Serunya Wisata Meranti Balikpapan, Ada Madu Kelulut

Ahla Najwa • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 08:16 WIB
Wisata Meranti Balikpapan menawarkan hutan meranti, camping, edukasi alam, UMKM, hingga madu kelulut. (DOK. FUAD MUHAMMAD/KP)
Wisata Meranti Balikpapan menawarkan hutan meranti, camping, edukasi alam, UMKM, hingga madu kelulut. (DOK. FUAD MUHAMMAD/KP)

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Wisata Meranti Balikpapan menawarkan hutan meranti, camping, edukasi alam, UMKM, hingga madu kelulut.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Wisata Meranti di Kilometer 15, Karang Joang, Balikpapan Utara, menawarkan pengalaman menikmati hutan meranti sekaligus ruang edukasi dan pemberdayaan warga.

Bukan sekadar tempat mencari suasana hijau, kawasan ini juga mempertemukan wisata alam, aktivitas luar ruang, produk UMKM, dan upaya warga menjaga hutan tetap bernilai tanpa merusaknya. Yuk, kenali lebih jauh.

Mengapa Wisata Meranti menarik untuk dikunjungi?

Wisata Meranti tumbuh dari inisiatif masyarakat RT 27 dan RT 32 Kilometer 15 yang ingin menjaga kawasan hutan meranti dari penjarahan sekaligus membuatnya memiliki manfaat ekonomi bagi warga.

Destinasi ini berada di Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara. Pemerintah Kota Balikpapan juga mencantumkan Wisata Meranti Kilometer 15 sebagai salah satu objek wisata alam, hutan, atau ekowisata di kota tersebut.

Pengelola mengembangkan kawasan dengan konsep agroforestri, edukasi, serta aktivitas bermain. Pengunjung tidak hanya diajak melihat pepohonan, tetapi juga mengenal lingkungan hutan yang menjadi bagian dari ruang hidup masyarakat sekitar.

Kawasan ini berdiri sejak 12 Mei 2021 dengan modal awal dari swadaya masyarakat. Pengembangannya kemudian mendapat dukungan melalui kelembagaan perhutanan sosial dan kelompok sadar wisata.

Wisata Meranti dikembangkan warga untuk menjaga hutan sekaligus membuka manfaat ekonomi melalui edukasi dan agroforestri. (DOK. KALTIMKU.ID)
Wisata Meranti dikembangkan warga untuk menjaga hutan sekaligus membuka manfaat ekonomi melalui edukasi dan agroforestri. (DOK. KALTIMKU.ID)

Apa saja yang bisa dilakukan di kawasan Wisata Meranti?

Pemandangan utama tentu saja hutan meranti. Namun, pengalaman yang ditawarkan tidak berhenti pada berjalan-jalan di antara pepohonan.

Di kawasan wisata terdapat gazebo, spot foto, tenda, hammock, toilet, serta aula yang dapat digunakan untuk pertemuan atau kegiatan kelompok. Area ini juga telah dikenal sebagai salah satu pilihan untuk kegiatan berkemah.

Pengunjung yang ingin bermalam dapat mengikuti kegiatan camping dengan fasilitas seperti tenda, api unggun, WC, dan aula. Dalam informasi yang disampaikan pengelola kepada Kaltim Post, tarif camping sebesar Rp35 ribu per orang untuk dewasa, Rp25 ribu bagi siswa dan mahasiswa, serta Rp15 ribu untuk anak-anak.

Informasi resmi pengelola yang tersedia saat ini juga mencantumkan fasilitas seperti gazebo, area duduk menghadap danau, spot foto, toilet, hingga penginapan. Situs tersebut mencantumkan jam operasional 08.00–17.00 WITA dan tiket masuk Rp5.000 per orang.

Karena tarif dan fasilitas dapat berubah mengikuti pengembangan kawasan, pengunjung sebaiknya memastikan informasi terbaru sebelum berangkat.

Baca Juga: DBH Balikpapan Baru Cair Rp12 Miliar, Proyek Fisik Terjepit di APBD Perubahan 2026

Di mana letak madu kelulutnya?

Salah satu hal menarik dari Wisata Meranti adalah keberadaan aktivitas ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan madu kelulut.

Data pada platform resmi Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata mencatat madu kelulut sebagai salah satu produk suvenir Wana Wisata Meranti Etam. Produk tersebut tercantum dengan harga Rp125 ribu.

Madu kelulut juga telah menjadi bagian dari pengembangan usaha masyarakat di kawasan Wisata Hutan Meranti. Kajian dan kegiatan pengabdian masyarakat sebelumnya mencatat sektor madu kelulut sebagai salah satu usaha yang dikembangkan bersama sektor perikanan.

Jadi, daya tarik madu kelulut di kawasan ini bukan sekadar produk yang dibawa pulang. Aktivitas tersebut memperlihatkan bagaimana kawasan wisata dapat membuka ruang ekonomi bagi warga tanpa harus mengubah hutan menjadi kawasan komersial yang kehilangan karakter alaminya.

Bagi pengunjung, produk lokal seperti madu kelulut juga bisa menjadi bagian dari pengalaman mengenal potensi masyarakat sekitar.

Bagaimana warga menjaga hutan sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi?

Gagasan utama Wisata Meranti berangkat dari upaya warga menjaga pohon meranti yang ada di kawasan tersebut.

Arif Budiman, Seksi Pemasaran Wisata Meranti, mengatakan kawasan itu dijaga dari pelaku penjarahan pohon meranti. Perawatan juga dilakukan terhadap pohon sengon yang tumbang agar keberadaan vegetasi tetap dapat dikenali dan dipelajari generasi berikutnya.

"Kawasan ini kami jaga dari pelaku penjarahan pohon meranti dan merawat rebahnya pohon sengon. Hal ini agar anak cucu kita tahu pohon meranti itu seperti apa," ujar Arif.

Pendekatan tersebut kemudian dikembangkan menjadi aktivitas wisata. Warga sekitar dirangkul agar memperoleh peluang ekonomi dari kedatangan pengunjung.

"Kami rangkul warga sekitar dan memberikan bantuan bahwa wisata meranti juga bisa menghasilkan nilai ekonomi tanpa merusak," kata Arif.

Konsep seperti ini membuat Wisata Meranti memiliki dua fungsi sekaligus. Kawasan menjadi ruang rekreasi bagi pengunjung, tetapi pada saat yang sama tetap membawa pesan konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Apa rencana pengembangan Wisata Meranti?

Pengembangan kawasan masih berlangsung. Pengelola menyebut sejumlah fasilitas direncanakan untuk menambah pilihan aktivitas bagi pengunjung.

Rencana tersebut mencakup rumah pohon, wahana air, homestay, flying fox yang menyeberang pulau, jembatan apung, serta jembatan gantung. Pada tahap yang disampaikan pengelola, pembangunan akses jalan dan fasilitas dasar menjadi salah satu fokus utama.

Di luar fasilitas wisata, kolaborasi dengan perguruan tinggi juga terus muncul. Institut Teknologi Kalimantan, misalnya, telah menjalankan berbagai program pengabdian masyarakat di Wisata Meranti, termasuk pengembangan fasilitas dan peningkatan kenyamanan pengunjung.

Dinas Kehutanan Kalimantan Timur juga mencatat kunjungan kerja Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial ke Wisata Meranti pada Maret 2026. Kegiatan tersebut membahas penguatan pengelolaan perhutanan sosial, peningkatan kapasitas pengelola, dan potensi ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian hutan.

Baca Juga: Air Baku Balikpapan Turun 360 Liter per Detik, PTMB Siapkan 17 Truk

Apa yang perlu disiapkan sebelum datang?

Bagi pengunjung yang ingin menikmati Wisata Meranti, pilihan aktivitas bisa disesuaikan dengan durasi kunjungan.

Untuk kunjungan singkat, menikmati suasana hutan, berfoto, bersantai di gazebo, dan mengenal produk UMKM sudah dapat menjadi agenda utama.

Jika ingin pengalaman lebih lama, camping menjadi pilihan yang tersedia berdasarkan informasi pengelola. Pengunjung juga dapat memasukkan produk lokal seperti madu kelulut sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Lokasi Wisata Meranti berada di kawasan Kilometer 15, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Informasi pengelola mencantumkan alamat Jalan Soekarno-Hatta KM 15 dan jam buka 08.00–17.00 WITA.

Poin Penting:

Insight Redaksi

Wisata Meranti memperlihatkan bahwa ruang hijau di Balikpapan tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga dapat menjadi sumber pengalaman dan penghasilan bagi masyarakat. Ketika warga menjadi bagian dari pengelolaan, pohon meranti tidak berhenti sebagai latar pemandangan. Ia menjadi identitas kawasan, bahan edukasi, sekaligus alasan untuk menjaga hutan tetap hidup. Kehadiran UMKM dan madu kelulut memperkuat hubungan antara konservasi dan ekonomi lokal.

Kalau sedang mencari tujuan liburan yang tidak hanya menawarkan spot foto, Wisata Meranti bisa masuk daftar perjalanan akhir pekan. Datang untuk menikmati hutannya, mengenal produk warga, dan pulang dengan pemahaman bahwa menjaga alam juga dapat menjadi bagian dari kegiatan wisata.

Ces, masih banyak sudut Balikpapan yang menyimpan cerita menarik di balik hijaunya pepohonan. Ikuti terus Balikpapan TV untuk menemukan destinasi dan cerita lokal lainnya.

FAQ

1. Di mana lokasi Wisata Meranti Balikpapan?

Wisata Meranti berada di Kilometer 15, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

2. Apa yang menjadi daya tarik utama Wisata Meranti?

Daya tarik utamanya adalah kawasan hutan meranti yang dipadukan dengan wisata edukasi, aktivitas alam, camping, spot foto, serta pemberdayaan masyarakat.

3. Apakah ada madu kelulut di Wisata Meranti?

Ada. Madu kelulut tercatat sebagai salah satu produk suvenir Wana Wisata Meranti Etam dan menjadi bagian dari pengembangan usaha masyarakat di kawasan tersebut.

4. Berapa harga tiket Wisata Meranti?

Informasi pengelola saat ini mencantumkan tiket masuk Rp5.000 per orang. Untuk camping, sumber Kaltim Post menyebut tarif Rp35 ribu untuk dewasa, Rp25 ribu untuk siswa dan mahasiswa, serta Rp15 ribu untuk anak-anak.

5. Apa saja fasilitas di Wisata Meranti?

Fasilitas yang tersedia antara lain gazebo, spot foto, toilet, area duduk, tenda, hammock, aula, serta fasilitas untuk kegiatan camping. Pengembangan fasilitas masih terus dilakukan.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “Serunya Menikmati Alam di Wisata Meranti Balikpapan, Bisa Rasakan Madu Langsung dari Sarang”, oleh M Fuad. Diolah kembali dengan angle, konteks, dan gaya Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Wisata Meranti Karang Joang balikpapan Wisata Alam