Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Pesan Kuat Prabowo di Hari Ulang Tahun TNI ke 80! Prabowo Ingatkan TNI Jaga Kekayaan Alam dan Martabat Bangsa, TNI Harus Jadi Teladan

Arya Kusuma • Senin, 6 Oktober 2025 | 08:16 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberi amanat penuh makna di HUT ke-80 TNI di Monas, menekankan kepemimpinan teladan dan kekuatan keluarga prajurit.
Presiden Prabowo Subianto memberi amanat penuh makna di HUT ke-80 TNI di Monas, menekankan kepemimpinan teladan dan kekuatan keluarga prajurit.

Balikpapan TV – Hai Cess! Udara pagi di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (5/10), terasa berbeda. Di tengah barisan tegap ribuan prajurit, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berdiri dengan sorot mata penuh rasa hormat. Hari itu, Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun, bukan hanya derap langkah atau parade yang jadi sorotan, melainkan pesan mendalam yang ia sampaikan tentang makna keteladanan, pengabdian, dan kekuatan keluarga di balik seragam loreng.

Prabowo tidak hanya bicara soal strategi dan kekuatan militer, tapi juga sisi manusiawi dari prajurit—tentang istri yang menunggu dengan doa, tentang anak-anak yang tumbuh dengan bangga meski sering merindukan ayahnya, dan tentang tanggung jawab besar menjaga kedaulatan bangsa. Dengan suara tegas namun lembut, Prabowo mengingatkan bahwa di balik pasukan yang gagah, ada cinta dan pengorbanan yang tak kalah besar.

TNI dan Cinta yang Tak Pernah Pudar di Balik Seragam

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi mendalam kepada keluarga besar TNI, terutama kepada para istri dan anak prajurit. “Saya juga ucapkan terima kasih kepada istri-istri para prajurit, kepada anak-anak para prajurit yang dengan tabah, dengan setia mendukung suami-suaminya, dengan setia merawat anak-anaknya selama suaminya bertugas di tempat-tempat yang berbahaya,” ucapnya.

Kata-kata itu seperti menyentuh sisi terdalam dari pengabdian seorang prajurit. Tidak ada kemenangan tanpa doa, tidak ada keteguhan tanpa dukungan keluarga. Bagi banyak orang, mereka hanya melihat pasukan bersenjata. Tapi di balik itu, ada pelukan yang dirindukan, ada tangis yang tertahan, dan ada janji yang dijaga oleh kesetiaan.

Dari Monas untuk Negeri: Prabowo Tegaskan Jiwa Pengabdian dan Keteladanan TNI
Dari Monas untuk Negeri: Prabowo Tegaskan Jiwa Pengabdian dan Keteladanan TNI

Keteladanan Sejati: Pemimpin Harus Menjadi Contoh, Bukan Sekadar Pangkat

Presiden Prabowo menegaskan, TNI harus memiliki kepemimpinan yang berbasis pada keteladanan dan prestasi, bukan senioritas semata. “Kepemimpinan di TNI harus kepemimpinan keteladanan, harus kepemimpinan Ing Ngarso Sung Tulodo, harus memberi contoh di depan,” ujarnya tegas.

Ia menambahkan bahwa tidak ada ruang bagi pemimpin yang tidak profesional atau tidak memahami tugasnya. Pesan ini bukan sekadar untuk TNI, tapi juga refleksi untuk siapa pun yang mengemban tanggung jawab. Bahwa memimpin bukan soal posisi, tapi tentang memberi arah dengan integritas dan hati.

Baca Juga: Bapenda Kaltim Pastikan Bebas Opsen Pajak Kendaraan Bermotor, Target PAD 2025 Rp10 Triliun

Benteng Kedaulatan di Tengah Dunia yang Penuh Ketidakpastian

Di hadapan ribuan prajurit, Prabowo juga menyoroti peran TNI di era global yang penuh dinamika dan ancaman. Ia menegaskan, “TNI selalu tampil di saat kritis, tidak akan ragu untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat di atas segala kepentingan yang lain.”

Kalimat itu menggema, seolah mengingatkan kita pada sejarah panjang bangsa ini. Dari medan perjuangan hingga masa modern, TNI selalu hadir di garis depan—tidak hanya dalam perang, tapi juga dalam bencana, dalam menjaga ketertiban, dan dalam membangun kepercayaan publik. Dalam dunia yang serba cepat dan tak pasti, mereka tetap jadi jangkar keteguhan.

Melek Teknologi dan Adaptif: TNI di Era Kecerdasan Buatan

Prabowo juga mengingatkan pentingnya pembaruan dan adaptasi di tubuh TNI. “Saya perintahkan kepada Panglima TNI dan kepala staf untuk kaji terus perkembangan teknologi dan sains. Bila perlu, organisasi yang usang diganti dengan organisasi yang tepat untuk kepentingan bangsa Indonesia,” tuturnya.

Ia menekankan perlunya TNI mempelajari kecerdasan buatan, teknologi siber, dan inovasi pertahanan modern agar tidak tertinggal. Dunia sudah berubah, dan medan tempur tak lagi selalu berwujud fisik. Perang kini bisa terjadi dalam jaringan data dan ruang siber. Maka, semangat belajar dan beradaptasi jadi senjata utama agar TNI tetap relevan di masa depan.

Menjaga Kekayaan Alam, Menjaga Martabat Bangsa

Dalam bagian lain pidatonya, Prabowo berbicara lugas soal tanggung jawab besar TNI menjaga kekayaan alam Indonesia. “Kekayaan kita harus kita selamatkan, harus kita hemat, harus kita kelola untuk kita hilangkan kemiskinan dari bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa sumber daya alam Indonesia yang melimpah kerap menjadi incaran pihak asing. Karenanya, TNI harus menjadi benteng sekaligus pengawas agar kekayaan itu benar-benar dinikmati rakyat. Ini bukan hanya soal menjaga wilayah, tapi menjaga martabat dan masa depan bangsa. Sebab, keadilan sosial dan kemakmuran rakyat hanya bisa terwujud jika kekayaan negeri ini dikelola dengan bijak.

Refleksi: Di Balik Ketegasan, Ada Doa dan Cinta Tanah Air

Melihat wajah-wajah prajurit di barisan itu, terlihat jelas semangat dan kebanggaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Mereka bukan sekadar tentara—mereka adalah anak, suami, ayah, dan warga yang mencintai negerinya sepenuh hati. Prabowo menutup amanatnya dengan kalimat sederhana namun penuh makna: “Saya selalu berdoa Yang Maha Kuasa akan selalu beserta para prajurit dan keluarga besar TNI.”

Doa itu seperti benang merah yang mengikat seluruh amanatnya hari itu—tentang keteladanan, cinta tanah air, dan semangat menjaga kehormatan bangsa. Dari Monas, pesan itu menyebar, menembus hati banyak orang yang percaya bahwa kekuatan sejati TNI ada pada kesetiaan dan ketulusan.

Cess, dari pesan Prabowo kita belajar bahwa keteladanan bukan sekadar kata indah, tapi laku hidup yang nyata. Di balik disiplin dan ketegasan prajurit, selalu ada cinta dan tanggung jawab yang mengakar pada tanah air. Yuk, terus dukung semangat pengabdian ini!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Prabowo Subianto #Kepemimpinan Keteladanan #Jaga Kekayaan Alam dan Martabat Bangsa #HUT ke 80 TNI #Kekuatan TNI Indonesia