Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Warung Pecel Lele Indonesia Bertebaran di Kamboja, Diduga Jadi Sarang Judol, Apa Respon Pemerintah?

Amirahnur Yasmien • Selasa, 26 November 2024 | 18:14 WIB

Ilustrasi Warung makan khas Indonesia berjajar di Poipet, Kamboja, jadi sorotan netizen terkait isu bisnis judol.
Ilustrasi Warung makan khas Indonesia berjajar di Poipet, Kamboja, jadi sorotan netizen terkait isu bisnis judol.

BalikpapanTv.id - Hai Cess! Poipet, daerah perbatasan Thailand dan Kamboja, lagi ramai dibahas netizen gara-gara peta Google Maps menunjukkan deretan warung makan Indonesia yang jumlahnya bejibun. Kok bisa ya?

Fenomena Warung Indonesia di Kamboja

Media sosial baru-baru ini diramaikan oleh unggahan akun X @_n0t4lfiaccount yang menunjukkan banyaknya warung makan khas Indonesia di Poipet, Kamboja. Nama-nama warungnya? Familiar banget! Ada Angkringan BOS, Pecel Lele Bu Yayuk, Bakso Bocil, RM Padang Jaya, hingga Pecel Lele Mantul.

“Jumlah penjual makanan khas Indo jauh lebih banyak dibanding negara lain. Ada supply karena ada demand, paham pasti kenapa demand itu ada di lokasi tersebut,” tulis akun tersebut.

Sontak, unggahan ini bikin netizen heboh. Kenapa Poipet, kota kecil yang jauh dari hiruk-pikuk wisata Asia Tenggara, jadi pusat warung makan Indonesia?

Baca Juga: Byeon Woo Seok Cetak Rekor Lagi, Jadi Ambassador Cartier dan Tak Henti Bikin Kagum!

Dugaan Sarang Judol

Dugaan pun mencuat, Poipet diduga jadi pusat judi online (judol) yang melibatkan banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Hal ini didukung oleh fakta bahwa judi di Kamboja legal dan banyak perusahaan di sana memang menargetkan pasar Indonesia.

“FYI banyak orang Indo yg bikin perusahaan judol disana & karyawannya pun hampir semua orang Indonesia, kenapa? Karena target pasarnya jg orang Indonesia. Di Kamboja bisnis judol itu legal, resmi, dan berlisensi,” tulis akun @bcs.

Bahkan, ditemukan grup Facebook Komunitas Indo Kamboja dengan 66 ribu anggota, tempat para PMI berbagi informasi lowongan kerja, promosi warung makan, hingga kebutuhan lainnya.

Pemerintah Dituding Tutup Mata

Fenomena ini menjadi viral dan telah dilihat lebih dari 2,7 juta kali. Beberapa netizen mengkritik pemerintah yang dianggap seolah-olah tutup mata terhadap isu ini.

“Semudah itu melacaknya, dan buat pelaku2nya bisa difilter dgn keimigrasian mana yg bener2 kerja resmi mana yg gelap,” tulis akun @213.

Ada pula yang mengaitkan masalah ini dengan potensi besar bisnis judol bagi pihak-pihak tertentu di Indonesia.

Baca Juga: PLN Gelar Bazar UMKM di Sarinah! Dorong UMKM Kawasan Timur Melangkah ke Pasar Global

Komunitas PMI di Poipet

Di sisi lain, kehadiran warung makan Indonesia ini juga menjadi penghubung sosial bagi para PMI di Poipet. Warung makan khas tanah air ini menjadi tempat berkumpul, nostalgia rasa, dan penyedia kebutuhan makanan sehari-hari.

Namun, hal ini tetap menimbulkan tanda tanya besar, apa saja aktivitas di balik keberadaan komunitas besar ini?

Solusi dan Peran Pemerintah

Fenomena ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Tidak hanya untuk mengawasi aktivitas yang mungkin melanggar hukum, tetapi juga memastikan perlindungan bagi PMI yang bekerja di luar negeri.

Salah satu langkah yang diusulkan netizen adalah penyaringan ketat di imigrasi serta pengawasan lebih intensif terhadap pekerja yang terlibat di sektor-sektor abu-abu seperti ini.

Editor : Arya Kusuma
#kamboja #pmi di poipet #warung indonesia #sarang judi