Gunung Melihat Batu Kajang, Pendakian Panjang Menembus Hutan Paser

Nasya Syafira • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 16:12 WIB
Rombongan pendaki menyeberangi sungai menggunakan perahu menuju pintu rimba Gunung Melihat Paser Kalimantan Timur
Rombongan pendaki menyeberangi sungai menggunakan perahu menuju pintu rimba Gunung Melihat Paser Kalimantan Timur

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Pendakian Gunung Melihat di Busui, Paser, menawarkan trek hutan, batu karst, sungai, dan kabut pegunungan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Gunung Melihat di kawasan Busui, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, menjadi tujuan pendakian dengan trek hutan, batu karst, penyeberangan sungai, serta pemandangan pegunungan.

Buat yang mengira pendakian cuma soal sampai puncak, perjalanan ini punya cerita berbeda. Medannya berubah-ubah dan waktu tempuh bisa lebih panjang dari perkiraan. Ces!

Perjalanan dimulai dari rumah kepala adat

Dalam video kanal YouTube eppi sanderan, perjalanan Gunung Melihat diikuti tujuh orang pendaki. Sebelum berangkat, rombongan berdoa bersama di rumah Kepala Adat di Busui.

Ritual tersebut menjadi bagian awal perjalanan sebelum rombongan memasuki kawasan alam. Dari titik persiapan, mereka kemudian menuju pintu rimba dengan menyeberangi sungai menggunakan perahu.

Kapasitas perahu membuat rombongan harus menyeberang dalam dua gelombang. Setelah berada di seberang sungai, perjalanan belum langsung masuk ke trek utama.

Rombongan lebih dulu menghadapi jalur berlumpur sebelum memasuki pintu rimba. Kondisi tersebut memberi gambaran bahwa medan Gunung Melihat bukan jalur pendakian ringan.

Secara administratif, Gunung Melihat berada di wilayah Paser, Kalimantan Timur. Data lokasi publik menempatkannya di kawasan Busui, Kecamatan Batu Sopang.

Gunung Melihat juga tercatat sebagai kawasan yang memiliki nilai penting bagi penelitian keanekaragaman hayati. Pada 2026, terdapat proyek penelitian mengenai populasi dan habitat Black-browed Babbler di Gunung Melihat, Batu Sopang, Paser.

Baca Juga: Labuan Cermin Berau, Danau Dua Rasa yang Viral karena Penampakan Buaya

Dari Pos 1, karakter jalur mulai berubah

Setelah melewati pintu rimba, jalur membawa rombongan menuju Pos 1. Vegetasi semakin rapat dan medan terus menanjak.

Perjalanan dari Pos 1 menuju Pos 2 menghadirkan karakter trek yang berbeda. Batu-batu karst berukuran besar dan permukaannya tajam mulai mendominasi jalur.

Bagi pendaki, perubahan karakter medan seperti ini menjadi bagian penting yang harus diperhitungkan. Kecepatan berjalan tidak selalu bisa disamakan dengan jalur tanah biasa.

Di tengah perjalanan, rombongan menemukan sumber air terakhir. Mereka memanfaatkannya untuk mengisi kembali persediaan air sebelum melanjutkan perjalanan menuju bagian atas gunung.

Setelah tiba di Pos 2, rombongan berhenti untuk makan siang. Waktu istirahat tersebut menjadi kesempatan mengembalikan tenaga sebelum menghadapi medan yang lebih berat.

Tanjakan karst menjadi ujian berikutnya

Setelah Pos 2, medan pendakian semakin menantang. Rombongan harus melewati tanjakan batu karst yang terjal dan beberapa bagian jalur dengan bantuan tali.

Semak berduri juga menjadi bagian dari perjalanan. Kondisi tersebut membuat pendakian membutuhkan perhatian lebih terhadap pijakan, keseimbangan, dan kondisi tubuh.

Salah satu titik yang dilewati adalah Pohon Selendang. Nama tersebut muncul dalam percakapan rombongan karena terdapat bagian seperti selendang pada pohon tersebut.

Perjalanan yang semula diperkirakan mencapai puncak pada sore hari ternyata berlangsung lebih lama. Medan berbatu dan kondisi fisik rombongan membuat waktu tempuh bertambah.

Ketika cahaya mulai berkurang, perjalanan masih berlanjut. Rombongan kemudian melanjutkan pendakian malam dengan bantuan penerangan.

Pada pukul 19.00, mereka akhirnya tiba di Puncak Gunung Melihat.

Momen tersebut memperlihatkan satu hal penting dari perjalanan ini: perkiraan waktu pendakian tidak selalu sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Kabut pagi menjadi hadiah setelah perjalanan panjang

Keesokan harinya, suasana di puncak berubah. Hamparan embun dan kabut tebal menyelimuti kawasan pegunungan.

Pemandangan tersebut menjadi bagian yang paling berbeda dibandingkan kondisi selama perjalanan menuju puncak. Hutan, batu, tanjakan, dan kelelahan perjalanan berganti dengan lanskap berkabut.

Nilai kawasan ini juga bukan hanya pada pengalaman pendakian. Kehadiran penelitian burung seperti Black-browed Babbler menunjukkan bahwa kawasan Gunung Melihat memiliki kepentingan ekologis yang perlu dijaga.

Karena itu, pengalaman wisata di kawasan tersebut sebaiknya berjalan bersama kepedulian terhadap hutan dan habitat yang ada.

Apa yang perlu diperhatikan sebelum mendaki Gunung Melihat?

Transkrip perjalanan menunjukkan medan yang terdiri dari lumpur, tanjakan, batu karst, semak berduri, serta bagian yang membutuhkan bantuan tali. Kondisi tersebut membuat pendakian perlu dipersiapkan secara serius.

Air menjadi salah satu perhatian utama karena rombongan dalam video mengisi perbekalan di sumber air terakhir sebelum melanjutkan perjalanan.

Waktu tempuh juga tidak dapat dipatok hanya berdasarkan perkiraan awal. Dalam perjalanan yang ditampilkan, rombongan memperkirakan tiba sore hari, tetapi baru mencapai puncak sekitar pukul 19.00.

Perubahan cuaca juga layak menjadi perhatian. Trek hutan dan batu dapat menjadi lebih sulit ketika kondisi basah, sedangkan perjalanan malam membutuhkan penerangan yang memadai.

Untuk kunjungan ke kawasan alam seperti ini, pendaki sebaiknya memastikan kondisi jalur, cuaca, akses, pendampingan lokal, serta aturan kawasan sebelum keberangkatan.

Pendaki melewati jalur batu karst terjal dan vegetasi rapat menuju kawasan puncak Gunung Melihat Paser
Pendaki melewati jalur batu karst terjal dan vegetasi rapat menuju kawasan puncak Gunung Melihat Paser

Gunung Melihat bukan sekadar tujuan mencapai puncak

Perjalanan tujuh pendaki dalam video memperlihatkan karakter Gunung Melihat dari sisi pengalaman manusia. Ada penyeberangan sungai, jalur lumpur, istirahat di sumber air, tanjakan karst, perjalanan malam, hingga kabut di pagi hari.

Itulah yang membuat perjalanan menuju puncak memiliki cerita tersendiri. Puncak menjadi tujuan, tetapi proses menuju ke sana justru memberikan gambaran paling lengkap tentang karakter medan.

Kawasan Gunung Melihat juga memiliki nilai ekologis yang membuat pengalaman wisata tidak cukup hanya berorientasi pada foto puncak. Hutan dan satwa yang menjadi bagian dari ekosistemnya perlu diperlakukan sebagai bagian utama dari destinasi.

Bagi wisatawan dari Kalimantan Timur, Gunung Melihat menawarkan gambaran lain tentang kekayaan alam Paser. Bukan sekadar lanskap dari kejauhan, tetapi perjalanan langsung melewati hutan, sungai, batuan, dan pegunungan.

Baca Juga: Riam Bedawan Landak, Air Terjun Bertingkat di Tengah Hutan Kalimantan

Poin Penting:

Insight Redaksi

Gunung Melihat menunjukkan bahwa wisata alam Paser tidak berhenti pada panorama puncak. Jalur, hutan, sungai, batu karst, dan keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian pengalaman yang membuat destinasi ini memiliki karakter. Potensi tersebut perlu berjalan bersama perlindungan habitat karena kawasan Gunung Melihat juga memiliki nilai ekologis bagi penelitian keanekaragaman hayati.

Kalau ingin membagikan cerita perjalanan wisata alam Kalimantan Timur lainnya, bagikan artikel ini dan ikuti terus informasi terbaru Balikpapan TV, teman update setia Ces!

FAQ

1. Di mana lokasi Gunung Melihat?

Gunung Melihat berada di kawasan Busui, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

2. Bagaimana karakter jalur Gunung Melihat dalam perjalanan yang ditampilkan?

Transkrip video menunjukkan jalur berlumpur, hutan rapat, tanjakan, batu karst, semak berduri, serta beberapa bagian dengan bantuan tali.

3. Apakah pendakian membutuhkan penyeberangan sungai?

Ya. Dalam perjalanan yang ditampilkan, rombongan menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai sebelum menuju pintu rimba.

4. Kapan rombongan tiba di puncak?

Rombongan dalam video mencapai Puncak Gunung Melihat sekitar pukul 19.00 setelah perjalanan berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.

5. Apa yang terlihat di puncak pada pagi berikutnya?

Rombongan melihat hamparan embun dan kabut tebal di kawasan pegunungan.

Sumber Informasi: Kanal YouTube eppi sanderan, video Pendakian Gunung Melihat, Batu Kajang | Kalimantan Timur — sumber utama kronologi perjalanan.

 

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Gunung Melihat paser batu kajang Wisata alam Kalimantan Timur