Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Penguatan Posyandu ILP! Praktik Lapangan Kader Posyandu Sungai Nangka Intensif Dipantau Puskesmas

Arya Kusuma • Kamis, 20 November 2025 | 12:54 WIB

Kader posyandu Balikpapan menjalani pelatihan ILP dengan praktik layanan lengkap
Kader posyandu Balikpapan menjalani pelatihan ILP dengan praktik layanan lengkap

Balikpapan TV – Hai Cess! Penguatan layanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Balikpapan terus digenjot dari tingkat kota hingga puskesmas. Pelatihan 25 kompetensi dasar kader posyandu digelar untuk memastikan layanan menyentuh seluruh siklus kehidupan—mulai ibu hamil, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.

Semua diarahkan agar peran posyandu makin solid dalam mendukung pencegahan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, hingga pemantauan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Kalau kamu pengin tahu bagaimana proses penguatannya, siapa saja yang terlibat, sampai praktik lapangannya seperti apa, lanjut terus baca artikel ini ya. Banyak hal penting yang terjadi di balik layar layanan posyandu yang mungkin selama ini kita anggap sederhana.

Apa yang Membuat Penguatan Posyandu ILP Jadi Fokus Utama Balikpapan?

Penguatan posyandu dilakukan karena posisinya makin strategis dalam pelayanan kesehatan dasar. Aturan terbaru, yaitu Permenkes Nomor 13 Tahun 2024, mendorong posyandu menjadi layanan terpadu lintas sektor.

Staf Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Muhammad Musafir Suprihadi, menjelaskan bahwa posyandu kini berada dalam kerangka enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Menurutnya:
“Posyandu sekarang tidak hanya milik sektor kesehatan, tetapi diampu lintas OPD sesuai SPM. Namun untuk SPM kesehatan, posyandu wajib diperkuat dengan kader yang memahami lima langkah layanan dan 25 keterampilan dasar.”

Bagaimana Pelatihan Kader Posyandu Dilakukan di Tingkat Kota?

Di tingkat kota, pelatihan diberikan melalui pembelajaran digital berbasis Massive Open Online Course (MOOC). Cara ini dianggap lebih fleksibel dan memudahkan kader untuk memahami materi secara bertahap.

Pelatihan fokus pada 25 kompetensi dasar kader yang mencakup seluruh layanan pada lima siklus kehidupan. Materi digital ini membantu kader mempelajari alur layanan secara runtut sebelum masuk ke tahapan praktik lapangan.

Apa Saja Lima Langkah Layanan Utama yang Wajib Dikuasai Kader?

Setiap posyandu wajib memiliki minimal lima kader. Mereka bertanggung jawab melaksanakan lima langkah layanan utama sesuai standar nasional.

Lima langkah itu mencakup pendaftaran seluruh sasaran, pengukuran dan penimbangan, pencatatan di buku KIA atau aplikasi ASIK, pelayanan kesehatan dasar, serta penyuluhan hidup bersih dan sehat. Musafir menegaskan:
“Sekarang posyandu melayani semua siklus hidup. Karena itu kader harus benar-benar menguasai 25 kompetensi yang menjadi standar nasional.”

Baca Juga: Upaya Dishub Atur Parkir MT Haryono! Bagaimana Rencana Kawasan Tertib Lalu Lintas Mampu Mengurai Macet MT Haryono?

Seperti Apa Peran Kader dalam Kunjungan Rumah?

Tak hanya melayani di posyandu, kader juga wajib turun melakukan kunjungan rumah. Ada dua jenis kunjungan: rutin dan khusus.
Kunjungan rutin ditujukan bagi sasaran yang tidak hadir di posyandu, sedangkan kunjungan khusus dilakukan untuk program tertentu seperti stunting, gizi kurang, atau pemantauan penyakit menular seperti TB.

Pendekatan ini bikin layanan kesehatan tetap menjangkau warga meski mereka memiliki keterbatasan hadir langsung. Prinsipnya: layanan posyandu harus proaktif, bukan menunggu.

Bagaimana Pelatihan Berlangsung di Level Puskesmas?

Pelatihan tidak berhenti di tingkat kota saja. Puskesmas juga memegang peran besar dalam memperkuat kapasitas kader.
Puskesmas Gunung Bahagia menggelar sesi praktik lapangan untuk 15 kader dari Kelurahan Sungai Nangka setelah sebelumnya menyelesaikan teori melalui LMS ‘Pelataran Sehat’.

Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Gunung Bahagia, Triana Handayani, menyampaikan:
“Posyandu ILP melayani lima siklus kehidupan. Supaya kader bisa menjalankan semua itu, mereka harus dibekali pengetahuan dan praktik. Karena itu ada sesi teori digital dan praktik lapangan.”

Dalam praktik lapangan di RT 40 Sungai Nangka, para kader dibagi tiga kelompok dan diminta mempraktikkan seluruh layanan posyandu. Mulai pendataan balita, pemeriksaan ibu hamil, pemantauan remaja, pelayanan dewasa, hingga pemeriksaan lansia—semua dilakukan dalam satu titik agar mudah dipantau.
Triana menambahkan:
“Yang penting indikatornya terpenuhi dan kader benar-benar memahami 25 kompetensi dasar. Setelah praktik ini, mereka siap mendukung layanan posyandu ILP di wilayah masing-masing.”

Tips Singkat untuk Warga Saat Mendatangi Posyandu

  1. Siapkan dokumen kesehatan. Bawa buku KIA, buku lansia, atau catatan kesehatan lainnya.

  2. Datang sesuai jadwal. Membantu kader mengatur alur layanan tetap tertib.

  3. Sampaikan keluhan dengan jelas. Kader dan petugas bisa menindaklanjuti lebih cepat.

  4. Ajak anggota keluarga lain. Posyandu ILP melayani semua siklus kehidupan, jadi makin optimal untuk dimanfaatkan bareng.

  5. Ikut penyuluhan. Informasi kesehatan yang disampaikan biasanya praktis dan berguna untuk aktivitas sehari-hari.

Dengan pelatihan terstruktur, baik berbasis digital maupun praktik di lapangan, penguatan layanan posyandu ILP di Balikpapan terus bergerak ke arah yang lebih merata. Kader yang kompeten menjadi kunci dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat, terutama untuk pencegahan stunting, peningkatan layanan ibu dan anak, hingga pemantauan kesehatan di seluruh siklus hidup.

Ayo Cess, dukung kader posyandu di lingkungan sekitar. Semakin kuat kader kita, semakin sehat pula keluarga kita.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apa tujuan utama penguatan kader posyandu ILP di Balikpapan?
Tujuannya memastikan setiap kader mampu memberikan layanan menyeluruh untuk lima siklus kehidupan sesuai standar nasional.

2. Mengapa pelatihan dilakukan melalui MOOC?
Agar kader bisa mempelajari materi secara fleksibel, efisien, dan sesuai ritme belajar masing-masing sebelum terjun ke praktik lapangan.

3. Apakah posyandu hanya melayani ibu dan anak?
Tidak. Posyandu ILP melayani seluruh siklus hidup: ibu hamil, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Editor : Arya Kusuma
#kader kesehatan #balikpapan #Posyandu ILP #pelatihan kompetensi #Puskesmas Gunung Bahagia