Balikpapantv.id - Hai Cess! Ramadan yang seharusnya penuh berkah malah diwarnai duka di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Dalam waktu kurang dari seminggu, dua kebakaran terjadi di wilayah Kelurahan Melayu.
Kali ini, si jago merah melahap habis satu rumah dan merusak satu lainnya hanya 45 menit sebelum azan Maghrib!
Lebih mengejutkan lagi, penyebabnya ternyata ulah anak-anak yang bermain petasan. Gimana ceritanya? Yuk, simak selengkapnya!
Kebakaran Kedua dalam Tiga Hari!
Kamis (20/3) petang, warga RT 24 Kelurahan Melayu panik bukan main. Api tiba-tiba membesar dari rumah Kasnan di Jalan Danau Melintang.
Dalam waktu singkat, kobaran api menyebar dan mengancam rumah di sekitarnya. Tak heran, kepanikan melanda, dan warga segera menghubungi pemadam kebakaran.
"Sekitar jam 17.30 WITA, api sudah besar. Kami langsung lapor pemadam," ungkap seorang warga setempat.
Beruntung, sembilan armada dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar bergerak cepat, dan api berhasil dipadamkan dalam 15 menit.
Penyebabnya Bikin Miris: Petasan Anak-Anak!
Dari hasil investigasi di TKP, kebakaran ini disebabkan oleh ulah anak-anak yang bermain petasan di gang sempit sebelah rumah Kasnan. Salah satu petasan ternyata nyelonong masuk ke dalam rumah melalui jendela yang terbuka.
"Kami nggak nyangka, tiba-tiba api sudah besar. Petasan itu masuk ke rumah Kasnan, terus kebakar semua," ujar Nurhayati, salah satu pemilik rumah yang terdampak.
Beruntung, Tak Ada Korban Jiwa
Meski kebakaran ini menghanguskan rumah Kasnan dan merusak rumah milik Rahmat Sukarni, syukurnya tak ada korban jiwa. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong, sehingga tidak ada yang terluka atau terjebak di dalamnya.
Namun, kerugian materil jelas tak bisa dianggap remeh. Selain kehilangan tempat tinggal, pemilik rumah juga harus merelakan harta benda yang ikut ludes dilalap api.
Pemadam Kebakaran Bertindak Cepat
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, atau yang akrab disapa Afe', mengungkapkan bahwa pihaknya segera menerjunkan sembilan armada pemadam begitu menerima laporan dari warga.
"Kami butuh waktu 15 menit untuk memadamkan api, dan syukurnya sebelum azan Maghrib, pendinginan sudah selesai," jelas Afe'.
Imbauan untuk Orang Tua: Lebih Waspada!
Melihat kejadian ini, Afe' kembali mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anak mereka, terutama saat bermain petasan.
"Kami rutin melakukan imbauan, tapi kejadian ini membuktikan bahwa pengawasan orang tua masih kurang. Kami harap kejadian seperti ini tak terulang lagi," tegasnya.
Jangan Sepelekan Bahaya Petasan!
Petasan memang terlihat seru, apalagi saat Ramadan. Tapi, kejadian di Tenggarong ini jadi bukti nyata bahwa kesenangan sesaat bisa berujung pada bencana besar.
Selain membahayakan rumah dan harta benda, petasan juga bisa mengancam nyawa jika tak digunakan dengan bijak.
Jadi, buat para orang tua, yuk lebih awas lagi terhadap anak-anak saat bermain di sekitar rumah!
Gimana menurut kalian, Cess? Kebakaran akibat petasan ini tentu jadi pelajaran penting buat kita semua. Jangan sampai hal serupa terjadi lagi! Yuk, share artikel ini biar makin banyak yang sadar akan bahaya petasan!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'