Taman Samarendah Samarinda: Ruang Hijau di Tengah Kota, Ada Apa Saja?

Nasya Syafira • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 13:12 WIB
Suasana Taman Samarendah di Jalan Bhayangkara, Kota Samarinda, sebagai ruang terbuka hijau di tengah kota
Suasana Taman Samarendah di Jalan Bhayangkara, Kota Samarinda, sebagai ruang terbuka hijau di tengah kota

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Taman Samarendah menjadi ruang hijau ikonik di tengah Samarinda dengan fasilitas rekreasi, aktivitas warga, dan cerita perkembangannya.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kalau Ces sedang berada di Samarinda dan ingin mencari ruang santai di tengah kota, Taman Samarendah di Jalan Bhayangkara bisa menjadi salah satu pilihan. Kawasannya menghadirkan ruang hijau, jalur berjalan, serta area yang digunakan warga untuk berolahraga dan bersantai.

Menjelang sore, taman ini mulai terasa lebih hidup. Warga datang untuk jalan santai, jogging, menikmati suasana, atau sekadar mencari ruang terbuka tanpa harus meninggalkan pusat kota.

Dari Bekas Sekolah Menjadi Ruang Terbuka Kota

Taman Samarendah dibangun di atas lahan sekitar 2,5 hektare. Pembangunan fisiknya disebut mencakup sekitar 1,4 hektare.

Pembangunan taman dimulai sekitar Juli 2014. Sebelum menjadi ruang terbuka, kawasan tersebut merupakan lokasi SMA Negeri 1 dan SMP Negeri 1 Samarinda yang kemudian direlokasi ke kawasan Air Hitam.

Perubahan fungsi lahan ini membuat kawasan yang sebelumnya digunakan untuk pendidikan kemudian hadir sebagai salah satu ruang publik di tengah kota.

Pemerintah Kota Samarinda juga mencatat Taman Samarendah sebagai salah satu destinasi yang berkembang menjadi ikon kota. Kawasan taman dan Museum Samarendah dibangun sebagai bagian dari pengembangan ruang publik dan kegiatan seni budaya.

Baca Juga: Danau Semayang dan Desa Semayang, Menyusuri Kehidupan Warga di Tepian Danau Kukar

Suasananya Tetap Hijau Meski Berada di Tengah Kota

Salah satu daya tarik Taman Samarendah adalah suasana ruang terbukanya.

Pepohonan dan area hijau membuat taman terasa berbeda dari lingkungan perkotaan di sekitarnya. Bagi warga yang ingin bergerak santai atau sekadar duduk menikmati ruang terbuka, kawasan ini menawarkan pilihan aktivitas yang sederhana.

Jalur pejalan kaki dapat digunakan untuk berjalan santai maupun aktivitas olahraga ringan. Saat sore, aktivitas warga biasanya semakin terlihat.

Taman juga pernah menjadi titik kegiatan budaya berskala besar. Pada 2025, rute Kirab Budaya East Borneo International Folklore Festival dimulai dari kawasan Taman Samarendah menuju Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Artinya, fungsi taman tidak hanya berkaitan dengan rekreasi. Ruang ini juga dapat menjadi bagian dari aktivitas sosial dan budaya di Samarinda.

Patung Kuda dan Menara Lampu Pernah Menjadi Daya Tarik

Dalam video INFO ETAM, kawasan Taman Samarendah diperlihatkan memiliki sejumlah elemen yang menarik perhatian pengunjung, termasuk patung kuda dan menara dengan permainan lampu.

Namun, kondisi menara lampu tersebut perlu diperhatikan jika Ces berencana berkunjung.

Pada Juni 2026, Pemerintah Kota Samarinda melakukan peninjauan terhadap menara lampu hias setelah berakhirnya kerja sama dengan PT Vista Media. Perusahaan tersebut mengusulkan pembongkaran menara, tetapi keputusan pembongkarannya masih dalam tahap kajian teknis dan pembahasan.

Jadi, pengalaman melihat menara dengan tampilan seperti yang tergambar dalam video lama belum tentu sama dengan kondisi terbaru di lapangan.

Warga beraktivitas dan berolahraga ringan di kawasan Taman Samarendah.
Warga beraktivitas dan berolahraga ringan di kawasan Taman Samarendah.

Ada Ruang untuk Santai, Olahraga, dan Kegiatan Kota

Taman Samarendah lebih cocok dinikmati sebagai ruang rekreasi terbuka dibanding destinasi yang menawarkan banyak wahana.

Pengunjung dapat berjalan kaki, melakukan olahraga ringan, menikmati pepohonan, atau menggunakan kawasan taman sebagai tempat bersantai.

Lokasinya yang berada di Jalan Bhayangkara juga membuat taman ini mudah dikenali sebagai salah satu ruang publik di kawasan pusat Samarinda.

Kawasan ini juga pernah menjadi lokasi kegiatan lingkungan. Pada Juli 2026, Gerakan Indonesia Asri di Kalimantan Timur dipusatkan di sekitar Taman Samarendah dan Jalan Tarmidi.

Bagaimana dengan Biaya Masuk?

Taman Samarendah tercatat sebagai destinasi yang tidak mengenakan tiket masuk dalam salah satu kajian pariwisata digital yang tersedia.

Meski begitu, kebutuhan biaya wisata tidak berhenti pada tiket. Pengunjung tetap perlu memperhitungkan transportasi, konsumsi, dan kebutuhan pribadi selama berada di kawasan Samarinda.

Karena taman merupakan ruang terbuka kota, Ces juga sebaiknya menyesuaikan waktu kunjungan dengan cuaca agar aktivitas tetap nyaman.

Baca Juga: Rumah Dahor Balikpapan: Menelusuri Jejak Minyak dan Warisan Kolonial

Ada Hal yang Perlu Diperhatikan Pengunjung?

Ruang publik akan lebih nyaman ketika digunakan bersama-sama. Pengunjung perlu menjaga kebersihan, tidak merusak fasilitas, dan mengikuti aturan yang berlaku di kawasan taman.

Untuk aktivitas bersama anak-anak, pengawasan tetap penting, terutama ketika kawasan sedang ramai.

Kalau tujuan Ces adalah olahraga ringan atau menikmati suasana kota, waktu sore bisa menjadi pilihan yang menarik. Sementara untuk melihat kondisi fasilitas tertentu, jangan hanya mengandalkan tampilan dari video lama karena kawasan dapat mengalami perubahan.

Taman Samarendah Bukan Sekadar Tempat Foto

Taman Samarendah memperlihatkan bagaimana ruang kota dapat berubah fungsi dan menjadi tempat warga bertemu dalam aktivitas sehari-hari.

Dari bekas kawasan sekolah, tempat ini berkembang menjadi ruang hijau yang digunakan untuk rekreasi, olahraga, kegiatan sosial, hingga acara budaya.

Perubahan fasilitas juga menunjukkan bahwa destinasi perkotaan tidak selalu bersifat permanen. Penataan, kerja sama pengelolaan, dan kebutuhan kota dapat membuat wajah sebuah taman terus berkembang.

Baca Juga: Taman Budaya Sendawar Kutai Barat: Perjalanan Panjang Menuju Jejak Budaya Dayak

Poin Penting

Insight Redaksi

Taman Samarendah menarik bukan karena kemewahan fasilitasnya, melainkan karena ruang publik ini mempertemukan aktivitas warga, sejarah kawasan, budaya, dan perubahan wajah kota Samarinda. Ketika fasilitas terus ditata, nilai terpentingnya tetap berada pada fungsi taman sebagai ruang bersama yang mudah dijangkau masyarakat setiap hari.

Kalau Ces ingin jalan santai sambil melihat suasana pusat Samarinda, Taman Samarendah layak masuk daftar tujuan sederhana yang gampang dijangkau.

Bagikan artikel ini ke bubuhan Ces yang sedang mencari tempat santai di Samarinda dan ingin mengenal ruang publik kotanya.

Siapa tahu, kunjungan berikutnya ke Samarinda justru dimulai dari taman sederhana yang menyimpan cerita kota. Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana lokasi Taman Samarendah?

Taman Samarendah berada di Jalan Bhayangkara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

2. Apa yang bisa dilakukan di Taman Samarendah?

Pengunjung dapat berjalan santai, jogging, melakukan olahraga ringan, menikmati ruang hijau, dan bersantai.

3. Apakah Taman Samarendah memiliki nilai sejarah?

Ya. Sebelum menjadi taman, kawasan tersebut merupakan lokasi SMA Negeri 1 dan SMP Negeri 1 Samarinda yang kemudian direlokasi.

4. Apakah Taman Samarendah gratis?

Salah satu kajian pariwisata digital mencatat Taman Samarendah sebagai destinasi gratis atau tanpa tiket masuk.

5. Apakah menara lampu Taman Samarendah masih ada?

Pada Juni 2026, Pemerintah Kota Samarinda menyebut usulan pembongkaran menara sedang dikaji. Keputusan akhirnya masih menunggu kajian teknis dan pembahasan lebih lanjut.

Sumber Informasi: Video INFO ETAM, “Ada Apa di Taman Samarendah Kota Samarinda?”

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
pariwisata Kaltim samarinda Taman Samarendah Wisata Samarinda