Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Tebing Lonceng menawarkan panorama Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Jembatan Mahkota II, serta ruang santai bagi pengunjung.
Balikpapan TV - Hai Ces! Tebing Lonceng di Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang, menjadi pilihan wisata alam untuk menikmati panorama Sungai Mahakam dan Kota Samarinda dari ketinggian.
Kalau butuh tempat keluar sebentar dari rutinitas tanpa meninggalkan kota, lokasi ini menarik dicoba. Jalurnya menanjak, tetapi pemandangan dari atas membuat perjalanan terasa punya tujuan.
Apa yang membuat Tebing Lonceng menarik untuk dikunjungi?
Tebing Lonceng bukan sekadar tempat datang untuk mengambil foto lalu pulang. Daya tarik utamanya justru berada pada kombinasi antara bentang kota, Sungai Mahakam, ruang terbuka, dan suasana santai di kawasan puncak.
Dari atas tebing, mata pengunjung dapat diarahkan ke aliran Sungai Mahakam dan kawasan Kota Samarinda. Jembatan Mahkota II juga menjadi salah satu objek yang terlihat dari titik pandang tersebut.
Lokasi ini tercatat dalam daftar destinasi pariwisata pada Portal Resmi Kota Samarinda. Sejumlah sumber lokal juga menyebut kawasan Tebing Lonceng berada di sekitar Jalan Dwikora, Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang.
Daya tarik tersebut membuat Tebing Lonceng memiliki karakter berbeda dari ruang rekreasi perkotaan biasa. Pengunjung datang untuk menikmati lanskap dari tempat yang lebih tinggi, bersantai, berkumpul, sekaligus mencari latar foto.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan ketika berada di kawasan ini:
-
Menikmati panorama Sungai Mahakam dari area puncak.
-
Melihat lanskap Kota Samarinda dari ketinggian.
-
Berfoto di sejumlah titik yang disediakan pengelola.
-
Bersantai di saung bersama keluarga atau teman.
-
Menikmati makanan dan minuman dari warung yang tersedia.
-
Melihat Jembatan Mahkota II dari sisi tebing.
-
Menikmati aktivitas kapal tongkang yang melintas di Sungai Mahakam.
Bagi pengunjung yang datang pada sore hari, perubahan cahaya menjadi bagian menarik dari pengalaman. Dalam video Jen’s Journey, kondisi cuaca cerah membuat panorama dari puncak terlihat terbuka.
Baca Juga: Ingin Rumah Tampil Beda? Intip 6 Inspirasi Rumah Minimalis Bergaya Rusia yang Unik dan Elegan
Bagaimana akses menuju Tebing Lonceng?
Perjalanan menuju Tebing Lonceng membutuhkan kendaraan yang siap menghadapi jalur menanjak. Dari Jalan Raya Pattimura, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan Mangkupalas melalui jalan yang terus menanjak hingga mendekati area wisata.
Dalam rekaman Jen’s Journey, kondisi akses bagian bawah disebut sempat memiliki jalan berlubang, sementara bagian atas sudah mengalami perbaikan dan menggunakan cor semen.
Setelah kendaraan tiba di area parkir, perjalanan belum langsung selesai. Pengunjung masih perlu berjalan kaki menaiki tangga sekitar tiga tingkatan untuk menuju area utama di puncak.
Bagian ini penting diperhatikan karena karakter kunjungan ke Tebing Lonceng bukan sepenuhnya wisata yang bisa dinikmati dari kendaraan. Ada sedikit aktivitas fisik sebelum sampai ke titik pandang utama.
Sumber perjalanan yang sama mencatat lokasi tersebut dapat dicapai dengan kendaraan pribadi. Informasi lain mengenai Tebing Lonceng menyebut jaraknya sekitar 10–11 kilometer dari pusat Kota Samarinda dengan waktu tempuh sekitar 30 menit, bergantung pada titik keberangkatan dan kondisi perjalanan.
Karena akses menuju kawasan menanjak, pengunjung sebaiknya memastikan kondisi kendaraan prima. Untuk perjalanan menggunakan sepeda motor, gunakan perlengkapan berkendara yang sesuai dan kurangi kecepatan ketika kondisi jalan berubah atau licin.
Berapa tiket masuk dan biaya parkirnya?
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam video Jen’s Journey, tiket masuk Tebing Lonceng dikenakan Rp10.000 per orang.
Sementara biaya parkir yang disebut dalam video adalah:
-
Sepeda motor: Rp5.000
-
Mobil: Rp10.000
-
Tiket masuk: Rp10.000 per orang
Dengan demikian, pengunjung yang datang menggunakan sepeda motor setidaknya menyiapkan Rp15.000 untuk tiket dan parkir. Pengunjung menggunakan mobil setidaknya menyiapkan Rp20.000 untuk dua komponen tersebut.
Tarif tersebut merupakan informasi yang disampaikan dalam video sumber. Pengunjung tetap perlu memperhatikan kemungkinan perubahan tarif ketika datang pada waktu berbeda.
Selain tiket dan parkir, tersedia warung di kawasan puncak sehingga pengunjung memiliki pilihan untuk membeli makanan atau minuman selama berada di lokasi.
Fasilitas apa saja yang tersedia di kawasan puncak?
Kebutuhan pengunjung tidak berhenti pada pemandangan. Tempat duduk, ruang berkumpul, dan area untuk beristirahat ikut menentukan nyaman atau tidaknya sebuah destinasi.
Video Jen’s Journey memperlihatkan sejumlah warung di area puncak. Terdapat pula saung berukuran besar yang dapat digunakan untuk berkumpul bersama keluarga maupun teman.
Salah satu fasilitas yang terlihat dalam video adalah area yang dapat digunakan untuk aktivitas santai, termasuk karaoke. Beberapa titik juga disiapkan sebagai spot foto.
Pengunjung dapat menemukan spot seperti ayunan, replika sepeda, serta balkon pandang yang menghadap lanskap Samarinda dan Sungai Mahakam.
Di sekitar area parkir juga terdapat bangunan yang disebut Tower House Samarinda dalam video.
Untuk fasilitas lain seperti jaringan komunikasi, akses internet, fasilitas khusus lansia, atau fasilitas penyandang disabilitas, informasi yang tersedia dalam bahan video belum cukup untuk memastikan kondisinya. Karena itu, pengunjung dengan kebutuhan khusus sebaiknya memastikan fasilitas tersebut sebelum berangkat.
Kenapa Tebing Lonceng cocok untuk mencari suasana santai?
Istilah healing memang sering dipakai untuk menggambarkan perjalanan singkat yang memberi ruang untuk beristirahat dari rutinitas. Namun, pengalaman setiap pengunjung tentu berbeda.
Yang membuat Tebing Lonceng menarik adalah lokasinya memungkinkan pengunjung melihat ruang kota dari sudut pandang berbeda. Sungai, jembatan, permukiman, dan aktivitas kapal di Mahakam menjadi bagian dari panorama yang dapat diamati dari atas.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menjelaskan bahwa ruang hijau dapat mendukung aktivitas fisik, relaksasi, interaksi sosial, dan kesejahteraan mental. Dr Maria Neira, Direktur Departemen Lingkungan, Perubahan Iklim dan Kesehatan WHO, menyebut, “Clean air, exercise and access to nature can greatly improve physical and mental health.”
Artinya, daya tarik tempat seperti Tebing Lonceng tidak harus selalu diukur dari jumlah wahana. Ruang terbuka dengan pemandangan alam dan kesempatan untuk beristirahat juga punya nilai bagi pengunjung.
Di Tebing Lonceng, pengalaman tersebut hadir dalam bentuk yang sederhana: datang, berjalan menuju puncak, duduk menikmati pemandangan, mengobrol, mengambil foto, lalu melihat aktivitas Sungai Mahakam dari kejauhan.
Baca Juga: Warga Grand City Kembali Tagih Kepastian Pembangunan Masjid, Pemkot Siapkan Opsi
Apa yang perlu diperhatikan sebelum naik ke puncak?
Ada satu hal yang tidak boleh kalah dari urusan foto: keselamatan.
Posisi Tebing Lonceng yang berada di kawasan tebing membuat pengunjung perlu memperhatikan pijakan, terutama ketika bergerak menuju titik yang menawarkan sudut pandang terbuka.
Narator Jen’s Journey juga mengingatkan pengunjung untuk mengutamakan keselamatan dan mengawasi anak-anak ketika berada di kawasan puncak.
Jangan mengejar foto dengan berdiri terlalu dekat pada area yang berisiko. Anak-anak juga sebaiknya tetap berada dalam jangkauan pengawasan orang dewasa.
Perhatikan pula kondisi cuaca. Jalur menanjak dan permukaan yang licin setelah hujan membutuhkan kehati-hatian ekstra.
Sepatu atau sandal dengan pijakan yang baik akan membantu ketika menaiki tangga dan berjalan di sekitar kawasan. Bawa air minum secukupnya, terutama apabila berkunjung ketika matahari masih cukup terik.
Untuk pengunjung yang ingin menikmati panorama sore, datang sebelum matahari terlalu rendah memberi waktu untuk mencari tempat duduk dan menikmati suasana tanpa harus terburu-buru.
Poin Penting
-
Tebing Lonceng berada di kawasan Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang.
-
Daya tarik utama berupa panorama Sungai Mahakam dan Kota Samarinda dari ketinggian.
-
Jembatan Mahkota II menjadi salah satu objek yang dapat terlihat dari kawasan puncak.
-
Video Jen’s Journey mencatat tiket masuk Rp10.000 per orang.
-
Parkir yang disebut dalam video sebesar Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.
-
Akses menuju kawasan memiliki jalur menanjak dan dilanjutkan dengan tangga menuju area utama.
-
Tersedia warung, saung, dan sejumlah spot foto.
-
Pengunjung perlu memperhatikan keselamatan, terutama ketika membawa anak-anak.
Insight Redaksi
Tebing Lonceng punya nilai kuat karena menjadikan lanskap Samarinda sebagai atraksi utama, bukan sekadar dekorasi. Kalau pengelola konsisten menjaga akses, fasilitas, dan keselamatan, kawasan ini punya ruang tumbuh sebagai wisata kota yang dekat dan mudah dijangkau. Potensinya nyata, Ces!
Untuk kunjungan pertama, datang sore dengan alas kaki nyaman, siapkan uang tunai secukupnya, dan jangan buru-buru pulang sebelum menikmati panorama Mahakam dari puncak.
Kalau artikel ini berguna buat rencana jalan-jalan, bagikan ke teman atau keluarga yang lagi cari tempat santai di Samarinda.
Mau tahu destinasi Kaltim yang dekat, menarik, dan punya cerita? Pantau terus Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Di mana lokasi Tebing Lonceng Samarinda?
Tebing Lonceng berada di kawasan Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
2. Berapa harga tiket masuk Tebing Lonceng?
Video Jen’s Journey menyebut tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang.
3. Berapa biaya parkir di Tebing Lonceng?
Dalam video tersebut, parkir sepeda motor disebut Rp5.000, sedangkan mobil Rp10.000.
4. Apa yang bisa dilihat dari Tebing Lonceng?
Pengunjung dapat menikmati panorama Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Jembatan Mahkota II, serta aktivitas kapal yang melintas.
5. Apakah menuju puncak perlu berjalan kaki?
Ya. Setelah area parkir, pengunjung masih perlu menaiki tangga menuju area utama di puncak.
6. Apakah Tebing Lonceng cocok untuk keluarga?
Bisa menjadi pilihan untuk berkumpul keluarga karena terdapat saung dan area santai. Namun, anak-anak perlu diawasi karena kawasan berada di area tebing.