Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Penculikan Bilqis Berakhir Bahagia! Bilqis Ditemukan di Jambi, Hilang di Makassar hingga Dipeluk Suku Anak Dalam dan kembali Kepangkuan Orang Tuanya

Arya Kusuma • Senin, 10 November 2025 | 13:53 WIB

Momen haru Bilqis, bocah Makassar yang ditemukan selamat di pedalaman Jambi setelah seminggu hilang.
Momen haru Bilqis, bocah Makassar yang ditemukan selamat di pedalaman Jambi setelah seminggu hilang.

Balikpapan TV - Hai Cess! Tangis haru menyelimuti rumah kecil di Makassar, saat Bilqis — bocah 4 tahun yang sempat hilang selama sepekan — akhirnya kembali ke pelukan keluarganya. Gadis mungil itu ditemukan selamat di pedalaman Jambi, setelah sempat dijual hingga ke kelompok Suku Anak Dalam.

Kisah ini bukan sekadar kabar kriminal biasa, tapi juga potret nyata sisi kemanusiaan di tengah kasus perdagangan anak yang masih menghantui negeri. Dari penculikan, penjualan, hingga momen haru penjemputan, semua meninggalkan jejak mendalam bagi banyak orang.

Bagaimana awal mula Bilqis bisa hilang di Makassar?

Peristiwa ini bermula pada Minggu, 2 November 2025. Saat itu, Bilqis tengah bermain di area playground Taman Pakui Sayang, Makassar, sementara ayahnya sedang bermain tenis tak jauh dari lokasi. Namun, dalam hitungan menit, Bilqis menghilang tanpa jejak.

Panik melanda. Pihak keluarga segera melapor ke polisi, dan pencarian dilakukan lintas kota. Tak disangka, penyelidikan membawa tim ke arah tak terduga — melibatkan media sosial dan perdagangan anak online.

Siapa pelaku di balik penculikan Bilqis?

Pelaku utama ternyata sosok yang dikenal keluarga: Sri Yuliana alias Ana, seorang pembantu rumah tangga berusia 30 tahun. Ia membawa Bilqis ke kamar kos di Jalan Abu Bakar Lambogo dan menawarkannya di grup Facebook “Adopsi Anak” dengan akun samaran.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandani Rajardjo Puro, mengungkapkan bahwa Ana berpura-pura ingin mencarikan pengasuh baru bagi Bilqis karena merasa tak mampu merawatnya. “Kemudian ada yang berminat membeli korban, yaitu NH asal Jakarta, dengan transaksi sebesar Rp3 juta,” ujar Djuhandani dalam konferensi pers.

Bagaimana Bilqis bisa sampai ke Jambi dan Suku Anak Dalam?

Setelah transaksi awal, NH membawa Bilqis dari Makassar menuju Jambi. Di sana, ia menghubungi pasangan suami istri Adit Prayitno Saputra dan Meriana, yang sudah lama mendambakan anak. Mereka membeli Bilqis seharga Rp15 juta.

Namun kisah jual beli ini tidak berhenti di situ. Pasangan tersebut menjual lagi Bilqis ke kelompok Suku Anak Dalam seharga Rp80 juta. “Dari hasil interogasi, keduanya juga mengaku telah memperjualbelikan sembilan bayi dan satu anak melalui TikTok dan WhatsApp,” jelas Kapolda.

Baca Juga: Kaltim Didorong Percepat Serapan Anggaran, Dana Rp4,9 Triliun Masih Parkir di Bank

Bagaimana proses penyelamatan Bilqis dilakukan?

Tim gabungan Polda Sulsel bersama kepolisian setempat di Jambi bergerak cepat. Setelah seminggu operasi lintas provinsi, akhirnya jejak Bilqis ditemukan di Desa Mentawak, Kabupaten Merangin, Jambi.

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Nasrullah, menjadi salah satu yang menjemput langsung Bilqis. Ia menceritakan momen menyentuh saat bocah itu dipeluk erat oleh seorang pria Suku Anak Dalam. “Itu menangis karena sudah dekat. Bilqis anak yang cepat akrab dengan siapa pun,” tuturnya.

Beruntung, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Bilqis tidak mengalami kekerasan selama di sana. “Memang tidak ada tindakan-tindakan itu selama diculik,” tambah Nasrullah.

Apa yang terjadi pada para pelaku setelah kasus ini terungkap?

Empat orang kini ditetapkan sebagai tersangka: Sri Yuliana, Nadia Hutri, Adit Prayitno Saputra, dan Meriana. Polisi mengungkap jaringan mereka cukup luas, melibatkan beberapa provinsi.

“Jaringannya sangat besar. Kami melakukan koordinasi antarwilayah karena proses penangkapan dan penyelidikan tersebar di beberapa tempat,” kata Djuhandani. Para pelaku dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

Polisi kini juga menelusuri kemungkinan adanya jaringan perdagangan anak lain yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.

Kini Bilqis telah kembali ke rumahnya di Makassar. Meski sempat berpindah tangan dan jauh dari keluarga, ia pulang dalam keadaan sehat. Tangis, tawa, dan pelukan menyatu di ruang tamu rumah sederhana itu — simbol dari cinta yang tak lekang oleh jarak.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

 

FAQ

1. Apakah Bilqis mengalami trauma setelah penculikan?
Hingga kini, pihak keluarga masih mendampingi Bilqis secara psikologis dengan bantuan profesional agar pulih dari pengalaman traumatis.

2. Bagaimana polisi melacak keberadaan Bilqis?
Tim melakukan pelacakan lintas wilayah melalui jejak digital transaksi media sosial dan komunikasi antar pelaku.

3. Apakah ada upaya untuk mencegah kasus serupa?
Ya, Polda Sulsel mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penawaran adopsi anak melalui media sosial dan memperkuat edukasi keamanan anak di ruang publik.

DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Editor : Arya Kusuma
#bilqis #penculikan anak makassar #suku anak dalam #polda sulsel