Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Prabowo Jelaskan Peran Penting AI Atasi Kemiskinan dan Capai Ketahanan Pangan di RI

Rizkiyan Akbar • Minggu, 2 November 2025 | 08:11 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV – Hai Cess! Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) dan teknologi tinggi menjadi kunci percepatan atasi kemiskinan serta penguatan ketahanan pangan Indonesia.

Disampaikan langsung dalam APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) sesi ke-2 di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1 November 2025), Prabowo menaruh fokus pada pemanfaatan teknologi untuk menjawab tantangan mendesak pembangunan nasional.

Dalam sambutannya, Prabowo menjelaskan arah besar Indonesia ke depan: memerangi kemiskinan dan kelaparan secara strategis, cepat, dan terukur.

Di sisi lain, penerapan AI di sektor pertanian disebutnya telah menghasilkan capaian penting menuju swasembada beras dan jagung.

Nah, di bagian tersebut mungkin bertanya: seberapa besar sebenarnya peran teknologi dalam mendukung masa depan pangan dan kesejahteraan Indonesia? Yuk lanjut baca sampai habis, Cess!

Baca Juga: Prabowo Usulkan Guru Selandia Baru Perkuat Pelatihan Bahasa Inggris Pekerja Indonesia

Bagaimana AI Menjadi Kunci Atasi Kemiskinan di Indonesia?

Presiden Prabowo menegaskan tugas paling mendesak Indonesia saat ini adalah menuntaskan kemiskinan dan kelaparan. Pemerintah memusatkan upaya penuh pada agenda ini.

Menurut Prabowo: “Inilah sebabnya mengapa tugas paling mendesak bagi Indonesia dan hal yang terus kami sampaikan kepada para mitra ekonomi kami adalah untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan sesegera mungkin. Kami sedang memusatkan seluruh upaya untuk hal ini.”

Dengan pemanfaatan AI, proses analisis data sosial bisa menjadi lebih presisi, sehingga distribusi bantuan pangan, subsidi, dan program perlindungan sosial dapat lebih tepat sasaran.

Teknologi ini mendukung keputusan berbasis data sehingga dampaknya langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Sejauh Apa AI Sudah Diterapkan di Sektor Pertanian?

Prabowo menyebut bahwa Indonesia mulai memetik hasil nyata dari penerapan AI dalam pertanian presisi. Dengan dukungan teknologi, produktivitas pangan meningkat signifikan.
Prabowo menyampaikan:

“Kami kini menggunakan AI di sektor pertanian untuk mengembangkan teknik pertanian yang presisi dan modern. Hal ini telah memungkinkan kami mencapai swasembada dalam produksi beras dan jagung.”

Target swasembada yang sebelumnya diperkirakan memerlukan empat tahun, justru berhasil dicapai lebih cepat dengan dukungan teknologi pertanian modern.

Indonesia bahkan mencatat tingkat produksi tertinggi sejak kemerdekaan, sebuah lompatan yang membawa harapan besar bagi masa depan pangan nasional.

Mengapa Kerja Sama Internasional Jadi Penting?

Selain isu pangan, Prabowo menyoroti tantangan kejahatan lintas batas seperti penyelundupan, korupsi, perdagangan narkotika, hingga perjudian daring.

“Diperkirakan Indonesia kehilangan sekitar 8 miliar dolar Amerika setiap tahun akibat aliran dana keluar yang disebabkan oleh perjudian daring,” ungkap Prabowo.

Kerja sama ekonomi kawasan, khususnya melalui APEC, diperlukan untuk mengatasi kerugian ini. Kolaborasi regional mendukung sistem pengawasan, reformasi kebijakan, serta pertukaran teknologi dan data untuk memerangi tindakan yang merugikan stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga: Bupati Sudewo Tak Jadi Dimakzulkan, Begini Keputusan DPRD Pati Dalam Sidang Paripurna

Bagaimana Pemerintah Mempersiapkan SDM Menghadapi Era Teknologi?

Prabowo menegaskan pentingnya peningkatan akses pendidikan dan kompetensi digital. Pemerintah ingin memastikan masyarakat siap menghadapi perubahan teknologi dan demografi.

“Kami ingin berpartisipasi dalam semua inisiatif APEC yang bertujuan meningkatkan kapasitas di bidang teknologi dan pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, pemberdayaan UMKM dan penguatan sistem kesehatan menjadi prioritas. Hal ini dirancang untuk mendukung produktivitas, kemandirian desa, dan ketahanan ekonomi lokal — termasuk di wilayah kota seperti Balikpapan yang sedang bertumbuh menuju ekosistem cerdas berbasis teknologi.

Pemanfaatan AI tidak hanya soal modernisasi teknologi, tapi juga menyangkut pemenuhan hak dasar masyarakat atas pangan dan kehidupan layak.

Pemerintah memfokuskan langkah pada pertanian presisi, penguatan kapasitas digital, serta kerja sama regional yang inklusif.

Yuk, sebarin info ini ke teman-teman dekatmu agar semakin banyak yang tau mengenai arah kebijakan pembangunan Indonesia, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

 

FAQ

1. Apa tujuan utama pemerintah dalam penerapan AI di Indonesia?

Untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan memperkuat ketahanan pangan.

2. Mengapa sektor pertanian menjadi prioritas penggunaan AI?

Karena sektor ini menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi.

3. Apakah kerja sama internasional berpengaruh pada keamanan ekonomi Indonesia?

Ya, kerja sama mendukung penanganan kejahatan lintas batas yang merugikan perekonomian negara.

 

DISKLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan peran AI dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan pada KTT APEC 2025 sesi ke-2 di Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1 November 2025).
Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan peran AI dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan pada KTT APEC 2025 sesi ke-2 di Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1 November 2025).

Editor : Arya Kusuma
#kemiskinan #ai #indonesia #prabowo #ketahanan pangan