Petualangan Bukit Bangkirai Samboja, Menjajal Canopy Bridge 30 Meter di Tengah Hutan Tropis

Nasya Syafira • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 05:44 WIB
Menara dan jembatan tajuk Bukit Bangkirai yang menghubungkan pepohonan Bangkirai di kawasan Samboja.
Menara dan jembatan tajuk Bukit Bangkirai yang menghubungkan pepohonan Bangkirai di kawasan Samboja.

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Bukit Bangkirai menawarkan hutan hujan tropis, trekking singkat, dan pengalaman menyeberangi Canopy Bridge setinggi 30 meter.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Bukit Bangkirai di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, menawarkan wisata hutan hujan tropis dan Canopy Bridge 30 meter yang penting sebagai ruang rekreasi sekaligus edukasi alam.

Jalur hutannya singkat, tetapi bagian jembatan bisa bikin lutut goyang. Sebelum berangkat, ada beberapa hal penting yang perlu Ces tahu.

Bukit Bangkirai, Hutan Tropis yang Masih Jadi Daya Tarik Utama

Bukit Bangkirai bukan sekadar tempat untuk mencari latar foto. Kawasan ini berada di tengah hutan hujan tropis Kalimantan dan sejak awal dikembangkan sebagai wisata alam, pendidikan lingkungan, serta kehutanan.

Data pariwisata Kalimantan Timur mencatat kawasan Bukit Bangkirai memiliki luas sekitar 1.500 hektare. Pohon-pohon Bangkirai yang menjadi identitas kawasan dapat tumbuh tinggi dan menjadi bagian dari lanskap hutan yang menarik untuk diamati.

Lokasinya berada di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, sekitar 58 kilometer dari Balikpapan berdasarkan panduan wisata Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Karena itu, destinasi ini kerap menjadi pilihan perjalanan darat dari Balikpapan.

Baca Juga: Rumah Dahor Balikpapan: Menelusuri Jejak Minyak dan Warisan Kolonial

Dari Kawasan Wisata Alam hingga Canopy Bridge

Bukit Bangkirai resmi diresmikan pada 14 Maret 1998. Sejak awal, kawasan ini tidak hanya diarahkan untuk rekreasi, tetapi juga memiliki fungsi pendidikan lingkungan dan kehutanan.

Pada tahun yang sama, Canopy Bridge atau Jembatan Tajuk dibangun sebagai salah satu atraksi utamanya. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 64 meter, berada sekitar 30 meter di atas tanah, dan menghubungkan lima pohon Bangkirai.

Canopy Bridge tersebut dikenal sebagai jembatan tajuk pertama di Indonesia, kedua di Asia, dan kedelapan di dunia. Klaim tersebut juga tercantum dalam publikasi pariwisata Kalimantan Timur.

Jadi, sejarah jembatan di sini bukan sekadar cerita tambahan. Kehadirannya ikut membentuk identitas Bukit Bangkirai sebagai destinasi yang mempertemukan wisata petualangan dengan pengalaman berada di dalam hutan.

Trekking Singkat Sebelum Sampai ke Jembatan

Dalam video Shin Diary, perjalanan menuju Canopy Bridge dimulai dengan menyusuri Trek M. Prakosa sepanjang sekitar 150 meter.

Jalurnya berada di antara pepohonan hutan tropis dan dilengkapi tangga kayu pada sejumlah bagian. Dalam perjalanan yang direkam tersebut, pengunjung membutuhkan waktu sekitar 10 menit hingga tiba di area jembatan.

Buat yang lebih nyaman menikmati alam sambil berjalan santai, bagian trekking ini justru menjadi kesempatan untuk memperhatikan lingkungan sekitar sebelum masuk ke atraksi utama.

Begitu Naik, Sensasinya Berubah

Canopy Bridge dicapai melalui menara dengan ketinggian sekitar 30 meter. Dari atas, posisi pengunjung langsung berubah: lantai hutan berada jauh di bawah, sementara pepohonan memenuhi pandangan.

Dalam video, angin terasa cukup kuat ketika pengunjung berada di atas jembatan. Sensasi bergoyang dan ketinggian juga membuat perjalanan terasa lebih menantang dibanding trekking di bawah.

Ada aturan penyeberangan satu per satu secara berurutan. Aturan seperti ini penting karena jembatan merupakan struktur yang digunakan pengunjung pada ketinggian dan perlu dilalui sesuai ketentuan pengelola.

Pada 2026, Bukit Bangkirai masih digunakan untuk kegiatan berbasis biodiversitas. PT Inhutani I mencatat kawasan ini menjadi lokasi 2nd Nusantara Bird Race & Photography Competition pada Agustus 2026, yang melibatkan pengamat burung, fotografer alam, peneliti, dan pegiat lingkungan.

Artinya, pengalaman di Bukit Bangkirai tidak berhenti pada Canopy Bridge. Hutan di sekitarnya juga memiliki nilai untuk pengamatan satwa, fotografi alam, penelitian, dan edukasi lingkungan.

Pengunjung menyeberangi Canopy Bridge Bukit Bangkirai yang membentang sekitar 30 meter di atas lantai hutan.
Pengunjung menyeberangi Canopy Bridge Bukit Bangkirai yang membentang sekitar 30 meter di atas lantai hutan.

Berapa Biaya yang Perlu Disiapkan?

Untuk angka biaya, video Shin Diary merekam pembayaran sebesar Rp116.000 untuk kombinasi tiket kendaraan, tiket per orang, asuransi, dan akses Canopy Bridge dalam kunjungan tersebut.

Rinciannya yang disebut dalam video adalah tiket kendaraan Rp3.000, tiket per orang Rp5.000, asuransi Rp2.000, serta tiket Canopy Bridge Rp25.000. Namun, total tersebut merupakan biaya pada saat kunjungan dalam video, bukan patokan tarif terkini.

Data pemerintah daerah yang memuat direktori wisata mencatat tarif Canopy Bridge lokal sebesar Rp25.000 dan tiket masuk dewasa Rp6.000 serta anak Rp4.000 pada data tarif yang dicantumkan untuk kawasan tersebut.

Karena tarif wisata dapat berubah, pengunjung sebaiknya menyiapkan dana lebih dari angka dalam video dan memastikan harga saat akan berangkat.

Akses dari Balikpapan dan Waktu Berkunjung

Bukit Bangkirai dapat dicapai melalui jalur darat menuju kawasan Samboja. Panduan wisata Bandara Sepinggan mencatat jaraknya sekitar 58 kilometer dari Balikpapan dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam, tergantung kondisi perjalanan.

Untuk perjalanan, gunakan alas kaki yang nyaman dan memiliki pijakan baik. Jalur hutan dan tangga membutuhkan langkah yang lebih hati-hati, terutama setelah hujan.

Waktu kunjungan juga sebaiknya memperhitungkan cuaca. Dalam video, pengunjung memilih beristirahat terlebih dahulu ketika matahari tengah hari terasa terik sebelum melanjutkan trekking.

Kalau tujuan utamanya Canopy Bridge, jangan hanya mengejar datang cepat. Kondisi cuaca dan aturan pengelola tetap menjadi pertimbangan utama sebelum naik ke jembatan.

Baca Juga: Taman Budaya Sendawar Kutai Barat: Perjalanan Panjang Menuju Jejak Budaya Dayak

Wisata Alam yang Perlu Dinikmati dengan Sikap Berbeda

Berada di kawasan hutan berarti pengunjung tidak hanya datang sebagai wisatawan, tetapi juga sebagai tamu di lingkungan alami.

Jangan membuang sampah sembarangan, merusak tanaman, mengambil bagian flora atau fauna, maupun meninggalkan jalur yang sudah ditentukan. Suara dan aktivitas berlebihan juga sebaiknya dikurangi ketika berada di area yang menjadi habitat satwa.

Kawasan ini memiliki fungsi pendidikan dan biodiversitas, sehingga pengalaman wisata akan lebih bermakna jika pengunjung memberi ruang bagi alam untuk tetap menjadi bagian utama perjalanan.

Poin Penting

Insight Redaksi

Bukit Bangkirai bukan cuma tempat mengejar foto di atas jembatan. Nilai utamanya justru ada pada pertemuan rekreasi, hutan, edukasi, dan biodiversitas. Canopy Bridge menjadi pintu masuk untuk mengenal lanskap lebih luas. Kalau datang ke sini, jangan cuma mengejar adrenalin; beri waktu untuk membaca hutannya. Itu yang bikin perjalanan terasa lebih lengkap, Ces.

Kalau mau santai, siapkan sepatu yang nyaman, air minum, waktu cukup, dan jangan buru-buru mengejar jembatan.

Kalau artikel ini berguna buat rencana jalan-jalan di Kaltim, bagikan ke teman yang suka wisata alam dan tantangan baru.

Cari destinasi Kaltim yang bikin penasaran, lalu tetap update bareng Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Bukit Bangkirai berada di mana?

Bukit Bangkirai berada di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dan dapat diakses melalui perjalanan darat dari Balikpapan.

2. Seberapa tinggi Canopy Bridge Bukit Bangkirai?

Canopy Bridge berada sekitar 30 meter di atas permukaan tanah dan memiliki panjang sekitar 64 meter.

3. Berapa pohon yang dihubungkan Canopy Bridge?

Jembatan tajuk tersebut menghubungkan lima pohon Bangkirai.

4. Apakah Bukit Bangkirai hanya untuk menikmati Canopy Bridge?

Tidak. Kawasan ini juga mendukung aktivitas trekking, pengamatan biodiversitas, fotografi alam, penelitian, dan edukasi lingkungan.

5. Apakah harga dalam video masih berlaku?

Belum tentu. Nominal Rp116.000 yang disebut dalam video merupakan biaya pada saat kunjungan tersebut, sedangkan tarif wisata dapat berubah.

6. Apa yang perlu dipersiapkan sebelum trekking?

Gunakan alas kaki yang nyaman, bawa air minum, perhatikan cuaca, dan ikuti seluruh aturan pengelola selama berada di jalur trekking maupun Canopy Bridge.

Sumber Informasi: Video Shin Diary, “Wisata Alam BUKIT BANGKIRAI, Balikpapan | CANOPY BRIDGE pertama di Indonesia”.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Canopy Bridge Wisata Balikpapan Bukit Bangkirai wisata kaltim