Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Viral! Bagaimana Bandara IMIP Bisa Beroperasi Tanpa Pengawasan Negara Tidak ada Bea Cukai dan Imigrasi? Bandara Private IMIP dan Ancaman Kedaulatan

Arya Kusuma • Rabu, 26 November 2025 | 13:34 WIB

Bandara IMIP Morowali kawasan udara tertutup yang memantik kekhawatiran publik.
Bandara IMIP Morowali kawasan udara tertutup yang memantik kekhawatiran publik.

Balikpapan TV - Hai Cess! Isu serius soal dugaan bandara tertutup di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, kembali mencuat setelah Presiden memerintahkan latihan TNI di wilayah rawan tambang ilegal.

Temuan bahwa bandara seluas kawasan 4.000 hektar itu beroperasi tanpa pengawasan Bea Cukai maupun Imigrasi memantik tanda tanya besar: siapa yang mengendalikan keluar-masuk orang dan barang di sana, dan bagaimana kedaulatan negara bisa terabaikan? Situasi ini makin mencolok ketika aparat keamanan pun disebut kesulitan masuk.

Dalam Video Yotube @Forum Keadilan TV berjudul BANDARA ILEGAL DIRESMIKAN JOKOWI DI MOROWALI TANPA PENGAWASAN NEGARA ini mengulas detail temuannya, respons pemerintah, serta ancaman pertahanan yang dinilai mengusik kedaulatan. Yuk lanjut, Cess, biar tidak tertinggal info pentingnya.

Apa yang memicu terungkapnya dugaan bandara ilegal di kawasan IMIP?

Isu ini mencuat setelah Presiden memerintahkan TNI menggelar latihan di daerah rawan tambang ilegal. Dari situlah perhatian publik tertuju pada Morowali. Kawasan industri IMIP ternyata menyimpan fasilitas udara yang beroperasi lama tanpa otoritas Indonesia.

Peneliti Etna Caroline Patisina menyebut bandara itu tidak memiliki pengawasan Bea Cukai dan Imigrasi. Artinya, mobilitas orang dan barang berlangsung tanpa pantauan negara. Ia menegaskan: aparat pun kesulitan masuk.

Bagaimana sikap TNI dan Menhan atas temuan tersebut?

Pada 20 November 2025, TNI menggelar latihan komando gabungan bertajuk “Perebutan Pangkalan Udara.” Lokasinya tidak jauh dari area bandara tertutup itu. Latihan ini menjadi simbol kesigapan pertahanan.

Menhan Safri Samsudin turut hadir dan memberi pernyataan tegas. “Enggak boleh ada negara di dalam negara,” ujarnya. Ia memastikan akan menyampaikan laporan soal ketiadaan Bea Cukai dan Imigrasi langsung kepada Presiden.

Baca Juga: Blueloft Samarinda Tempat Nongkrong Keluarga dengan Panorama Memikat

Mengapa keberadaan bandara tertutup menjadi ancaman pertahanan dan kedaulatan?

Dalam aspek pertahanan, bandara tertutup rawan disusupi barang berbahaya. Etna menjelaskan potensi masuknya kuman (penyakit), bom, senjata, hingga teknologi asing tanpa deteksi. Selain itu, pergerakan tenaga kerja asing dari investor juga tidak terpantau.

Secara geopolitik, lokasi Morowali dekat ALKI dan IKN. Ini menjadikannya titik strategis yang dapat dimanfaatkan aktor asing, termasuk sebagai akses kapal selam atau drone bawah laut. Rekam jejak kapal selam asing masuk ilegal ke wilayah Indonesia makin menambah urgensi persoalan ini.

Siapa saja pihak yang diduga terlibat dan bagaimana dampak bagi negara?

Data terbuka menunjukkan keberadaan jenderal purnawirawan yang tercatat sebagai komisaris PT IMIP. Nama seperti Sintong Panjaitan dan Hendarji menjadi sorotan. Etna menyebut hal ini mengisyaratkan adanya kongkalikong oknum tertentu dengan oligarki.

Kerugian negara tampak dari kerusakan lingkungan, ketidakjelasan pemasukan ekonomi, dan eksploitasi nikel tanpa benefit signifikan bagi bangsa. Kebijakan longgar era sebelumnya, termasuk tax holiday, dianggap membuka celah bagi praktik yang merugikan.

Apa langkah lanjutan yang diharapkan untuk mengembalikan kendali negara?

Menhan diharapkan segera menindaklanjuti laporannya ke Presiden. Etna menegaskan, bukan hanya TNI yang harus hadir. Bea Cukai, Imigrasi, AirNav, serta Kepolisian wajib ditempatkan untuk menjalankan fungsi negara yang semestinya.

Pengerahan TNI dipandang sebagai langkah darurat akibat instansi terkait tidak bertindak. Kejanggalan juga muncul ketika Jaksa Agung dan BPKP hadir dalam latihan, tetapi Kapolri tidak tampak. Publik berharap Presiden Prabowo akan bersikap firm terhadap segala bentuk ancaman kedaulatan.

Isu bandara tertutup di IMIP Dalam Video Yotube @Forum Keadilan TV berjudul BANDARA ILEGAL DIRESMIKAN JOKOWI DI MOROWALI TANPA PENGAWASAN NEGARA memunculkan kekhawatiran besar terkait pertahanan, kedaulatan, dan celah masuk aktivitas ilegal. Latihan gabungan TNI menjadi penegasan negara hadir. Namun penyelesaian masalah ini membutuhkan keterlibatan aparat lengkap, bukan hanya TNI.

Jika kamu merasa informasi in penting, boleh banget dibagikan ke teman lain biar makin banyak yang paham konteksnya.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Mengapa bandara tertutup di IMIP dinilai berbahaya?
Karena tidak diawasi Bea Cukai dan Imigrasi, sehingga akses orang dan barang berlangsung tanpa pantauan negara.

2. Apakah pemerintah sudah bertindak?
Ya. TNI melakukan latihan komando gabungan sebagai sinyal ketegasan, dan Menhan menyampaikan temuan ini kepada Presiden.

3. Apa langkah penting yang perlu segera dilakukan?
Penempatan aparat negara seperti Bea Cukai, Imigrasi, AirNav, dan Kepolisian agar fungsi pengawasan kembali dalam kendali negara.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Editor : Arya Kusuma
#Menhan Safri Samsudin #Bandara tertutup #IMIP Morowali #Kedaulatan indonesia #Bandara Private IMIP