Balikpapantv.id - Hai Cess! Pernah kebayang nggak sih kalau Bandara Haji Asan Sampit bisa jadi sepi penumpang? Yuk, kita kupas tuntas isu yang lagi hangat ini!
Kondisi Terkini Bandara Haji Asan Sampit
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan Bandara Haji Asan Sampit.
Saat ini, bandara tersebut hanya mampu didarati oleh pesawat jenis ATR72 dan Boeing 737-500. Masalahnya, pesawat Boeing 737-500 termasuk kategori klasik dengan usia yang tidak muda lagi dan jumlahnya semakin sedikit.
Jika pesawat jenis ini tidak beroperasi lagi, aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit bisa terhenti.
Dampak Terhentinya Operasional Pesawat Klasik
Jika pesawat klasik seperti Boeing 737-500 tidak lagi beroperasi, mobilitas masyarakat, perekonomian, hingga investasi di Kotim akan terhambat.
Bayangkan saja, perjalanan bisnis, distribusi barang, dan aktivitas lainnya yang bergantung pada transportasi udara akan terganggu.
Halikinnor menambahkan, "Mungkin nanti kita bisa mencari pesawat dari TransNusa atau Susi Air, tapi paling tidak, kita berdayakan apa yang ada dulu."
Rencana Pengembangan Bandara
Untuk mengatasi masalah ini, Pemkab Kotim bersama Kementerian Perhubungan berkolaborasi mengembangkan Bandara Haji Asan Sampit.
Rencana pengembangan meliputi perpanjangan landasan pacu dari 2.060 meter menjadi 2.250 meter pada tahun 2024 dan pelebaran landasan pada tahun 2025.
Selain itu, akan dilakukan pelebaran apron, pembangunan gedung pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran (KPK-PK), serta perluasan gedung terminal pada tahun 2026. Tujuannya agar bandara ini dapat melayani pesawat berbadan besar seperti Airbus 320.
Tantangan dalam Pengembangan
Namun, pengembangan ini tidak tanpa tantangan. Plt Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Rody Kamislam, menyebutkan bahwa perluasan total yang dibutuhkan mencapai 121 hektare, namun baru tersedia 44 hektare.
Artinya, masih diperlukan 77 hektare lagi untuk melengkapi berbagai fasilitas. Selain itu, pembebasan lahan seluas 5 hektare sedang dilakukan guna mendukung perpanjangan landasan pacu.
Komitmen Pemkab Kotim
Pemkab Kotim menunjukkan komitmennya dengan menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Perhubungan terkait pengembangan bandara.
Halikinnor menyatakan, "Kami serius sekali mendukung pengembangan bandara, karena ini memang menjadi kebutuhan dasar kita. Jadi doakan saja agar segera terealisasi."
Pentingnya Pengembangan Bandara untuk Ekonomi Daerah
Pengembangan Bandara Haji Asan Sampit sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas penduduk.
Kotim dikenal sebagai pintu gerbang perekonomian Kalimantan Tengah dengan sektor usaha yang semakin maju, terutama dalam bidang jasa, perkebunan kelapa sawit, dan pertambangan.
Dengan bandara yang lebih modern dan mampu melayani pesawat berbadan besar, diharapkan investasi dan perekonomian daerah akan semakin meningkat.
Harapan Masyarakat dan Pemerintah Daerah
Masyarakat dan pemerintah daerah berharap pengembangan bandara dapat segera terealisasi. Dengan fasilitas yang memadai, bandara ini akan menjadi pilihan strategis untuk maskapai, sehingga jumlah penerbangan dan penumpang akan meningkat signifikan.
Rody Kamislam optimistis, "Dengan fasilitas yang memadai, bandara ini akan menjadi pilihan strategis untuk maskapai, sehingga jumlah penerbangan dan penumpang akan meningkat signifikan."
Pengembangan Bandara Haji Asan Sampit bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang masa depan perekonomian dan mobilitas masyarakat Kotim.
Dengan kerjasama antara pemerintah daerah dan pusat, serta dukungan masyarakat, diharapkan bandara ini dapat berkembang sesuai harapan.
Editor : Arya Kusuma