Balikpapan TV – Hai Cess! Kabar membanggakan datang dari ujung barat Kalimantan Timur. Dua guru asal Kutai Barat, yaitu Yohanes Asmardin Halawa dari SMA Negeri 1 Nyuatan dan Desi Susanti dari SMA Negeri 1 Sendawar, berhasil mengharumkan nama daerah lewat prestasi gemilang di Gebyar Penghargaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kaltim 2025.
Ajang bergengsi yang digelar di Hotel Gran Senyiur Balikpapan pada Minggu (2/11/2025) itu jadi momen penting, karena keduanya dinobatkan sebagai juara pertama di kategori masing-masing. Prestasi ini otomatis mengantarkan mereka mewakili Kaltim di Apresiasi GTK tingkat nasional yang bakal berlangsung di Jakarta, akhir November nanti.
Mau tahu bagaimana perjuangan mereka sampai bisa tembus ke ajang nasional? Yuk lanjut, Cess — ceritanya inspiratif banget!
Apa yang Membuat Dua Guru Kutai Barat Ini Istimewa?
Keduanya bukan sekadar guru biasa. Yohanes dan Desi dikenal aktif mengembangkan inovasi pembelajaran kreatif di sekolah masing-masing.
Dalam seleksi tingkat provinsi, karya mereka dinilai oleh 18 juri profesional — mulai dari akademisi, praktisi pendidikan, hingga tenaga fungsional Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kaltim.
Persaingan di ajang GTK Kaltim 2025 cukup ketat. Ada 43 kategori lomba yang diikuti peserta dari seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim. Tapi berkat semangat dan kreativitas, Yohanes dan Desi berhasil keluar sebagai yang terbaik dan berhak melangkah ke tingkat nasional bersama 36 guru dan tenaga kependidikan lainnya.
Baca Juga: Dari Sungai ke Tungku Cerita di Balik Lezatnya Ikan Baung Asap Kalimantan Timur
Bagaimana Proses Seleksi dan Penilaiannya?
Sebelum sampai ke tahap provinsi, Yohanes dan Desi lebih dulu melewati seleksi di tingkat kabupaten. Proses ini digelar oleh Cabang Dinas Pendidikan Kaltim Wilayah IV, yang membawahi Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
Penilaian meliputi orisinalitas karya, dampak pembelajaran, dan penerapan inovasi di kelas. Artinya, bukan cuma soal ide, tapi juga seberapa nyata inovasi mereka berpengaruh terhadap siswa di sekolah. Dan hasilnya? Kedua guru ini sukses menunjukkan praktik terbaik yang bisa jadi contoh bagi pendidik lain di daerah.
Apa Makna Prestasi Ini bagi Dunia Pendidikan Kutai Barat?
Prestasi ini jadi bukti nyata bahwa daerah bukan penghalang untuk berprestasi. Yohanes dan Desi menunjukkan, asal ada komitmen dan kemauan belajar, siapa pun bisa bersaing di level nasional.
“Prestasi ini merupakan buah dari komitmen dan kerja keras dalam memberikan layanan pendidikan terbaik. Mari terus dukung dan doakan kami agar bisa menunjukkan yang terbaik di pusat dan mengharumkan Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Yohanes kepada Korankaltim.com (Selasa, 4/11/2025).
Sementara Desi menambahkan harapannya, agar pencapaian mereka membuka peluang kolaborasi antarpendidik di Kutai Barat.
“Karena setelah ini kami lanjut ke nasional, tentu butuh doa agar perjalanan dilancarkan. Kami juga ingin berbagi praktik baik agar pendidikan di daerah semakin maju,” tutur Desi dengan senyum penuh semangat.
Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Kisah Dua Guru Ini?
Selain jadi inspirasi, kisah ini juga memberi pelajaran penting tentang makna dedikasi dan inovasi dalam pendidikan. Bukan hanya murid yang perlu berkembang, guru juga harus terus belajar dan berinovasi.
Buat para guru muda di luar sana, ini momentum untuk mulai menunjukkan karya dan praktik baik di sekolah masing-masing.
Tips kecil nih, Cess: cobalah dokumentasikan kegiatan pembelajaran kreatifmu, karena siapa tahu itu jadi tiket menuju panggung GTK tahun depan!
Dua guru asal Kutai Barat, Yohanes Asmardin Halawa dan Desi Susanti, sukses meraih juara pertama di ajang Gebyar GTK Kaltim 2025 dan akan mewakili Kalimantan Timur di tingkat nasional. Mereka adalah simbol semangat baru pendidikan daerah — membuktikan bahwa kreativitas dan kerja keras bisa membawa nama daerah melambung tinggi.
Yuk, terus dukung para pendidik yang berjuang dengan hati dan inovasi.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” Satya
FAQ
1. Kapan ajang Apresiasi GTK tingkat nasional akan digelar?
Rencananya akan berlangsung di Jakarta pada akhir November 2025.
2. Siapa saja yang mewakili Kalimantan Timur di ajang nasional tersebut?
Total ada 36 guru dan tenaga kependidikan dari seluruh Kaltim, termasuk dua perwakilan dari Kutai Barat.
3. Apa tujuan utama kegiatan Gebyar GTK ini?
Untuk memberi apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan yang berhasil menciptakan inovasi dan praktik baik dalam proses belajar mengajar.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.