Balikpapan TV - Hai Cess! Indonesia dan Korea Selatan kembali mempererat kemitraan strategis melalui pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Hwabaek International Convention Center (HICO), Gyeongju, Sabtu (1 November 2025).
Pertemuan berlangsung di sela perhelatan KTT APEC 2025 dan membahas kerja sama ekonomi, perdagangan, pertahanan, hingga kebudayaan.
Pertemuan itu berlangsung dalam suasana akrab dan penuh penghormatan. Kedua presiden saling mengapresiasi hubungan panjang kedua negara yang berjalan konstruktif dan saling mendukung.
Dalam penyampaiannya, Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan serta penyelenggaraan APEC yang dinilai produktif dan tepat waktu. Ia juga sempat menyampaikan kekaguman atas jamuan makan malam budaya Korea.
Di sisi lain, Presiden Lee menegaskan pentingnya dialog, kolaborasi, dan stabilitas kawasan.
Kalau penasaran bagaimana arah kerja sama kedua negara ini ke depan, yuk lanjut baca sampai habis, Cess!
Baca Juga: Prabowo Jelaskan Peran Penting AI Atasi Kemiskinan dan Capai Ketahanan Pangan di RI
Bagaimana Hubungan Indonesia dan Korea Selatan Saat Ini?
Hubungan strategis Indonesia-Korea Selatan telah berkembang sejak lama dan mencakup banyak sektor. Presiden Lee menyebut kemitraan itu kini berada pada tingkat yang sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, hingga pertahanan.
Presiden Lee menyampaikan, “Republik Korea dan Indonesia telah membangun kerja sama di berbagai bidang dalam jangka waktu yang panjang. Kita telah membangun kerja sama di berbagai bidang, misalnya, di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi, serta di bidang pertahanan dan keamanan, dan kami telah membangun tingkat kerja sama ini ke tingkat yang sangat tinggi.”
Hubungan kedua negara ini juga punya dasar sejarah kuat dari Semangat Bandung 1955 yang menekankan keseimbangan, kerja sama, dan kemandirian dalam diplomasi kawasan Asia-Afrika.
Apa Fokus Pembahasan Pertemuan Bilateral di Gyeongju?
Pertemuan membahas peluang penguatan kerja sama melalui komunikasi intensif antara pemerintah dan pelaku industri. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa sektor ekonomi dan perdagangan jadi ruang yang terus terbuka bagi kolaborasi.
Presiden Prabowo menyampaikan, “Saya bertemu pemimpin industri dan bisnis Korea ketika mereka berkunjung ke Indonesia. Kami berdiskusi panjang lebar, dan kami sangat terbuka untuk partisipasi Korea yang berkelanjutan dalam perekonomian kami. Kami berharap dapat melanjutkan kerja sama ini.”
Pembahasan berlangsung hangat, dengan semangat saling menghormati visi pembangunan masing-masing negara.
Bagaimana Kolaborasi Pertahanan antara Indonesia dan Korea?
Bidang pertahanan menjadi salah satu pilar penting hubungan kedua negara. Salah satunya melalui proyek pengembangan pesawat tempur generasi baru KF-21 yang melibatkan tim teknis dan industri pertahanan kedua pihak.
Presiden Prabowo menegaskan, “Negosiasi masih berlanjut, dan tentu saja negosiasi selalu bergantung pada faktor ekonomi, harga, dan skema pembiayaan. Jadi, saya rasa para menteri kami akan terus berdiskusi dengan tim Anda, dan tim teknis kami juga akan melanjutkan hal ini.”
Dengan pendekatan hati-hati dan terukur, Indonesia dan Korea Selatan berupaya memastikan bahwa kerja sama ini memberi manfaat strategis jangka panjang.
Kenapa Kerja Sama Kebudayaan Ikut Dibahas?
Selain kerja sama ekonomi dan pertahanan, kedua pemimpin juga menyinggung bidang kebudayaan. Presiden Prabowo menilai kolaborasi budaya dapat memperkuat industri kreatif, menggerakkan pariwisata, dan meningkatkan daya saing seni lokal.
Presiden Prabowo bahkan mengakui tingginya antusiasme generasi muda Indonesia terhadap budaya Korea, terutama musik dan tarian populer. Kehangatan tersebut disambut ramah oleh Presiden Lee.
Dari sisi praktis, kerja sama budaya dapat membuka peluang pertukaran kreator, festival seni bersama, dan peningkatan daya tarik destinasi wisata antarnegara.
Pertemuan bilateral di Gyeongju menunjukkan bahwa Indonesia dan Korea tengah berada dalam momentum baik untuk memperkuat kemitraan strategis di banyak sektor.
Komunikasi yang cair, kerja sama yang terbuka, serta kehangatan diplomatik memperlihatkan hubungan yang saling menghargai dan berorientasi masa depan.
Yuk, sebarkan informasi bermanfaat ini ke teman dan keluargamu biar makin update soal isu kawasan dan arah kebijakan luar negeri Indonesia, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
1. Apa tujuan utama pertemuan bilateral ini?
Untuk memperkuat kerja sama ekonomi, pertahanan, dan kebudayaan antara Indonesia dan Korea.
2. Apakah proyek pesawat KF-21 masih berjalan?
Ya, negosiasi teknis dan pembahasan skema pembiayaan masih berlangsung.
3. Mengapa kerja sama kebudayaan dianggap penting?
Karena kolaborasi budaya mendukung pertumbuhan industri kreatif, pariwisata, dan memperkuat hubungan antar masyarakat.
DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.