BalikpapanTv.id - Hai Cess! Makin hari, jajanan populer di kalangan muda semakin beragam. Salah satunya adalah Latiao, camilan asal Tiongkok dengan cita rasa pedas yang bikin nagih. Namun, hati-hati ya Cess, karena baru-baru ini BPOM telah mengeluarkan peringatan tentang produk ini!
BPOM Rilis Peringatan: Empat Varian Latiao Jadi Sorotan
BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) telah mengidentifikasi beberapa produk Latiao yang mengandung zat berbahaya.
Empat produk yang mendapat sorotan yaitu Luvmi Hot Spicy Latiao, C&J Candy Joy Latiao, KK Boy Latiao, dan Liangguil Latiao.
Hal ini mendorong Loka Pom Balikpapan untuk segera bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dalam memantau peredaran produk ini di wilayah Kota Minyak.
Puskesmas Turun Tangan, Pengawasan Diperketat
Dengan kolaborasi erat antara Loka Pom dan Dinas Kesehatan, pengawasan dilakukan hingga ke tingkat puskesmas.
Puskesmas setempat turut memantau langsung toko-toko dan swalayan yang menjual jajanan Latiao ini. Kepala Loka Pom Balikpapan, Gerson Pararak, menyampaikan bahwa operasi ini bertujuan untuk mencegah risiko keracunan pangan yang dapat membahayakan konsumen.
“Kami minta untuk produk yang beredar diturunkan dari etalase atau disimpan dan tidak boleh dijual. Ini disebut sebagai karantina mandiri,” ujarnya.
Apa Itu Karantina Mandiri Produk?
Karantina mandiri di sini bukan untuk manusia, Cess, melainkan untuk produk yang dianggap berpotensi membahayakan.
Artinya, sementara ini produk Latiao tersebut diharuskan untuk disimpan dan tidak dijual hingga hasil uji laboratorium lengkap tersedia. Tak perlu panik, ini langkah preventif yang penting untuk memastikan keamanan konsumen.
Sampel Dikirim ke Samarinda, Kenapa Harus Begitu?
Untuk memastikan ada atau tidaknya bakteri berbahaya, sampel Latiao yang ditemukan dikirim ke laboratorium BPOM di Samarinda.
Di sana, peralatan laboratorium lebih lengkap sehingga hasil uji lebih komprehensif. Langkah ini penting untuk memberikan data yang akurat dan terpercaya agar tindakan selanjutnya dapat ditentukan.
Waspada Bakteri Bacillus cereus, Bahaya untuk Kesehatan
Salah satu alasan utama peringatan BPOM adalah adanya risiko bakteri Bacillus cereus yang bisa menyebabkan keracunan makanan.
Bakteri ini bisa menyebabkan gejala mual, muntah, dan diare, terutama bagi anak-anak yang sering mengonsumsi jajanan ini. Jadi, kalau kamu punya adik atau saudara yang doyan Latiao, sebaiknya lebih waspada ya, Cess!
Produk Mana yang Aman? Masih dalam Tahap Uji
Gerson menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 40 varian Latiao yang beredar di Indonesia. Nantinya, hanya varian dengan kandungan aman yang akan diizinkan kembali ke pasar.
Pihak Loka Pom masih menunggu hasil laboratorium dari berbagai daerah untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Ada sekitar 40 jenis varian produk Latiao yang beredar di Indonesia. Nanti mana saja varian yang memiliki kandungan berbahaya, maka itu yang ditarik dan dimusnahkan,” jelas Gerson.
Langkah Selanjutnya: Penarikan dan Pemusnahan Produk
Jika hasil uji menunjukkan kandungan yang membahayakan, Loka Pom Balikpapan akan meminta distributor segera menarik produk Latiao dari pasaran.
Tidak hanya itu, produk yang terbukti berbahaya akan dimusnahkan untuk memastikan tidak ada lagi risiko bagi masyarakat. Langkah ini akan diambil sebagai bentuk perlindungan bagi konsumen di seluruh Indonesia.
Anak Muda Wajib Lebih Selektif Memilih Camilan
Meskipun camilan seperti Latiao menggoda dengan rasa pedas yang unik, tetap penting untuk memeriksa keamanannya. Pilihlah produk yang sudah terdaftar dan memiliki izin edar BPOM untuk menghindari risiko kesehatan. Lagi pula, kesehatan lebih penting daripada sekadar tren makanan, kan?
Ayo Jaga Kesehatan dengan Waspada Camilan yang Dikonsumsi
Dalam menjaga kesehatan, tak cukup hanya dengan gaya hidup sehat, tapi juga selektif dalam memilih jajanan.
Jangan biarkan diri tergoda pada camilan tanpa memikirkan risikonya. Jaga kesehatanmu dengan lebih selektif, dan mari tetap update dengan informasi terbaru seputar produk yang aman.
Yuk share artikel ini, Cess, agar teman-teman lain bisa lebih waspada!
Editor : Arya Kusuma