Balikpapan TV - Hai Cess! Stunting kembali jadi sorotan serius setelah dua dokter spesialis, Dr. Bawono Bhakti Yusuf Sp.A, M.Biomed dan Dr. Emy Pramita Utami Sp.GK, memaparkan penjelasan komprehensif tentang dampaknya bagi perkembangan otak anak serta cara pencegahannya mulai dari masa remaja putri hingga balita.
Keduanya menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan, tetapi merupakan kondisi serius yang berpengaruh jangka panjang terhadap fungsi otak, perkembangan kognitif, hingga kemampuan belajar anak.
Makin penasaran, kan? Yuk lanjut baca sampai tuntas, biar kamu makin paham kenapa pencegahan stunting itu wajib dimulai sejak dini, Cess!
Baca Juga: Seno Aji Ungkap Strategi Percepatan Penurunan Stunting di Kaltim
Bagaimana Stunting Sebenarnya Terjadi Sejak Dalam Kandungan?
Dr. Bawono menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi ketika panjang atau tinggi badan anak berada di bawah minus dua standar deviasi dari kurva pertumbuhan WHO.
“Stunting terjadi karena kekurangan gizi kronik, infeksi berulang, atau kondisi yang menghambat penyerapan nutrisi. Bukan karena faktor hormonal atau genetik semata,” jelasnya, Jumat (21 November 2025).
Ia menekankan bahwa proses terjadinya stunting sudah dimulai sejak janin berada dalam kandungan, terutama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan. Pada periode ini, terjadi pembentukan tabung saraf, perkembangan korteks otak, hingga pembentukan sinaps dan mielin.
Apa Dampaknya Jika Ibu Hamil Kurang Nutrisi?
Pada masa janin, otak berkembang masif. Kekurangan zat seperti asam folat, DHA, zat besi, dan kolin pada ibu hamil dapat menyebabkan jumlah neuron lebih sedikit serta sinaps otak yang renggang.
“Gangguan tersebut bersifat permanen dan dapat menyebabkan gangguan memori, bahasa, atensi, bahkan kemampuan problem solving anak,” kata Dr. Bawono.
Mengapa Intervensi Sebelum Usia Dua Tahun Sangat Menentukan?
Langkah perbaikan stunting punya peluang paling besar sebelum anak mencapai usia dua tahun. Setelah melewati 24 bulan, risiko gangguan belajar meningkat signifikan.
Menurut Dr. Bawono, penurunan IQ 10–15 poin pada anak stunting sulit dikejar bila intervensi dilakukan terlambat. Artinya, makin cepat dikenali, makin besar peluang pulih.
Apa Peran Remaja Putri dalam Pencegahan Stunting?
Dr. Emy menyoroti pentingnya pemenuhan gizi yang benar, bahkan dimulai dari masa remaja putri. Ia menjelaskan bahwa remaja putri rentan mengalami anemia, yang kelak dapat berpengaruh pada persiapan kehamilan.
“Anemia pada remaja putri yang berlanjut sampai kehamilan akan berdampak pada pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko bayi lahir dengan kondisi stunting,” paparnya.
Bagaimana Pemeriksaan Status Gizi Sebelum Kehamilan?
Menurut Dr. Emy, wanita yang merencanakan kehamilan perlu mengetahui status gizinya melalui pengukuran indeks massa tubuh dan lingkar lengan atas. Jika indikator tersebut menunjukkan kekurangan energi kronis, maka perbaikan gizi harus dilakukan sebelum hamil.
Intervensi ini penting sebagai modal awal tumbuh kembang janin, sekaligus mencegah risiko stunting sejak dini, Cess!
Nutrisi Apa Saja yang Wajib Dipenuhi Ibu Hamil dan Menyusui?
Saat memasuki kehamilan hingga menyusui, ibu harus memenuhi gizi seimbang seperti protein, zat besi, vitamin A hingga asam folat.
Dr. Emy juga menekankan bahwa MPASI harus dimulai tepat pada usia 6 bulan, diberikan secara bertahap, bervariasi, serta kaya akan protein hewani minimal dua porsi per hari. Setelah anak berusia satu tahun, kebutuhan protein hewani meningkat menjadi tiga porsi per hari.
Kenapa Lemak Penting untuk Tumbuh Kembang Anak?
Sering dianggap sepele, padahal lemak memberi kalori tambahan yang dibutuhkan balita. Sumbernya sederhana dan mudah ditemukan.
“Butter, minyak kelapa, keju, hingga minyak goreng biasa bisa digunakan sebagai sumber lemak yang aman dan efektif,” tegas Dr. Emy.
Baca Juga: Mitra Hijau dan ITK Soroti Kesiapan Kaltim Hadapi Transisi Energi serta Peluang Green Jobs
Apa yang Harus Dihindari Orang Tua dalam Pola Makan Anak?
Minuman berkafein seperti teh dan kopi dapat mengganggu penyerapan zat besi pada anak. Dampaknya fatal bila terus dibiarkan.
Dr. Emy mengingatkan bahwa pola makan anak harus bebas dari minuman yang menghambat penyerapan nutrisi penting.
Bagaimana Cara Memantau Pertumbuhan Anak Secara Tepat?
Dr. Bawono mengingatkan pemantauan rutin melalui buku KIA adalah kunci deteksi dini. Bila berat badan anak tidak naik selama dua bulan berturut-turut, orang tua harus segera melakukan konsultasi.
“Jika sudah diterapi di puskesmas selama dua minggu namun berat badan tetap tidak naik, segera rujuk ke dokter anak agar penyebabnya dapat dievaluasi lebih lanjut,” pungkasnya.
Mengapa Pencegahan Harus Dilakukan Serentak dari Remaja Putri Hingga Balita?
Kedua dokter menegaskan bahwa pencegahan tidak bisa menunggu anak lahir. Upaya harus dilakukan sejak remaja putri untuk persiapan kehamilan hingga pemberian ASI dan MPASI.
Langkah menyeluruh ini menjadi fondasi untuk mencetak generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Yuk, bagikan artikel ini ke teman-temanmu, Cess! Agar semakin banyak orang yang paham bagaimana mencegah stunting sejak dini.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apa tanda awal anak berisiko stunting?
Penambahan berat badan yang tidak stabil dua bulan berturut-turut dapat menjadi indikator awal risiko stunting.
2. Kapan MPASI seharusnya diberikan?
MPASI dimulai saat anak berusia 6 bulan, dengan menu bertahap dan kaya protein hewani.
3. Apakah remaja putri wajib memeriksa status gizi sebelum merencanakan kehamilan?
Ya. Pemeriksaan IMT dan lingkar lengan atas penting untuk mencegah kekurangan energi kronis yang dapat berdampak pada janin.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.