Balikpapan TV - Hai Cess! Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan bahwa komunikasi aktif antara masyarakat, pemerintah desa, dan legislator sangat penting agar persoalan pembangunan desa bisa cepat selesai dan tepat sasaran.
Dia menyampaikan hal itu pada Selasa (17/11/2025), menanggapi masih banyak persoalan di tingkat RT maupun desa yang belum tersampaikan secara optimal kepada DPRD. Menurutnya, DPRD punya kewenangan pengawasan, anggaran, dan pokok-pokok pikiran yang bisa dipakai untuk mendorong realisasi pembangunan bila komunikasi berjalan lancar.
Tapi Cess, yang bikin makin menarik: Yani bilang banyak masalah yang berlarut karena “kurangnya penyampaian informasi kepada wakil rakyat.” Nah, gimana caranya sinergi ini dibangun? Yuk, terus baca biar paham dan bisa jadi inspirasi buat kampung kita.
Apa yang menjadi akar masalah komunikasi desa – DPRD?
Ahmad Yani menilai banyak isu pembangunan di tingkat RT atau desa terhambat karena informasi dari warga tidak sampai ke wakil rakyat. Ia menyebut ini sebagai faktor utama pelemahan pengawasan dan perencanaan.
Akibatnya, potensi kebutuhan masyarakat untuk pembangunan sering tidak diakomodasi dalam pokok-pokok pikiran DPRD maupun dalam anggaran. Banyak aspirasi hilang di tengah jalan karena jalur komunikasi belum optimal.
Bagaimana DPRD bisa membantu lewat fungsi pengawasan dan pokok-pokok pikiran?
DPRD, menurut Yani, bisa memanfaatkan kewenangan pokok-pokok pikirannya untuk mendorong program pembangunan desa. Dengan konsep itu, legislator bisa mengusulkan bidang mana yang perlu prioritas pembangunan.
Selain itu, fungsi pengawasan DPRD juga krusial. Ia bisa memastikan bahwa anggaran desa dan program pembangunan bukan hanya muncul di atas kertas, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
Kenapa peran pemerintah desa begitu strategis dalam sinergi pembangunan?
Pemerintah desa dianggap sebagai jembatan antara warga dan DPRD. Yani menggarisbawahi bahwa desa harus aktif menyampaikan kebutuhan masyarakat agar wakil rakyat tahu persis apa yang diperlukan.
Kalau pemerintah desa responsif, komunikasi jadi dua arah dan efektif. Desa bisa menjadi mitra strategis DPRD dalam merumuskan kebijakan yang sifatnya berpihak ke rakyat kecil.
Apa manfaat konkret bagi masyarakat bila komunikasi ini dikuatkan?
Dengan komunikasi yang efektif, Yani percaya, ada peluang lebih besar bagi dukungan kebijakan, program, dan anggaran sesuai kebutuhan warga. “Dengan sentuhan pokok-pokok pikiran DPRD … masyarakat juga bisa merasakan manfaat pembangunan, termasuk peluang mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan,” ujarnya.
Sinergi ini juga memungkinkan pemerataan pembangunan dan responsivitas desa yang meningkat. Warga bisa benar-benar merasakan dampak pembangunan — bukan sekadar proyek fisik, tapi layanan dan fasilitas yang menyentuh kehidupan sehari-hari.
Ahmad Yani, Ketua DPRD Kukar, menekankan pentingnya komunikasi dinamis antara masyarakat, pemerintah desa, dan legislatif untuk mendorong pembangunan yang nyata. Ia menyoroti banyak persoalan desa berlarut karena aspirasi tidak tersampaikan dengan baik, padahal DPRD punya peran strategis dalam penganggaran dan pengawasan. Sinergi yang kuat antara desa dan DPRD bisa menghadirkan pembangunan tepat sasaran dan manfaat langsung bagi warga.
Yuk, bagikan artikel ini ke teman dan tetangga agar semakin banyak orang paham akan pentingnya komunikasi pembangunan di desa! Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' Satya
FAQ
1. Kenapa DPRD butuh aspirasi warga desa untuk pembangunan?
Karena aspirasi warga bisa menjadi basis pokok-pokok pikiran DPRD, sehingga anggaran dan kebijakan bisa diarahkan sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
2. Bagaimana warga bisa menyampaikan aspirasi ke DPRD dengan lebih efektif?
Warga bisa lewat forum desa, rapat RT, dan media sosial lokal agar aspirasi terdokumentasi dan dibawa ke DPRD.
3. Apa risiko jika komunikasi desa dan DPRD lemah?
Risikonya: pembangunan tidak tepat sasaran, anggaran terbuang, dan kebutuhan masyarakat tidak seutuhnya terpenuhi.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.