Balikpapan TV - Hai Cess! Ada yang beda dari suasana rapat kali ini. Alih-alih di ruang pertemuan megah atau kantor berpendingin udara, Ketua DPRD Kalimantan Timur, H. Abdulloh, justru memilih warung sederhana milik pelaku UMKM sebagai lokasi rapat lapangan. Langkah itu bukan tanpa alasan — ia ingin suasana yang lebih membumi, dekat dengan denyut kehidupan masyarakat, terutama para pelaku transportasi dan warga sekitar pelabuhan ferry.
Rapat yang berlangsung santai namun serius itu membahas kondisi jalan menuju pelabuhan ferry Balikpapan yang kini rusak parah dan kerap mengganggu aktivitas warga. Dalam suasana akrab di warung kopi, Abdulloh menegaskan komitmen DPRD Kaltim untuk turun langsung memastikan persoalan infrastruktur tidak hanya dibicarakan di ruang rapat formal, tapi juga dirasakan dari lapangan tempat persoalan itu terjadi.
Rapat di Warung UMKM: Dekat dengan Realitas Masyarakat
H. Abdulloh mengungkapkan, pilihan lokasi rapat di warung UMKM ini bukan sekadar simbolik. “Kami sengaja memilih warung sederhana ini sebagai tempat rapat agar suasananya lebih dekat dengan realitas yang dihadapi masyarakat,” ujarnya. Dari tempat itulah, katanya, bisa terlihat langsung persoalan nyata yang dihadapi para pengguna jalan dan pelaku transportasi setiap hari.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaku UMKM lokal. Di tengah obrolan seputar perbaikan jalan dan transportasi, kehadiran pemimpin daerah di ruang sederhana memberi makna bahwa kebijakan terbaik lahir dari mendengar langsung suara rakyat.
Akses Vital Tak Boleh Rusak Terlalu Lama
Menurut Abdulloh, jalan menuju pelabuhan ferry merupakan aset milik Pemerintah Kota Balikpapan yang saat ini dipinjamkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Karena statusnya demikian, tanggung jawab perbaikan jalan sepenuhnya berada di bawah Pemprov Kaltim dan harus dibiayai melalui APBD Provinsi.
“Jalan ini adalah akses vital untuk mobilitas warga dan kegiatan ekonomi lintas daerah. Tidak bisa dibiarkan rusak terlalu lama,” tegasnya. Ia meminta agar Dinas PUPR dan instansi terkait segera bertindak cepat memperbaiki kondisi jalan. Ketegasan itu menunjukkan komitmen DPRD Kaltim dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan infrastruktur agar berjalan sesuai harapan masyarakat.
Rapat yang Humanis, Kebijakan yang Terasa Nyata
Keputusan Abdulloh untuk menggelar rapat di warung sederhana ini menuai apresiasi dari masyarakat sekitar. Banyak warga menilai langkah tersebut sebagai contoh nyata kepemimpinan yang tidak berjarak. “Biasanya pejabat rapat di gedung ber-AC, tapi kali ini beda. Kami senang karena beliau mau turun langsung melihat kondisi kami,” ujar salah satu warga yang hadir.
Suasana hangat di warung itu menjadi bukti bahwa pengambilan keputusan bisa tetap efektif walau dilakukan di tempat sederhana. Bahkan, justru dari sana lahir gagasan konkret yang lebih membumi dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Komitmen DPRD Kaltim untuk Pembangunan Berkelanjutan
Abdulloh menegaskan bahwa pendekatan lapangan seperti ini akan terus dilakukan. Ia percaya, pengawasan terhadap pembangunan tidak cukup dilakukan lewat laporan atau presentasi, tetapi harus melalui interaksi langsung dengan masyarakat yang merasakan dampaknya.
“Pengabdian tidak harus selalu ditunjukkan di balik meja rapat ber-AC, melainkan di tengah masyarakat yang merasakan langsung dampak kebijakan,” tutup Abdulloh dengan nada tegas dan bersahaja. Langkahnya menjadi cerminan kepemimpinan yang tidak hanya berbicara, tetapi benar-benar hadir untuk rakyat.
Pendekatan seperti ini patut jadi inspirasi, ya Cess! Pemimpin yang turun langsung ke lapangan bukan hanya mendengar, tapi juga melihat dan merasakan denyut kehidupan warganya.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”