Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Kiprah Panjang Antasari Azhar di Dunia Hukum Indonesia! Warisan Ketegasan dalam Pemberantasan Korupsi

Arya Kusuma • Senin, 10 November 2025 | 14:36 WIB

Potret ketegasan dan perjalanan panjang pemberantasan korupsi di Indonesia.
Potret ketegasan dan perjalanan panjang pemberantasan korupsi di Indonesia.

Samarinda TV – Apa Khabar Cess? Kabar duka menyelimuti dunia hukum Indonesia. Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, berpulang pada Sabtu, 8 November 2025. Ia meninggal dunia di usia 72 tahun. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh kuasa hukumnya, Boyamin Saiman, yang menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian sang mantan jaksa yang dikenal tegas dan kontroversial itu.

“Betul, baru saya dapat kabar dari rekan-rekan kejaksaan. Pak Antasari meninggal dunia,” ujar Boyamin kepada wartawan. Jenazah almarhum akan disalatkan di Masjid Asy Syarif, BSD Tangerang Selatan, selepas salat Asar. “Mohon doa dan maaf atas segala kesalahan beliau,” tambah Boyamin dengan nada haru.

Perjalanan hidup Antasari bagaikan naskah besar tentang perjuangan, kuasa, dan ujian hidup. Dari Bangka Belitung hingga Jakarta Selatan, jejaknya meninggalkan warna tersendiri di panggung hukum nasional. Yuk, lanjut baca kisahnya, Wal — biar kita paham lebih dalam tentang sosok yang pernah jadi pusat perhatian se-Indonesia ini.

Siapa Sebenarnya Sosok Antasari Azhar?

Lahir di Pangkalpinang, Bangka Belitung, 18 Maret 1953, Antasari adalah anak keempat dari 15 bersaudara. Ayahnya, Azhar Hamid, dikenal sebagai pejabat pajak yang disiplin dan berintegritas tinggi. Dari sanalah Antasari belajar arti tanggung jawab dan ketegasan dalam menjalani hidup.

Selepas lulus SMA di Jakarta pada 1971, ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Sriwijaya, Palembang, jurusan Tata Negara. Di kampus, Antasari aktif berorganisasi, pernah menjabat Ketua Senat Fakultas Hukum, dan dikenal sebagai mahasiswa vokal dalam aksi-aksi 1978. Sikapnya yang lugas dan berani itulah yang kelak membentuk gaya kepemimpinannya di lembaga penegak hukum.

Baca Juga: Menjejak Gunung Beriun Tantangan Ekstrem di Hutan Tropis Kalimantan, Bagaimana Rasanya Menaklukkan Jalur Berat Gunung Beriun?

Bagaimana Awal Karier Hukumnya Terbentuk?

Perjalanan karier Antasari dimulai dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) pada tahun 1981. Ia kemudian masuk ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat empat tahun berselang, dan dari sanalah namanya mulai menanjak.

Selama bertugas, Antasari sempat memegang beberapa posisi penting:

Dari pos terakhir itulah, ia dikenal publik luas — terutama saat menangani kasus Tommy Soeharto. Waktu itu, Samarinda pun ikut ramai bahas kasusnya di warung kopi dan media lokal, Wal. Gaya tegasnya disebut-sebut “nggandul” (tegas tapi tenang) seperti jaksa senior sejati.

Apa yang Terjadi Saat Menjabat Ketua KPK?

Pada Desember 2007, Antasari resmi dilantik sebagai Ketua KPK periode 2007–2011. Di bawah komandonya, KPK benar-benar menggigit. Ia memimpin operasi besar seperti penangkapan Jaksa Urip Tri Gunawan dan pengusaha Artalyta Suryani dalam kasus BLBI Syamsul Nursalim.

KPK juga berhasil menjerat politisi DPR, Al Amin Nur Nasution, dalam perkara dugaan suap izin pelepasan kawasan hutan di Sumatera Selatan.
Kiprahnya membuat masyarakat menaruh harapan tinggi. Tapi seperti kata pepatah lokal, “di atas langit masih ada langit” — nasib berkata lain.

Kasus Apa yang Mengubah Hidup Antasari?

Pada 2009, publik dikejutkan oleh tuduhan keterlibatan Antasari dalam pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Rajawali Putra Banjaran. Kasus ini menghebohkan seantero negeri. Dalam persidangan, Antasari didakwa bekerja sama dengan pengusaha Sigid Haryo Wibisono untuk menghabisi Nasrudin.

Meski sejak awal menolak tuduhan dan menyebut dirinya dijebak, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 18 tahun penjara pada 11 Februari 2010. Kasus itu menjadi salah satu drama hukum terbesar yang pernah disorot media nasional.

Setelah menjalani hukuman tujuh tahun enam bulan, ia akhirnya bebas bersyarat pada November 2016 dan kemudian mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo pada 2017.

Bagaimana Publik Mengingat Sosoknya Kini?

Antasari dikenal sebagai sosok yang kompleks — tegas, idealis, tapi juga manusiawi. Meski perjalanan hidupnya penuh badai, banyak yang tetap mengingat jasanya dalam memperkuat lembaga antikorupsi Indonesia.

Kuasa hukumnya, Boyamin Saiman, menyampaikan, “Kami mohon doa agar beliau diampuni dosanya dan keluarga diberi ketabahan.” Kata-kata itu sederhana, tapi sarat makna. Di Samarinda, banyak warga yang menilai kepergian Antasari adalah akhir dari satu bab penting dalam sejarah hukum Indonesia — bab tentang ketegasan, kejujuran, dan harga mahal dari kekuasaan.

Buat generasi muda, kisah Antasari bisa jadi pelajaran hidup: bahwa keberanian melawan korupsi tak selalu berakhir manis, tapi tetaplah menjadi cermin keteguhan moral.

Baca Juga: Ketika Dokter Tanya Chatbot: Film Pendek Doctor Aiman Bikin Ngakak tapi Ngeri

Apa Pelajaran yang Bisa Kita Ambil?

Kalau dipikir-pikir, perjalanan hidup Antasari adalah refleksi tentang idealisme dan risiko yang menyertainya. Dunia hukum itu keras, Wal. Tapi dari kisahnya, kita belajar bahwa integritas tetap jadi fondasi utama.

Bagi para pegiat hukum muda, penting menjaga etika profesi meski tekanan datang dari segala arah. Dan untuk masyarakat, kisah Antasari adalah pengingat: keadilan kadang berliku, tapi perjuangan menegakkannya tak boleh berhenti.

Kabar duka ini tentu menorehkan luka bagi banyak pihak. Antasari Azhar, sang jaksa yang tegas sekaligus kontroversial, telah berpulang. Namun dedikasinya di masa awal KPK akan selalu diingat.
Selamat jalan, Pak Antasari.
“Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Samarinda TV, teman update setia. Mantap Cess!”

 

FAQ

1. Dimana jenazah Antasari Azhar disalatkan?
Jenazah disalatkan di Masjid Asy Syarif, BSD, Tangerang Selatan, selepas salat Asar.

2. Kapan Antasari Azhar menjabat sebagai Ketua KPK?
Ia menjabat pada periode 2007–2011, namun diberhentikan pada 2009 setelah tersandung kasus hukum.

3. Apa warisan terbesar dari kepemimpinan Antasari di KPK?
Ketekunan dan keberanian dalam menindak kasus korupsi besar yang menjadi fondasi awal reputasi KPK.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Editor : Arya Kusuma
#Korupsi indonesia #Dunia Hukum #antasari azhar #kpk #Boyamin Saiman