Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Memahami Kalikiben Saat Olahraga Lari Untuk Menghindari Sakit di Perur

AdminBTV • Rabu, 21 Januari 2026 | 16:40 WIB

gambar sakit perit saat lari
gambar sakit perit saat lari

Ikhtisar: Perut sakit saat lari bisa terjadi karena napas, hidrasi, dan kondisi perut, namun dapat dicegah dengan teknik dan persiapan tepat.

Balikpapan TV - Hai Cess! Lari dikenal sebagai olahraga paling simpel dan mudah dijalani berbagai kalangan. Namun, di balik kesederhanaannya, ada satu gangguan yang sering bikin aktivitas ini jadi kurang nyaman, yakni perut sakit saat lari. Rasa nyeri yang muncul, terutama di sisi kiri perut, kerap bikin langkah melambat bahkan berhenti total.

Penasaran kenapa kondisi ini bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya supaya aktivitas lari tetap lancar? Baca terus sampai habis, karena pembahasan berikut mengulas penyebab hingga langkah pencegahan yang bisa diterapkan sebelum dan saat lari, Cess!

Apa yang menyebabkan perut sakit saat lari?

Perut sakit saat lari sering disebut sebagai kalikiben. Kondisi ini muncul akibat guncangan berulang pada area perut ketika tubuh bergerak cepat. Banyak pelari, baik pemula maupun yang sudah terbiasa, pernah merasakan sensasi nyeri ini.

Salah satu pemicunya adalah teknik pernapasan yang kurang tepat. Napas yang dangkal membuat pasokan oksigen ke otot sekitar perut berkurang. Tubuh kemudian merespons dengan rasa kram atau nyeri sebagai sinyal bahwa ada ketidakseimbangan.

Selain itu, dehidrasi juga berperan besar. Saat cairan tubuh kurang, aliran darah ke sistem pencernaan makin berkurang karena tubuh memprioritaskan otot. Kondisi ini dapat memicu kalikiben, mual, bahkan muntah usai berlari, nah’ itu sudah, perlu diperhatikan.

Mengapa teknik napas berpengaruh besar saat berlari?

Teknik napas memengaruhi performa lari secara keseluruhan. Pernapasan yang tidak melibatkan diafragma membuat kerja otot perut menjadi lebih berat. Akibatnya, otot cepat lelah dan memicu nyeri.

Saat bernapas dangkal, oksigen yang masuk ke tubuh menjadi terbatas. Otot di sekitar perut tidak mendapatkan suplai yang cukup untuk menopang gerakan tubuh. Kondisi inilah yang sering menimbulkan kram pada salah satu sisi perut.

Menggunakan pernapasan diafragma membantu udara masuk lebih dalam dan merata. Dengan fokus pada pergerakan perut, bukan dada, distribusi oksigen menjadi lebih efektif. Cara ini juga membantu menjaga ritme lari tetap stabil, pahamlah ikam. 

Baca Juga: Sepeda Listrik sebagai Alternatif Transportasi Ramah Lingkungan

Bagaimana peran otot perut dan sistem pencernaan?

Otot perut berperan penting menjaga stabilitas tubuh saat lari. Tidak hanya kaki yang bekerja, bagian inti tubuh ikut menopang postur dan keseimbangan. Pada lari jarak jauh atau aktivitas berlebihan, otot perut bisa mengalami kelelahan.

Kelelahan otot abdominal dapat memicu kram, nyeri, hingga sensasi terbakar. Hal ini umum terjadi pada pelari maraton atau mereka yang meningkatkan intensitas lari secara drastis tanpa adaptasi bertahap.

Sistem pencernaan juga berpengaruh. Makan terlalu dekat dengan waktu lari membuat aliran darah teralihkan dari pencernaan ke otot. Jika makanan belum tercerna optimal, perut bisa terasa nyeri, mual, atau tidak nyaman selama berlari.

Apa langkah mengatasi dan mencegah perut sakit saat lari?

Saat perut mulai terasa nyeri, langkah awal adalah tetap tenang. Perlambat kecepatan, berjalan sejenak, lalu atur napas secara perlahan. Pernapasan diafragma membantu merilekskan otot perut yang tegang.

Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa diterapkan:
1. Lakukan pemanasan sebelum lari untuk melenturkan otot dan membiasakan pernapasan.
2. Atur pola makan, dengan jeda 2–4 jam setelah makan berat sebelum berlari.
3. Jaga hidrasi, minum air sekitar 400–600 ml sebelum olahraga dan secukupnya selama lari.

Hindari makanan tinggi lemak, serat, serta kafein beberapa jam sebelum lari. Persiapan yang tepat membantu mengurangi risiko kalikiben dan membuat aktivitas lari terasa lebih nyaman. 

langkah mengatasi dan mencegah perut sakit saat lari
langkah mengatasi dan mencegah perut sakit saat lari

Insight: Perut sakit saat lari merupakan sinyal tubuh yang tidak boleh diabaikan. Faktor napas, hidrasi, kondisi otot, dan sistem pencernaan saling berkaitan dalam menentukan kenyamanan berlari. Dengan memahami penyebab dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, aktivitas lari bisa dijalani lebih aman, stabil, dan menyenangkan dalam jangka panjang.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham cara lari nyaman tanpa gangguan perut.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' (kaila mutiara ramadhani)

FAQ

Kenapa perut kiri sering sakit saat lari?
Kondisi ini umum terjadi akibat kalikiben, yaitu guncangan perut dan teknik napas yang kurang tepat.

Apakah minum air sebelum lari boleh?
Boleh, bahkan dianjurkan, asalkan dalam jumlah cukup dan tidak berlebihan.

Berapa lama jeda makan sebelum lari?
Makanan berat sebaiknya dikonsumsi 2–4 jam sebelum lari agar pencernaan tidak terganggu.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia. 

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Hidrasi olahraga #Otot perut #Teknik pernapasan lari #Kesehatan bibir #Kalikiben