Durasi Baca: 7 menit
Ikhtisar: Pohon ulin raksasa berusia sekitar 1.000 tahun menjadi daya tarik utama jelajah hutan Sangkima, Taman Nasional Kutai.
Balikpapan TV - Hai Ces! Taman Nasional Kutai di Kutai Timur menyimpan pohon ulin raksasa berusia sekitar 1.000 tahun yang dapat dijangkau melalui jalur hutan Sangkima.
Perjalanan menuju pohon ini bukan sekadar mencari pohon berukuran besar. Ada hutan tropis, jalur papan sepanjang sekitar 900 meter, serta cerita konservasi yang membuat perjalanan terasa berbeda.
Mengapa pohon ulin Sangkima begitu istimewa?
Bagi wisatawan yang terbiasa melihat Kalimantan dari jalan raya, kawasan Sangkima menawarkan pemandangan berbeda. Hutan alam masih menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan.
Pohon ulin raksasa menjadi salah satu daya tarik utama kawasan tersebut. Data pemerintah daerah menyebut pohon ini berusia sekitar 1.000 tahun dengan diameter 2,49 meter.
Ulin atau Eusideroxylon zwageri dikenal sebagai salah satu pohon khas hutan Kalimantan. Kayunya terkenal sangat kuat sehingga sejak lama digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan konstruksi.
Namun, nilai pohon raksasa di Sangkima bukan hanya terletak pada ukuran batangnya.
Usia yang sangat panjang membuat pohon tersebut menjadi gambaran bagaimana hutan Kalimantan dapat bertahan melintasi banyak generasi.
Dalam video Roadtrip Indonesia, perjalanan menuju lokasi memperlihatkan suasana hutan yang rapat dengan jalur papan di bawah kanopi pepohonan.
Kondisi tersebut membuat perjalanan terasa seperti memasuki bagian hutan yang jauh dari suasana perkotaan.
Baca Juga: Riam Bedawan Landak, Air Terjun Bertingkat di Tengah Hutan Kalimantan
Seperti apa perjalanan menuju pohon ulin raksasa?
Lokasi Sangkima berada di kawasan Taman Nasional Kutai dan dapat diakses dari jalan poros Bontang–Sangatta. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyebut Sangkima berada di sekitar kilometer 38 jalur tersebut.
Daya tarik utamanya tidak langsung terlihat dari jalan raya. Pengunjung perlu melanjutkan perjalanan menuju kawasan hutan dan mengikuti jalur yang telah disediakan.
Dalam video Roadtrip Indonesia, tim berjalan menyusuri jembatan papan berbahan kayu ulin dengan panjang sekitar 900 meter.
Jalur tersebut berada di bawah rimbunan pepohonan. Permukaan papan yang lembap dan ditumbuhi lumut membuat langkah perlu lebih hati-hati.
Karena merupakan kawasan hutan, pengalaman di Sangkima lebih cocok bagi pengunjung yang menikmati perjalanan alam daripada sekadar mencari lokasi untuk berfoto.
Pemerintah daerah juga mencatat adanya jembatan goyang, jalur jelajah hutan, serta fasilitas lain yang mendukung pengalaman wisata alam Sangkima.
Bagi keluarga, aspek medan menjadi pertimbangan penting. Anak-anak dan pengunjung lanjut usia sebaiknya didampingi, terutama ketika jalur sedang basah.
Apa yang bisa dilakukan selain melihat pohon ulin?
Menemui pohon ulin raksasa menjadi tujuan utama, tetapi kawasan Sangkima menawarkan pengalaman yang lebih luas.
Pengunjung dapat melakukan jelajah hutan, menikmati vegetasi tropis, mengamati pepohonan berukuran besar, serta merasakan suasana kawasan konservasi.
Dokumen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga mencatat keberadaan canopy trail dan rumah pohon sebagai bagian dari daya tarik Sangkima.
Aktivitas seperti ini membuat perjalanan tidak hanya berorientasi pada satu objek. Hutan menjadi bagian utama dari pengalaman wisata.
Suara satwa, pepohonan yang rapat, serta jalur kayu menciptakan suasana berbeda dari destinasi perkotaan.
Namun, pengunjung perlu mengingat bahwa Taman Nasional Kutai merupakan kawasan konservasi. Satwa liar tidak boleh didekati, diberi makan, atau diganggu.
Prinsipnya sederhana: datang untuk menikmati alam, bukan mengubah perilaku alam agar sesuai dengan keinginan wisatawan.
Mengapa kawasan Taman Nasional Kutai penting bagi wisata Kalimantan Timur?
Taman Nasional Kutai tidak hanya memiliki nilai wisata. Kawasan ini juga menjadi habitat bagi berbagai jenis tumbuhan dan satwa hutan hujan tropis dataran rendah.
Selain Sangkima, kawasan TNK memiliki Prevab yang dikenal sebagai lokasi pengamatan orangutan sekaligus kawasan penelitian.
Kehadiran destinasi seperti Sangkima membuat wisata alam dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan konservasi kepada pengunjung.
Nilainya semakin terasa ketika wisatawan melihat langsung pohon yang telah tumbuh selama ratusan tahun.
Di tengah perubahan bentang alam Kalimantan, keberadaan pohon tua menjadi pengingat bahwa kawasan hutan memiliki nilai yang tidak dapat digantikan hanya dengan pembangunan fisik.
Karena itu, pengalaman wisata di Sangkima sebaiknya tidak berhenti pada dokumentasi foto.
Pengunjung juga dapat membawa pulang pemahaman bahwa menjaga hutan berarti mempertahankan ruang hidup berbagai spesies sekaligus warisan alam untuk generasi berikutnya.
Perjalanan Roadtrip Indonesia berlanjut ke Bontang Kuala
Setelah menjelajahi Taman Nasional Kutai, perjalanan dalam video Roadtrip Indonesia berlanjut menuju Bontang Kuala.
Kawasan ini menawarkan karakter yang berbeda. Jika Sangkima memperlihatkan hutan, Bontang Kuala menghadirkan kehidupan masyarakat pesisir di atas perairan.
Bontang Kuala dikenal sebagai permukiman atas air dengan rumah dan jaringan jalan yang menggunakan konstruksi kayu ulin. Pemerintah Kota Bontang juga mencatat karakter kampung ini sebagai kawasan wisata panggung di atas air.
Kayu ulin kembali muncul dalam cerita perjalanan, tetapi kali ini bukan sebagai pohon raksasa di tengah hutan.
Material yang sama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat melalui rumah, jembatan, dan fasilitas kampung.
Bontang Kuala juga memiliki sejarah panjang sebagai kawasan pesisir. Pusat pemerintahan Bontang pada masa lalu pernah berada di wilayah tersebut sebelum kemudian bergeser ke daratan.
Karakter inilah yang membuat perjalanan dari Sangkima menuju Bontang Kuala terasa seperti berpindah dari satu wajah Kalimantan ke wajah lainnya.
Apa yang perlu diperhatikan sebelum berkunjung ke Sangkima?
Karena aktivitas utama berupa jelajah kawasan hutan, persiapan sederhana dapat membuat perjalanan lebih nyaman.
Gunakan alas kaki dengan daya cengkeram baik, terutama ketika jalur papan dalam kondisi basah.
Bawa air minum dan perlengkapan pribadi secukupnya. Barang yang tidak diperlukan sebaiknya tidak dibawa agar perjalanan tetap ringan.
Cuaca juga layak diperhatikan karena hujan dapat membuat permukaan jalur menjadi licin.
Pengunjung sebaiknya mengikuti jalur yang tersedia dan tidak memasuki area yang dibatasi pengelola.
Jangan mengambil tumbuhan, merusak pohon, memberi makan satwa, atau meninggalkan sampah di kawasan hutan.
Aturan tersebut bukan sekadar formalitas. Kawasan wisata berada dalam lingkungan konservasi sehingga perilaku pengunjung ikut menentukan kondisi alam yang ingin dinikmati.
Untuk informasi tiket, jam operasional, pemandu, atau ketentuan kunjungan terbaru, pengunjung sebaiknya memastikan informasi kepada pengelola Taman Nasional Kutai sebelum berangkat karena ketentuan wisata dapat berubah.
Baca Juga: Danau Aco Kutai Barat, Danau di Atas Bukit dengan Cerita Dayak Tunjung
Poin Penting:
-
Pohon ulin raksasa berada di kawasan Sangkima, Taman Nasional Kutai, Kutai Timur.
-
Data Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyebut diameter pohon sekitar 2,49 meter dan usia sekitar 1.000 tahun.
-
Jalur menuju pohon menggunakan boardwalk sepanjang sekitar 900 meter.
-
Sangkima menawarkan pengalaman jelajah hutan, jembatan goyang, canopy trail, dan rumah pohon.
-
Permukaan jalur dapat licin ketika basah sehingga alas kaki yang sesuai menjadi bagian penting persiapan.
-
Taman Nasional Kutai merupakan kawasan konservasi sehingga pengunjung harus menjaga tumbuhan, satwa, dan kebersihan.
-
Perjalanan Roadtrip Indonesia kemudian berlanjut menuju Bontang Kuala, kampung atas air yang memiliki karakter budaya berbeda.
Insight Redaksi
Pohon ulin raksasa Sangkima menunjukkan bahwa wisata Kalimantan Timur tidak selalu membutuhkan atraksi buatan. Sebatang pohon yang bertahan selama sekitar satu milenium sudah menjadi cerita tersendiri. Nilai terbesarnya justru muncul ketika wisatawan memahami bahwa perjalanan menuju pohon tersebut adalah perjalanan memasuki kawasan konservasi. Bagi pembaca BTV, Sangkima layak dilihat sebagai destinasi sekaligus ruang belajar tentang hutan Kalimantan.
Kalau cerita pohon ulin berusia sekitar 1.000 tahun ini terasa menarik, bagikan artikel ini kepada teman yang sedang mencari wisata alam Kalimantan Timur. Tetap ikuti informasi perjalanan dan destinasi lainnya bersama Balikpapan TV, teman update setia.
FAQ
1. Di mana lokasi pohon ulin raksasa yang dibahas dalam artikel ini?
Pohon tersebut berada di kawasan Sangkima, Taman Nasional Kutai, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
2. Berapa usia pohon ulin raksasa Sangkima?
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyebut usianya sekitar 1.000 tahun dengan diameter sekitar 2,49 meter.
3. Berapa panjang jalur menuju pohon ulin?
Jalur boardwalk menuju kawasan pohon ulin memiliki panjang sekitar 900 meter.
4. Apa saja aktivitas yang dapat dilakukan di Sangkima?
Pengunjung dapat melakukan jelajah hutan dan menikmati sejumlah fasilitas wisata alam seperti jembatan goyang, canopy trail, serta rumah pohon.
5. Apa yang harus diperhatikan ketika berwisata di Sangkima?
Pengunjung perlu memperhatikan kondisi jalur, terutama ketika basah, mengikuti jalur yang ditentukan, serta menjaga tumbuhan, satwa, dan kebersihan kawasan konservasi.
Sumber Informasi: Roadtrip Indonesia — video perjalanan menuju pohon ulin raksasa di Taman Nasional Kutai.