Balikpapan TV - Hai Cess! Sebanyak 15 ribu anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Kutai Timur (Kutim) siap mendapat harapan baru lewat program Sekolah Rakyat (SR) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Program ini dirancang untuk memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, punya akses pendidikan yang layak dan menyeluruh — dari SD hingga SMA.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kutim, Ernata, menyebut SR menyasar anak-anak dari kategori desil satu dan dua dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang sebelumnya dikenal sebagai DTKS. Saat ini, 15 ribu anak telah terdata sebagai calon penerima manfaat, namun proses verifikasi dan validasi (verval) masih akan dilakukan untuk memastikan kesediaan mereka.
“15 ribu itu kita akan verval, apakah semuanya bersedia di situ. Siapa yang tidak bersedia dan siapa yang tidak,” kata Ernata, Senin (10/11).
Apa Itu Program Sekolah Rakyat dan Siapa Sasarannya?
Program Sekolah Rakyat adalah inisiatif Kemensos untuk menjamin pendidikan bagi anak dari keluarga tidak mampu. SR menjadi solusi nyata untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang terintegrasi. Anak-anak yang terpilih akan mendapatkan pendidikan formal dari SD, SMP, hingga SMA dalam satu kompleks.
Seluruh kebutuhan siswa—mulai dari pakaian, perlengkapan belajar, hingga tempat tinggal di asrama—akan ditanggung pemerintah pusat. Menariknya, konsep SR ini tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga karakter, keterampilan, dan pembentukan mental sosial.
Baca Juga: Hari Pahlawan 2025! Marsinah Diakui Sebagai Pahlawan Nasional, Perjuangan Buruh Diabadikan Negara
Bagaimana Fasilitas Sekolah Rakyat Akan Dibangun di Kutim?
Ernata menjelaskan, SR akan dibangun di lahan seluas lima hektare yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur di Jalan Simono, Sangatta Utara. Saat ini, lahan tersebut sedang dalam tahap kajian lintas instansi yang melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Pemukiman, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Badan Pertanahan.
“Kalau kajian sudah selesai, baru kita usulkan ke Kementerian Sosial. Setelah itu, Kemensos akan survei lahan, baru ditentukan oleh pusat layak atau tidaknya,” jelas Ernata.
Fasilitas SR nantinya mencakup ruang kelas modern, kantor guru, asrama putra-putri, lapangan olahraga, hingga area hijau untuk kegiatan luar ruang.
Bagaimana Mekanisme Seleksi dan Peran Pemkab Kutim?
Pemkab Kutim akan berperan besar dalam proses seleksi awal, khususnya pada tahap verifikasi calon siswa dan penyediaan lahan. Data anak penerima akan disaring agar tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan dari pusat.
Kapasitas tiap kelas akan mengikuti standar nasional, yaitu 25–30 siswa per kelas. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan orang tua, apakah mereka bersedia menitipkan anaknya di sekolah berbasis asrama tersebut.
“Tapi itu semua akan dikembalikan pada orang tua siswa. Apakah mau menitipkan anaknya di sekolah,” tutur Ernata.
Apa Harapan ke Depan dari Program Ini?
Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi langkah strategis menekan angka putus sekolah di Kutim. Dengan fasilitas lengkap dan pembiayaan penuh dari pemerintah pusat, SR bisa menjadi model pendidikan inklusif yang memprioritaskan anak dari keluarga pra-sejahtera.
Lebih dari itu, SR juga diharapkan membentuk generasi muda Kutai Timur yang mandiri, berdaya, dan siap bersaing di masa depan. Pemerintah daerah dan masyarakat kini menanti realisasi program ini agar dapat segera membawa manfaat nyata bagi ribuan keluarga.
Program Sekolah Rakyat di Kutai Timur menjadi angin segar bagi 15 ribu anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Melalui sinergi antara Pemkab Kutim dan Kemensos, mereka akan mendapat akses pendidikan berkualitas lengkap dengan fasilitas dan asrama.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
1. Kapan Sekolah Rakyat di Kutim mulai dibangun?
Masih dalam tahap kajian lintas instansi dan menunggu survei dari Kementerian Sosial sebelum pembangunan dimulai.
2. Siapa yang bisa menjadi siswa Sekolah Rakyat?
Anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk kategori desil 1 dan 2 dalam data DTSEN.
3. Apakah semua biaya ditanggung pemerintah?
Ya, seluruh kebutuhan siswa mulai dari pakaian, alat tulis, makan, hingga asrama ditanggung pemerintah pusat.
DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.