mari ikam simak lebih dalam bagaimana damar batu dan kolaborasi lintas lembaga membentuk harapan baru bagi ekspor Balikpapan Cess!
Bagaimana kondisi ekspor Balikpapan pada September 2025
Penurunan nilai ekspor Balikpapan pada September 2025 memang menjadi sorotan utama. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor daerah hanya mencapai USD 384,89 juta, ambles 23,45 persen dari bulan sebelumnya. Penurunan terutama ditopang oleh sektor non-migas yang merosot 24,97 persen menjadi USD 354,35 juta. Kondisi ini sedikit menggoyahkan keyakinan pelaku usaha yang selama ini mengandalkan perdagangan luar negeri sebagai sumber perputaran ekonomi daerah.
Namun, dinamika ekspor tidak melulu soal angka merah semata. Penurunan ini juga memicu diskusi baru mengenai ketergantungan berlebih pada komoditas migas dan olahan tertentu.
Pemerintah daerah pun menilai bahwa tren ini menjadi alarm awal untuk memperkuat diversifikasi ekonomi dan menggeser tumpuan pada komoditas yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan—sebuah kesempatan yang tidak muncul setiap hari Cess!
Mengapa damar batu menjadi bintang baru ekspor Balikpapan
Dari tengah hutan Kalimantan, damar batu muncul sebagai komoditas yang tidak hanya eksotis tetapi juga strategis. Resin alami ini telah menembus pasar internasional dan dinilai memiliki kualitas kompetitif. “Produk damar batu merupakan salah satu komoditas potensial dengan kualitas kompetitif, dan permintaan ini terus datang dari berbagai negara. Saya yakin komoditas ini bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah,” kata Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, Haemusri Umar.
Damar batu digunakan di berbagai industri, mulai dari aromaterapi, bahan kosmetik, hingga produk kimia ramah lingkungan. Nilai tambah inilah yang membuatnya tak sekadar barang mentah, melainkan produk bernilai tinggi bila diolah dengan baik. Ketika banyak komoditas terpukul pasar global, damar batu justru naik daun.
Inilah yang membuat pemerintah daerah memandangnya sebagai calon unggulan baru. Momentum ini bisa menjadi pintu bagi UMKM lokal dan sektor kehutanan berkelanjutan untuk bersinar di pasar internasional Cess!
Apa peran Balikpapan Export Center bagi UMKM lokal
Sejak resmi beroperasi pada Agustus 2025, Balikpapan Export Center hadir sebagai “mesin pendorong” baru bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM yang selama ini kesulitan menembus pasar luar negeri. Layanan yang diberikan tidak hanya administratif, tetapi juga strategis. Mulai dari konsultasi prosedur ekspor, standardisasi produk, pembayaran internasional, pendampingan penyusunan dokumen, sampai fasilitasi perjanjian dagang.
“Export Center menyediakan layanan yang sangat dibutuhkan pelaku UMKM. Kehadiran mereka menjadi simbol strategis yang memungkinkan produk lokal menjangkau pasar global,” lanjut Haemusri Umar.
Dengan layanan seperti ini, UMKM tidak lagi meraba-raba proses ekspor. Banyak bubuhan pengusaha kecil kini mulai bisa menyesuaikan standar global, memperbaiki kemasan, meningkatkan kualitas, dan mempelajari bagaimana persaingan di pasar internasional bekerja. Bagi mereka, fasilitas ini bukan sekadar kantor layanan—tetapi jembatan nyata menuju dunia yang lebih luas Cess!
Bagaimana pemerintah pusat menilai kontribusi Kaltim terhadap ekspor nasional
Di tingkat nasional, Kalimantan Timur tetap menjadi salah satu pemain besar dalam struktur ekspor Indonesia. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyampaikan bahwa kontribusi ekspor Kaltim masih berada pada kisaran 9 hingga 10 persen. Nilai ekspor Kaltim sendiri mencapai USD 1,87 juta dengan pertumbuhan 11,23 persen dibandingkan periode September 2025.
Bagi pemerintah pusat, sinergi antara daerah dan pusat adalah elemen kunci. “Kita membutuhkan kolaborasi dari tingkat atas hingga bawah agar memiliki suara dan arah yang sama. Tanpa kolaborasi, sulit mencapai tujuan bersama. Ekspor adalah bagian penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka pasar baru,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa strategi ekspor bukan hanya soal produk, tetapi juga tentang bagaimana semua pihak bergerak dalam irama yang sama Cess!
Seberapa penting peran UMKM dan target ekspor Indonesia 2025–2029
Penguatan UMKM menjadi fokus utama pemerintah dalam menjaga stabilitas ekspor nasional. Kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Koperasi dan UMKM, melahirkan strategi penataan standar dan kualitas produk agar bisa bersaing secara global.
“Kami mendorong peningkatan kualitas dan nilai tambah produk Indonesia agar mampu bersaing di pasar global. Penguatan UMKM menjadi salah satu kunci untuk menjaga pertumbuhan ekspor berkelanjutan,” kata Fajarini.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor nasional sebesar 7,1 persen pada 2025. Bahkan capaian semester I 2025 telah mencapai 7,7 persen, melebihi target awal. Untuk jangka panjang, Indonesia memasang target pertumbuhan 9,6 persen pada 2029 sebagai bagian dari roadmap menuju Indonesia Emas 2045. Dengan penguatan komoditas lokal seperti damar batu serta perbaikan kualitas UMKM, Balikpapan dan Kaltim diproyeksikan mampu memperluas kontribusi dan memperkuat posisinya pada peta ekspor nasional Cess!
Ringkasnya, meski ekspor Balikpapan sempat menurun pada September 2025, peluang baru justru bermunculan dari sektor non-migas seperti damar batu. Inovasi, kolaborasi, serta dorongan dari pusat dan daerah menjadi pondasi baru bagi ekonomi Balikpapan menuju arah yang lebih berkelanjutan. Kalau ikam merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham peluang baru perekonomian daerah Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apa keunggulan utama damar batu sebagai komoditas ekspor?
Damar batu memiliki kualitas kompetitif dan digunakan dalam berbagai industri global seperti kosmetik, aromaterapi, serta bahan kimia ramah lingkungan.
2. Bagaimana UMKM Balikpapan mendapat dukungan untuk ekspor?
Lewat Balikpapan Export Center yang menyediakan layanan konsultasi, standardisasi produk, pembayaran internasional, dan pendampingan dokumen.
3. Apa target ekspor nasional dalam beberapa tahun ke depan?
Pemerintah menargetkan pertumbuhan 7,1 persen pada 2025 dan 9,6 persen pada 2029 dalam roadmap menuju Indonesia Emas 2045.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.
Editor : Arya Kusuma