BalikpapanTv.id - Hai Cess! Siapa sangka, alat musik tradisional seperti kendang punya sejarah panjang dan cerita menarik? Bukan cuma jadi pelengkap gamelan, kendang juga membawa kisah budaya Nusantara yang wajib kita kenal. Yuk, kita telusuri lebih dalam perjalanan alat musik keren ini, Cess!
Kendang, atau yang juga dikenal sebagai gendang, adalah alat musik tradisional berbentuk tabung yang kedua sisinya dilapisi kulit.
Biasanya, kulit ini berasal dari bahan alami seperti kulit ikan atau reptil. Menurut catatan sejarah, kendang sudah ada sejak zaman prasejarah, alias zaman perunggu, lho! Kala itu, kendang dimainkan dengan cara ditepuk, menciptakan suara khas yang jadi pelengkap berbagai acara seni dan budaya.
Kata "kendang" berasal dari bahasa Jawa kuno, "kêndhang". Instrumen ini dipercaya muncul sejak abad ke-9, terutama di Pulau Jawa. Salah satu bukti tertua ditemukan pada prasasti Kuburan Candi yang berangka tahun 821 Masehi.
Prasasti ini menyebut alat musik bernama "padahi" atau "muraba" yang diyakini sebagai nenek moyang kendang.
Selain itu, Kakawin Nagarakretagama karya Empu Prapañca tahun 1365 Masehi juga menyebutkan alat ini. Pada masa itu, kendang bukan hanya dikenal di Jawa, tapi juga tersebar di Bali dengan nama "parpadaha" dan di Sunda yang berkembang bersama wayang golek.
Jejak sejarah kendang juga terlihat pada relief candi di Indonesia. Berikut beberapa contohnya:
-
Candi Borobudur (abad ke-9): Relief menggambarkan berbagai bentuk kendang, dari silindris langsing hingga berbentuk tong.
-
Candi Prambanan (abad ke-9): Kendang terlihat dimainkan dengan tali yang dikalungkan di bahu.
-
Candi Panataran (abad ke-14): Relief menunjukkan kendang satu sisi yang ditabuh dengan alat pemukul.
Bukti ini menunjukkan betapa pentingnya kendang dalam kehidupan masyarakat sejak zaman kuno.
Kendang tidak hanya sekadar alat musik. Dalam gamelan, ia berperan sebagai pengatur irama. Selain itu, kendang sering digunakan dalam upacara adat, tarian tradisional, hingga pertunjukan seni seperti wayang.
Di Bali, kendang menjadi bagian penting dari karawitan, sedangkan di Sunda, ia menyatu dengan seni wayang golek yang digarap oleh para Walisanga.
Proses Pembuatan Kendang
Mau tahu rahasia suara unik kendang? Itu ada pada proses pembuatannya! Kendang dibuat dari kayu berkualitas seperti nangka atau mahoni, dengan rongga tengah yang dilapisi kulit. Kulit ini harus direntangkan dengan pas agar menghasilkan nada sempurna.
Pengerjaan ini membutuhkan ketelitian tinggi, karena setiap kendang harus sesuai dengan nada gamelan yang akan dimainkan.
Setiap daerah di Indonesia punya versi kendang dengan ciri khas masing-masing:
-
Kendang Jawa: Biasanya digunakan dalam gamelan Jawa dan memiliki ukuran besar.
-
Kendang Bali: Lebih kecil dan ringan, dengan suara yang lebih nyaring.
-
Kendang Sunda: Digunakan dalam seni tradisional Sunda, seperti degung dan jaipong.
Beragamnya jenis kendang ini mencerminkan kekayaan budaya Nusantara yang nggak ada habisnya, Cess!
Ada hal menarik soal kendang: meski ada kemiripan dengan alat musik India, seperti "mrdangga", kendang ternyata sudah ada di Nusantara jauh sebelum adanya kontak budaya dengan India. Ini membuktikan bahwa kendang adalah bagian asli dari budaya kita.
Bahkan, instrumen membranofon seperti trebang dan bedug juga punya akar yang sama dengan kendang.
Sebagai salah satu warisan budaya, kendang punya nilai sejarah dan seni yang tinggi. Melestarikan alat musik ini berarti menjaga identitas bangsa.
Apalagi, di era modern seperti sekarang, kendang mulai digunakan dalam musik kontemporer. Siapa tahu, suatu hari kamu bisa lihat kendang di konser band favoritmu, Cess!
Gimana, Cess? Ternyata kendang bukan sekadar alat musik biasa, ya! Yuk, bantu sebarkan cerita seru ini ke teman-temanmu. Makin banyak yang tahu, makin lestari budaya kita!
(aldi)
Editor : Arya Kusuma