Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Beras Ilegal Thailand! Amran Tegaskan Tak Toleransi Beras Masuk Ilegal, DPR RI Minta Usut Tuntas Tidak Boleh Bermain-Main Dengan Kebijakan Nasiona;

Arya Kusuma • Selasa, 25 November 2025 | 09:07 WIB

Beras ilegal Thailand disita di gudang Sabang, memperlihatkan operasi pemerintah menegakkan hukum dan melindungi petani lokal.
Beras ilegal Thailand disita di gudang Sabang, memperlihatkan operasi pemerintah menegakkan hukum dan melindungi petani lokal.

Balikpapan TV - Hai Cess! Pemerintah Indonesia kembali melakukan operasi penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Kali ini, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama aparat penegak hukum menyita 250 ton beras ilegal asal Thailand yang masuk diam-diam melalui Pelabuhan Sabang, Aceh. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan tindakan cepat ini dilakukan demi melindungi petani lokal dan stabilitas harga beras di pasar domestik.

Baca terus, Cess, karena kita akan kupas tuntas kronologi penyelundupan, respons pemerintah, hingga potensi dampak bagi petani dan konsumen.

Apa yang membuat beras ilegal ini begitu berisiko bagi Indonesia?

Beras impor tersebut masuk tanpa dokumen resmi dan tidak tercatat dalam sistem perkarantinaan, sehingga kualitas dan keamanannya belum terjamin. Menurut Amran, hal ini bisa membahayakan konsumen dan merugikan petani lokal karena beras ilegal biasanya dijual lebih murah.

"Meski sedang sakit dan diinfus, saya langsung instruksikan tim untuk bergerak. Tidak boleh ada celah bagi penyelundupan yang mengancam petani kita," ujar Amran.

Bagaimana kronologi penyitaan 250 ton beras ilegal ini?

Operasi penyitaan dilakukan setelah Amran menerima laporan mendadak pada dini hari. Tim gabungan segera turun ke gudang milik PT Multazam Sabang Group (MSG) tempat beras tersebut disimpan. Seluruh beras langsung diamankan sebagai barang bukti dan sedang ditelusuri rantai distribusinya.

Temuan ini menguatkan dugaan adanya praktik penyelundupan terorganisir yang memanfaatkan jalur perbatasan untuk memasukkan komoditas pangan dari luar negeri.

Baca Juga: Menyusuri Sungai Maron Emerald Flow Pacitan dengan Sensasi Tenang dan Natural

Siapa saja yang terlibat dan bagaimana tanggapan DPR?

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Rina Sa’adah, menilai masuknya beras ilegal ini bertentangan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menutup keran impor beras. Ia menekankan perlunya pengusutan tuntas semua pihak yang diduga terlibat, dari pelaku lapangan hingga jaringan terorganisir.

"Kami mengecam masuknya 250 ton beras ilegal dari Thailand. Pemerintah harus mengusut tuntas dan tidak boleh ada yang bermain-main dengan kebijakan nasional," tegas Rina. 

Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa’adah, usut tuntas beras import ilegal
Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa’adah, usut tuntas beras import ilegal

Apa dampak penyelundupan ini bagi pasar dan petani lokal?

Masuknya beras ilegal berpotensi menurunkan harga gabah dan beras di pasar karena biasanya dijual lebih murah dari produk lokal. Hal ini bisa merugikan petani dan melemahkan daya saing beras nasional. Selain itu, beras ilegal yang belum melalui pemeriksaan kualitas berisiko membahayakan konsumen, terutama jika ada kontaminan atau bahan tambahan berbahaya.

Langkah apa yang diambil pemerintah untuk mencegah kasus serupa?

Kementan memastikan semua impor harus legal, jelas asal usulnya, dan melalui karantina resmi. Pemerintah juga melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menutup celah penyelundupan, memperketat pengawasan pelabuhan, serta menindak tegas pelaku.

Amran menambahkan, operasi ini menunjukkan kesiapan pemerintah menegakkan hukum sekaligus melindungi petani dan masyarakat.

Tips singkat untuk konsumen:
Pastikan membeli beras dari distributor resmi dengan label dan dokumen jelas. Hindari tergiur harga murah dari sumber yang tidak jelas, demi kualitas dan keamanan pangan keluarga.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

Apakah beras ilegal ini sudah sempat beredar di masyarakat?
Beras ilegal berhasil diamankan sebelum sempat diedarkan, sehingga risiko konsumsi oleh masyarakat masih dapat dicegah.

Bagaimana pemerintah memastikan stok beras nasional tetap aman?
Saat ini stok beras nasional mencapai hampir 4,2 juta ton, berada pada level aman. Pemerintah terus memperketat pengawasan untuk mencegah penyelundupan.

Apa sanksi bagi pihak yang terbukti terlibat?
Pemerintah akan menindak tegas semua pelaku, mulai dari penanggung jawab gudang hingga jaringan terorganisir, sesuai peraturan hukum yang berlaku.

 

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Editor : Arya Kusuma
#beras ilegal #PT Multazam Sabang Group #pelabuhan sabang #menteri pertanian amran sulaiman