Mengenal Kebun Raya Balikpapan, Jejak Konservasi Tumbuhan Kalimantan Sejak 2005

Riafandi • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 13:06 WIB
Kebun Raya Balikpapan hadir sebagai kawasan konservasi, pendidikan, penelitian, wisata alam, dan pemberdayaan masyarakat (BTV/AI)
Kebun Raya Balikpapan hadir sebagai kawasan konservasi, pendidikan, penelitian, wisata alam, dan pemberdayaan masyarakat (BTV/AI)

Durasi Baca: 5 Menit

Ikhtisar: Kebun Raya Balikpapan hadir sebagai ruang konservasi tumbuhan, pendidikan, penelitian, wisata alam, dan pemberdayaan masyarakat.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Di tengah perkembangan Kota Balikpapan, ada kawasan yang tidak hanya menawarkan suasana hijau, tetapi juga menyimpan perjalanan panjang dalam upaya menjaga kekayaan tumbuhan Kalimantan.

Namanya Kebun Raya Balikpapan.

Kawasan ini dibangun dengan latar belakang kekhawatiran terhadap kerusakan ekosistem hutan di Kalimantan Timur yang semakin cepat. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada hilangnya berbagai jenis tumbuhan khas Kalimantan.

Karena itu, Kebun Raya Balikpapan tidak sekadar dirancang sebagai tempat rekreasi. Kawasan ini juga memiliki fungsi konservasi, pendidikan, penelitian, wisata alam hingga jasa lingkungan.

Berawal dari Kepedulian terhadap Hutan Kalimantan

Gagasan pembangunan Kebun Raya Balikpapan muncul dari kebutuhan untuk menyediakan ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Lokasinya berada di sekitar Hutan Lindung Sungai Wain atau HLSW yang telah lebih dahulu menjadi kawasan penting bagi lingkungan Balikpapan.

Kehadiran kebun raya juga diharapkan dapat membuka ruang bagi kegiatan rekreasi dan pendidikan masyarakat.

Tidak hanya itu, pembangunan kawasan ini turut diarahkan untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

Harapannya, keterlibatan masyarakat dapat memberikan dampak positif terhadap upaya menjaga dan melindungi Hutan Lindung Sungai Wain.

Baca Juga: Pantai Melawai Balikpapan: Tempat Menikmati Sunset dan Kuliner Malam

1 Desember 2005 Jadi Tonggak Sejarah

Perjalanan Kebun Raya Balikpapan memiliki satu tanggal penting, yakni 1 Desember 2005.

Pada hari itu dilakukan penyerahan masterplan Kebun Raya Balikpapan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI kepada Pemerintah Kota Balikpapan.

Penyerahan tersebut menjadi titik awal pencanangan pembangunan Kebun Raya Balikpapan.

Tanggal 1 Desember kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Kebun Raya Balikpapan.

Dalam momentum yang sama, LIPI juga menyerahkan secara simbolis maskot Kebun Raya Balikpapan berupa tanaman kantong semar atau Nepenthes mirabilis.

Namun, pada 2007 maskot tersebut kemudian diganti dengan pohon ulin atau Eusideroxylon swageri, salah satu pohon endemik Kalimantan.

Pembibitan Mulai Disiapkan pada 2006

Tahap pengembangan berlanjut pada Juni 2006 dengan dimulainya pembangunan sarana pembibitan.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk mengoleksi dan mengumpulkan berbagai jenis tumbuhan yang nantinya menjadi bagian dari koleksi Kebun Raya Balikpapan.

Tumbuhan yang dikumpulkan berasal dari dalam kawasan maupun kawasan lain yang berada di sekitar lokasi kebun raya.

Pada awalnya terdapat tiga pilihan lokasi pembibitan sementara, yakni Gunung Parman, kawasan dekat Strait Jepang, dan lokasi di belakang Pos Ulin.

Dari beberapa pilihan tersebut, lokasi di belakang Pos Ulin dipilih.

Pertimbangannya antara lain karena lokasi tersebut lebih mudah dipantau, memiliki sumber air yang mudah diperoleh, serta dinilai memiliki faktor keamanan yang lebih terjamin.

Kebun Raya Balikpapan kembangkan koleksi tumbuhan untuk konservasi, edukasi, penelitian, wisata, dan jasa lingkungan (BTV/AI)
Kebun Raya Balikpapan kembangkan koleksi tumbuhan untuk konservasi, edukasi, penelitian, wisata, dan jasa lingkungan (BTV/AI)

Bukan Sekadar Tempat Koleksi Tanaman

Secara umum, kebun raya merupakan kawasan konservasi tumbuhan secara ex situ.

Artinya, tumbuhan dikonservasi di luar habitat alaminya dengan koleksi hidup yang terdokumentasi.

Koleksi tersebut kemudian ditata berdasarkan pola tertentu, seperti klasifikasi taksonomi, bioregion, tematik, atau kombinasi dari beberapa pola tersebut.

Pengelolaannya ditujukan untuk mendukung berbagai kegiatan, mulai dari konservasi, penelitian dan pendidikan hingga wisata serta jasa lingkungan.

Konsep inilah yang menjadi bagian penting dalam keberadaan Kebun Raya Balikpapan.

Pengelolaan Terus Berkembang

Sejak 2015, pengelolaan Kebun Raya Balikpapan dilaksanakan oleh UPTD Pengelolaan Kebun Raya Balikpapan.

Struktur organisasi UPTD tersebut berada di bawah SKPD Badan Lingkungan Hidup atau BLH Kota Balikpapan.

Pengembangan kawasan juga masih terus dilakukan.

Tidak hanya melalui penambahan tanaman koleksi, tetapi juga pembangunan berbagai infrastruktur yang mendukung fungsi kebun raya.

Dengan pengembangan tersebut, Kebun Raya Balikpapan diarahkan untuk menjalankan fungsi dasarnya sebagai kawasan konservasi sekaligus ruang edukasi, penelitian, wisata alam dan penyedia jasa lingkungan.

Baca Juga: Museum Wasaka Banjarmasin, Teknologi Edukasi yang Bikin Sejarah Lebih Dekat

Ruang Belajar yang Dekat dengan Alam

Keberadaan kebun raya membuat kegiatan mengenal tumbuhan tidak harus dilakukan hanya melalui buku atau ruang kelas.

Koleksi tanaman hidup yang terdokumentasi dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran mengenai keanekaragaman tumbuhan dan lingkungan.

Di sisi lain, keberadaan kawasan hijau juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati suasana alam.

Jadi, rekreasi di Kebun Raya Balikpapan tidak berdiri sendiri. Ada unsur pendidikan dan konservasi yang ikut berjalan di dalamnya.

Poin Penting

Insight Redaksi

Kebun Raya Balikpapan menunjukkan bahwa kawasan hijau di kota tidak hanya memiliki nilai rekreasi. Di balik koleksi tumbuhan yang ada, terdapat fungsi konservasi dan pendidikan yang penting untuk mengenalkan kekayaan flora Kalimantan kepada masyarakat.

Keberadaannya juga berkaitan dengan upaya menjaga lingkungan di sekitar Hutan Lindung Sungai Wain serta melibatkan masyarakat dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan.

Bagi bubuhan yang ingin mengenal sisi lain Balikpapan, kebun raya bisa menjadi ruang untuk melihat bagaimana wisata, edukasi dan konservasi dapat berjalan beriringan.

Bagikan artikel ini kepada kawalan yang ingin mengenal destinasi wisata berbasis alam di Balikpapan.

Ikuti info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Kebun Raya Balikpapan?

Kebun Raya Balikpapan merupakan kawasan konservasi tumbuhan secara ex situ yang memiliki koleksi tanaman hidup terdokumentasi serta fungsi pendidikan, penelitian, wisata dan jasa lingkungan.

2. Kapan Kebun Raya Balikpapan mulai dicanangkan?

Pembangunan Kebun Raya Balikpapan secara resmi dicanangkan pada 1 Desember 2005 melalui penyerahan masterplan dari LIPI kepada Pemerintah Kota Balikpapan.

3. Kapan hari lahir Kebun Raya Balikpapan?

Tanggal 1 Desember ditetapkan sebagai hari lahir Kebun Raya Balikpapan.

4. Apa maskot Kebun Raya Balikpapan?

Maskot awal Kebun Raya Balikpapan adalah tanaman kantong semar atau Nepenthes mirabilis. Pada 2007, maskot tersebut diganti menjadi pohon ulin atau Eusideroxylon swageri.

5. Apa fungsi Kebun Raya Balikpapan?

Kebun raya memiliki fungsi konservasi, pendidikan, penelitian, wisata alam dan jasa lingkungan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
konservasi Wisata Balikpapan kalimantan timur Kebun Raya Balikpapan