Balikpapan TV – Hai Cess! Kalau kamu butuh pelarian sejenak dari riuhnya kota dan pengin ngerasain udara segar alami, Hutan Mangrove Center Graha Indah bisa jadi destinasi wajib masuk bucket list! Berlokasi di Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, tempat ini bukan sekadar ruang hijau—tapi rumah bagi ratusan satwa, pepohonan mangrove, dan ketenangan yang susah dicari di tengah hiruk-pikuk kota.
Tempat wisata edukatif ini berdiri di atas lahan seluas 150 hektare, dihiasi sekitar 40 jenis mangrove, dengan jenis Rhizophora mucronata sebagai penghuni dominan. Tak cuma pepohonan, kawasan ini juga jadi habitat alami bekantan (Nasalis larvatus)—satwa ikonik Kalimantan yang jumlahnya diperkirakan mencapai 400 ekor.
Baca Juga: Arus Deras Sungai Kariangau Telan Nyawa Pemuda Balikpapan, Ini Kronologinya
Wisata Alam yang Nyata, Bukan Sekadar Latar Instagram!
Berada di kawasan PGRI, Graha Indah Gang Mangrove VI RT.14, pengunjung langsung disambut suasana tenang dengan suara burung dan desir angin laut yang berhembus lembut. Udara di sini terasa berbeda — lembap tapi menenangkan, seakan menyapa siapa pun yang datang untuk menepi sejenak dari hiruk kehidupan kota.
Meski terkesan alami dan “liar”, pengelola sudah menyiapkan beragam fasilitas yang nyaman. Ada jalur tracking kayu yang memudahkan kamu menjelajah di antara akar-akar bakau, gazebo untuk rehat, musholla, dermaga, hingga spot foto estetik buat yang doyan update feed. Semua disusun rapi tanpa merusak ekosistem yang ada.
Serunya Menyusuri Sungai Somber dengan Perahu Klotok
Buat kamu yang suka petualangan, pengalaman paling seru di sini adalah menyusuri Sungai Somber naik perahu klotok atau kapal kecil. Dalam perjalanan selama kurang lebih 1 jam pulang-pergi, kamu akan melihat pemandangan hutan mangrove dari sisi yang berbeda—lebih intim, lebih hidup.
Satu perahu bisa menampung 7 sampai 10 orang, dan pengelola selalu memastikan keselamatan pengunjung dengan pelampung serta panduan dari pemandu lokal. Suara mesin perahu berpadu dengan kicauan burung dan percikan air jadi irama alami yang sulit dilupakan. Biaya sewanya sekitar Rp 300.000 per perahu, tapi sensasinya? Tak ternilai.
Rumah Nyaman untuk Si Hidung Panjang Bekantan
Salah satu daya tarik utama kawasan ini tentu saja kehadiran bekantan, si primata berhidung panjang khas Kalimantan. Menurut pengelola, populasi di kawasan ini mencapai sekitar 400 ekor dan terus dijaga keseimbangannya agar tetap lestari di habitat alaminya.
Bekantan biasanya muncul saat pagi atau sore hari, bermain di antara dahan bakau, atau sekadar menatap penasaran ke arah pengunjung. Selain bekantan, di kawasan ini juga ada ikan nila dan kerapu macan yang dibudidayakan lewat kegiatan keramba ikan. Ini bukan cuma wisata, tapi juga sarana edukasi tentang pentingnya menjaga keberlanjutan alam.
Harga Terjangkau, Pengalaman Tak Tergantikan
Masuk ke kawasan ini cukup merogoh kocek Rp 15.000 per orang. Harga yang relatif terjangkau untuk pengalaman sekaya ini. Dengan jam operasional pukul 08.00 sampai 17.00 WITA setiap hari, pengunjung bebas memilih waktu terbaik untuk berkeliling — pagi yang adem atau sore yang teduh.
Kalau mau menikmati semua spot tanpa terburu-buru, datanglah pagi-pagi. Selain udara masih segar, kamu bisa berkesempatan lebih besar melihat aktivitas bekantan. Jangan lupa bawa air minum sendiri dan gunakan alas kaki yang nyaman ya, karena kamu bakal jalan cukup jauh di jalur kayu yang membelah rimbunnya mangrove.
Spot Edukasi dan Healing Sekaligus
Hutan Mangrove Center Graha Indah bukan sekadar tempat jalan-jalan. Tempat ini juga sering dimanfaatkan untuk kegiatan edukasi lingkungan oleh sekolah, komunitas, hingga peneliti. Di sini, pengunjung bisa belajar langsung soal ekosistem mangrove, cara kerja akar bakau dalam menahan abrasi, hingga peran besar hutan ini dalam menjaga kestabilan iklim.
Tapi buat kamu yang cuma mau “healing” santai sambil duduk di gazebo, itu juga sah-sah aja. Kadang yang dibutuhkan cuma suara alam dan sedikit waktu buat diam. Dan di tempat ini, keduanya tersedia dalam dosis yang pas.
Cerita di Balik Hutan yang Menyatu dengan Warga
Uniknya, kawasan ini dikelola dengan melibatkan warga sekitar. Banyak di antara mereka yang menjadi pemandu, penjaga dermaga, hingga nelayan yang mengelola keramba ikan. Interaksi kecil dengan mereka seringkali jadi momen paling berkesan bagi pengunjung.
“Dulu banyak yang tak tahu fungsi hutan mangrove, sekarang orang sudah mulai sadar pentingnya menjaga alam,” ujar salah satu pemandu lokal sambil menuntun rombongan wisatawan melintasi jembatan kayu. Sentuhan lokal inilah yang membuat kunjungan terasa lebih hangat dan autentik.
Sudut Favorit Buat Pecinta Foto Alam
Bagi pemburu foto, Hutan Mangrove Center Graha Indah punya banyak spot menarik. Dari jembatan kayu panjang yang membelah hutan, gazebo dengan latar bakau, hingga panorama Sungai Somber yang memantulkan cahaya sore. Cahaya matahari yang menembus sela dedaunan menciptakan efek alami yang dramatis—tanpa perlu filter berlebih.
Bahkan, kalau beruntung, kamu bisa memotret siluet bekantan di antara ranting mangrove menjelang senja. Sebuah momen langka yang bisa jadi kenangan abadi dalam jepretan kamera atau sekadar di ingatan.
Tips Asyik Sebelum ke Mangrove Center Graha Indah
Biar kunjungan makin seru, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu siapkan. Pertama, pakai topi dan sunblock, karena jalur tracking cukup terbuka di beberapa titik. Kedua, hindari membuang sampah sembarangan—ingat, kamu sedang berada di kawasan konservasi. Ketiga, jangan memberi makan bekantan, karena makanan manusia bisa mengganggu sistem pencernaan mereka.
Dan terakhir, bawa kamera atau smartphone dengan baterai penuh. Percaya deh, kamu bakal pengin mengabadikan tiap sudutnya. Setiap langkah di jalur kayu punya cerita, setiap embusan angin membawa ketenangan.
Hutan Mangrove Center Graha Indah: Oase Hijau yang Tak Lekang Waktu
Di tengah laju urbanisasi Balikpapan yang kian pesat, tempat ini jadi pengingat bahwa harmoni antara manusia dan alam masih bisa dijaga. Hutan Mangrove Center Graha Indah bukan cuma wisata alam, tapi simbol dari semangat pelestarian lingkungan yang hidup dalam keseharian masyarakat kota minyak ini.
Jadi, kalau suatu hari kamu merasa penat dan butuh tempat untuk menyegarkan pikiran, datanglah ke sini. Hirup udara lautnya, dengarkan suara bekantan, dan biarkan alam menyapa kamu dengan caranya yang sederhana tapi bermakna.
Bagikan pengalaman ini ke teman-temanmu, siapa tahu mereka juga butuh healing yang sesungguhnya.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (Shifa)