Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Benarkah Larangan dan Tarif Mahal Gunakan Drone di Kawasan Bromo dan Semeru Berkaitan Temuan Ladang Ganja! Cek Faktanya Cess!

Arya Kusuma • Rabu, 19 Maret 2025 | 09:20 WIB

Memang Beda!
Memang Beda!

Balikpapantv.id - Hai Cess! Belakangan ini media sosial diramaikan dengan kabar penemuan ladang ganja di kawasan konservasi Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Bahkan, ada yang mengaitkan temuan ini dengan aturan larangan penggunaan drone. Tapi, apakah benar ada hubungannya? Yuk, kita kupas tuntas faktanya biar nggak termakan hoaks!

Ladang Ganja Bukan di Jalur Wisata!

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, dengan tegas membantah klaim liar yang beredar.

Ia menegaskan bahwa lokasi ladang ganja tidak berada di jalur wisata Gunung Bromo maupun jalur pendakian Semeru.

"Jaraknya cukup jauh, sekitar 11 km dari Bromo dan 13 km dari Semeru," ungkapnya pada Senin (18/3/2025).

Penemuan ini sendiri terjadi dalam operasi gabungan pada September 2024 yang melibatkan BB TNBTS, Polres Lumajang, TNI, dan perangkat desa.

Ladang ganja ditemukan di Blok Pusung Duwur, Kecamatan Senduro dan Gucialit, Kabupaten Lumajang.

Mitos Larangan Drone & Ladang Ganja

Di media sosial, muncul spekulasi bahwa larangan penggunaan drone di kawasan Bromo dan Semeru terkait dengan temuan ladang ganja.

Tapi, nyatanya itu cuma asumsi tanpa dasar. Rudijanta menegaskan bahwa aturan tersebut sudah berlaku sejak 2019.

"Larangan drone di Gunung Semeru sudah berlaku sejak 2019 berdasarkan SOP Nomor SOP.01/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/4/2019. Tujuannya jelas, untuk menjaga fokus pendaki dan menghindari potensi bahaya di jalur ekstrem," jelasnya.

Selain itu, aturan tarif penggunaan drone di kawasan TNBTS juga bukan hal baru. Ini adalah bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024 yang berlaku secara nasional.

Kenapa Jalur Pendakian Semeru Sering Ditutup?

Selain isu ladang ganja dan drone, banyak yang bertanya-tanya kenapa jalur pendakian Semeru sering ditutup.

Nah, ternyata ini bukan kebijakan sepihak, loh! Setiap awal tahun, curah hujan meningkat drastis, disertai angin kencang dan potensi longsor. Demi keselamatan, jalur pun ditutup sementara.

"Penutupan jalur pendakian bukan hal baru. Ini langkah perlindungan bagi para pendaki," ujar Rudijanta.

Pemandu Pendakian: Bukan Sekadar Guide!

Kebijakan wajib pendamping bagi pendaki Semeru juga sempat jadi perdebatan. Beberapa orang menilai ini cuma strategi bisnis. Padahal, keberadaan pemandu justru membantu pendaki memahami kondisi lingkungan sekitar.

"Pemandu bukan hanya membantu navigasi, tetapi juga memberikan pengalaman lebih dengan interpretasi lingkungan," tambah Rudijanta.

Jangan Percaya Hoaks, Cek Fakta Dulu!

Banyaknya informasi simpang siur di media sosial membuat masyarakat sering kali terkecoh. Rudijanta mengajak semua pihak untuk lebih bijak dalam menyaring informasi.

"Kami mengajak masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan dan bersama-sama menjaga kelestarian alam.

Kolaborasi yang baik akan memastikan kawasan ini tetap terjaga bagi generasi mendatang," pungkasnya.

 

Jadi, sekarang udah jelas kan, Cess? Nggak ada hubungan antara ladang ganja dengan larangan drone! Jangan mudah termakan isu yang belum jelas faktanya, ya! Yuk, share artikel ini biar makin banyak yang tahu kebenarannya!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'

Penemuan ladang ganja di kawasan TNBTS sempat dikaitkan dengan aturan larangan drone. Ini fakta sebenarnya yang wajib kamu tahu!
Penemuan ladang ganja di kawasan TNBTS sempat dikaitkan dengan aturan larangan drone. Ini fakta sebenarnya yang wajib kamu tahu!

Editor : Arya Kusuma
#Larangan drone #Rudijanta Tjahja Nugraha #Balai Besar TNBTS #ladang ganja di bromo