Durasi Baca: 7 menit
Ikhtisar: Kampung Tihi-Tihi dan Selangan menawarkan kehidupan pesisir, budidaya rumput laut, wisata bahari, serta pengalaman menginap.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kampung Tihi-Tihi dan Selangan berada di perairan Bontang, Kalimantan Timur, dengan permukiman terapung, aktivitas nelayan, budidaya rumput laut, dan wisata bahari.
Dua kampung di tengah laut ini bukan sekadar tempat singgah. Ada perjalanan dengan perahu, kehidupan warga pesisir, hingga aturan waktu pulang yang wajib diperhatikan, Ces!
Mengapa Kampung Tihi-Tihi dikenal sebagai Kampung Rumput Laut?
Bagi pengunjung dari daratan, kehidupan di tengah laut menawarkan suasana yang berbeda dari destinasi wisata perkotaan.
Kampung Tihi-Tihi berada di kawasan perairan Selat Makassar dan dihuni masyarakat yang banyak bekerja sebagai nelayan serta pembudidaya rumput laut.
Aktivitas budidaya menjadi bagian penting kehidupan warga. Dalam video perjalanan de.walfredo, produksi rumput laut masyarakat disebut mencapai sekitar 25 ton setiap bulan.
Karena aktivitas tersebut, Tihi-Tihi dikenal sebagai Kampung Rumput Laut.
Pemandangan yang ditemui bukan hanya rumah di atas perairan. Pengunjung juga dapat melihat aktivitas warga ketika memanen hasil budidaya rumput laut.
Kehidupan kampung berlangsung berdampingan dengan laut sebagai ruang tempat bekerja, bergerak, sekaligus menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Fasilitas dasar juga tersedia. Di Tihi-Tihi terdapat masjid, Sekolah Dasar, serta tempat penampungan air bersih.
Materi perjalanan tidak memuat catatan khusus mengenai tahun berdirinya kampung atau sejarah awal pembentukannya. Karena itu, bagian tersebut tidak dapat dipastikan dari informasi yang tersedia.
Baca Juga: Langit Timur Tenggarong, Wisata Unik di Lahan Bekas Tambang dengan Pesona Sunset
Selangan menawarkan suasana kampung bahari yang berbeda
Jika Tihi-Tihi kuat dengan aktivitas rumput laut, Kampung Selangan tampil dengan karakter wisata bahari yang lebih terasa.
Rumah-rumah warga dan jalan papan kayu menjadi bagian yang menarik perhatian. Dalam video tersebut, sejumlah area permukiman terlihat ditata dengan warna-warni.
Bagi wisatawan, suasana tersebut membuat perjalanan tidak hanya berfokus pada aktivitas di laut.
Kawasan Selangan juga menyediakan pengalaman wisata air. Pengunjung dapat snorkeling, berenang, menikmati kuliner laut khas Bontang, serta menyewa tempat menginap.
Pilihan homestay membuat perjalanan dapat berlangsung lebih panjang bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana kampung tanpa harus kembali ke daratan pada hari yang sama.
Konsep ini juga memperlihatkan bagaimana ruang hidup masyarakat pesisir dapat berjalan beriringan dengan aktivitas wisata.
Namun, pengunjung perlu menjaga sikap selama berada di permukiman. Kampung tersebut bukan sekadar objek foto, melainkan tempat warga menjalankan kehidupan sehari-hari.
Perjalanan menuju kampung terapung dimulai dari Pelabuhan Tanjung Laut
Akses menuju Tihi-Tihi dan Selangan dilakukan melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Laut, Kota Bontang.
Wisatawan dapat menggunakan perahu mesin atau speed boat. Dalam perjalanan yang ditampilkan de.walfredo, waktu tempuh sekitar 40 menit menuju Selangan.
Sementara perjalanan menuju Tihi-Tihi membutuhkan sekitar satu jam, bergantung pada kondisi perjalanan laut.
Biaya sewa kapal yang disebut dalam video berada di kisaran Rp350.000 dengan kapasitas hingga 10 orang.
Jika jumlah penumpang mencapai kapasitas tersebut, biaya kapal secara sederhana setara sekitar Rp35.000 per orang. Angka tersebut merupakan pembagian biaya sewa berdasarkan kapasitas, bukan tarif tiket per orang.
Perjalanan juga dapat dipengaruhi kondisi laut. Karena itu, waktu keberangkatan dan kepulangan perlu diperhitungkan sebelum berangkat.
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi | Perairan Bontang, Kalimantan Timur |
| Kawasan perairan | Selat Makassar |
| Titik keberangkatan | Pelabuhan Tanjung Laut |
| Transportasi | Perahu mesin atau speed boat |
| Waktu ke Selangan | Sekitar 40 menit |
| Waktu ke Tihi-Tihi | Sekitar 1 jam |
| Biaya sewa kapal | Sekitar Rp350.000 |
| Kapasitas kapal | Hingga 10 orang |
| Aktivitas Tihi-Tihi | Melihat kehidupan warga dan budidaya rumput laut |
| Aktivitas Selangan | Snorkeling, berenang, kuliner laut, menginap |
Baca Juga: Festival Budaya Hudoq Bahau Busang 2025, Merawat Tradisi Dayak di Kutai Kartanegara
Kenapa waktu pulang menjadi bagian penting dari perjalanan?
Satu hal yang tidak boleh dilewatkan wisatawan adalah kondisi air laut di Tihi-Tihi menjelang sore.
Dalam video, pengunjung yang tidak menginap disarankan mengatur waktu kunjungan agar tidak pulang terlalu sore.
Ketika air laut surut, perahu atau speed boat dapat mengalami kendala untuk kembali pada hari yang sama.
Pesan tersebut disampaikan langsung oleh narator dalam video:
“Buat traveler yang berkunjung ke Kampung Tihi-Tihi dan tidak menginap, kalian tidak bisa lama-lama ya. Karena bisa-bisa perahu atau speed yang kalian tumpangi tidak bisa balik pada hari yang sama karena air laut di kampung ini bila sudah menjelang sore akan surut.”
Kondisi pasang surut membuat perjalanan ke kampung terapung membutuhkan perencanaan waktu yang berbeda dari wisata darat.
Bagi pengunjung yang ingin kembali ke Bontang pada hari yang sama, waktu perjalanan pergi, kegiatan di kampung, serta perjalanan pulang perlu masuk dalam perhitungan.
Apa yang bisa dilakukan wisatawan di Tihi-Tihi dan Selangan?
Pengalaman di Tihi-Tihi lebih dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir dan kegiatan rumput laut.
Wisatawan dapat mengamati aktivitas warga sekaligus memahami bagaimana laut menjadi ruang ekonomi masyarakat setempat.
Sementara Selangan menawarkan kegiatan wisata bahari yang lebih beragam.
Snorkeling dan berenang menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati kawasan perairannya. Kuliner laut juga menjadi bagian pengalaman selama berada di kampung.
Bagi yang ingin tinggal semalam, tersedia pilihan homestay berupa rumah atau kamar yang dapat disewa.
Perbedaan karakter kedua kampung tersebut justru membuat perjalanan dapat disusun dalam satu kunjungan.
Tihi-Tihi memberikan pengalaman melihat aktivitas masyarakat dan rumput laut, sedangkan Selangan menawarkan kegiatan bahari serta suasana permukiman yang ditata warna-warni.
Hal yang perlu disiapkan sebelum berangkat
Perjalanan ke kampung terapung membutuhkan persiapan sederhana, terutama karena akses utamanya menggunakan transportasi laut.
Pertama, pastikan waktu keberangkatan memungkinkan perjalanan pulang pada hari yang sama jika tidak berencana menginap.
Kedua, biaya kapal sebaiknya diperhitungkan berdasarkan jumlah rombongan karena informasi yang tersedia berupa biaya sewa kapal, bukan tiket individu.
Ketiga, siapkan kebutuhan pribadi untuk aktivitas air seperti snorkeling atau berenang.
Keempat, hormati ruang tinggal warga. Aktivitas mengambil foto atau video sebaiknya tidak mengganggu kegiatan masyarakat.
Kelima, kondisi perjalanan laut perlu menjadi pertimbangan. Materi video tidak mencantumkan prakiraan cuaca atau kondisi gelombang untuk tanggal tertentu, sehingga informasi tersebut harus dicek sebelum perjalanan.
Tihi-Tihi dan Selangan memperlihatkan sisi lain wisata Bontang
Kampung terapung seperti Tihi-Tihi dan Selangan memberikan gambaran bahwa wisata pesisir tidak selalu berpusat pada panorama laut.
Ada kehidupan warga yang menjadi bagian utama pengalaman perjalanan.
Rumput laut di Tihi-Tihi memperlihatkan hubungan antara masyarakat dan sumber daya pesisir. Selangan menghadirkan sisi wisata bahari melalui aktivitas air, kuliner, serta pilihan homestay.
Bagi pembaca BTV di Kalimantan Timur, perjalanan semacam ini juga membuka perspektif tentang ragam ruang hidup masyarakat pesisir Bontang.
Destinasi tersebut menarik bukan hanya karena lokasinya berada di tengah perairan, tetapi karena wisatawan dapat melihat langsung kehidupan yang tumbuh bersama laut.
Baca Juga: Citra Niaga Samarinda, Kawasan Legendaris yang Kini Kembali Berbenah
Poin Penting
-
Kampung Tihi-Tihi berada di perairan Bontang dan dikenal sebagai Kampung Rumput Laut.
-
Mayoritas pekerjaan warga yang disebut dalam video berkaitan dengan nelayan dan budidaya rumput laut.
-
Produksi rumput laut disebut sekitar 25 ton setiap bulan.
-
Tihi-Tihi memiliki masjid, SD, dan tempat penampungan air bersih.
-
Kampung Selangan memiliki rumah dan jalan papan kayu dengan tampilan warna-warni.
-
Aktivitas wisata di Selangan meliputi snorkeling, berenang, kuliner laut, dan menginap.
-
Akses menuju kedua kampung menggunakan perahu mesin atau speed boat dari Pelabuhan Tanjung Laut.
-
Biaya sewa kapal disebut sekitar Rp350.000 dengan kapasitas hingga 10 orang.
-
Perjalanan menuju Selangan sekitar 40 menit, sedangkan Tihi-Tihi sekitar satu jam.
-
Wisatawan yang tidak menginap perlu memperhatikan waktu surut air laut sebelum kembali.
Insight Redaksi
Kampung Tihi-Tihi dan Selangan memperlihatkan bahwa wisata Bontang memiliki cerita yang berangkat dari kehidupan masyarakat pesisir. Rumput laut, perahu, rumah panggung, jalan papan, kuliner laut, dan aktivitas bahari menyatu dalam ruang hidup warga. Bagi wisatawan, pengalaman paling bernilai bukan sekadar berkunjung, tetapi memahami hubungan masyarakat dengan laut sebagai ruang kehidupan sehari-hari.
Susun perjalanan bersama rombongan agar biaya kapal terbagi, lalu atur waktu pulang berdasarkan kondisi laut dan rencana kegiatan.
Bagikan artikel ini kepada teman perjalanan yang sedang mencari pengalaman wisata bahari di Kalimantan Timur. Pantau terus Balikpapan TV untuk cerita destinasi lokal lainnya, Ces!
Mau menjelajah sisi lain Kalimantan Timur? Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa! Dari kampung pesisir sampai wisata bahari, selalu ada cerita lokal yang menarik untuk dipahami.
FAQ
1. Di mana lokasi Kampung Tihi-Tihi dan Selangan?
Kedua kampung berada di kawasan perairan Bontang, Kalimantan Timur, di wilayah Selat Makassar.
2. Bagaimana cara menuju Kampung Tihi-Tihi dan Selangan?
Wisatawan dapat menggunakan perahu mesin atau speed boat dari Pelabuhan Tanjung Laut, Kota Bontang.
3. Berapa biaya sewa kapal menuju kampung terapung tersebut?
Dalam video de.walfredo, biaya sewa kapal disebut sekitar Rp350.000 dengan kapasitas hingga 10 orang.
4. Apa kegiatan yang dapat dilakukan di Kampung Selangan?
Pengunjung dapat snorkeling, berenang, menikmati kuliner laut khas Bontang, serta menyewa homestay.
5. Mengapa wisatawan perlu memperhatikan waktu pulang dari Tihi-Tihi?
Air laut di kawasan Tihi-Tihi disebut mengalami surut menjelang sore, sehingga perjalanan kapal kembali dapat mengalami kendala.
6. Apa perbedaan karakter Tihi-Tihi dan Selangan?
Tihi-Tihi dikenal melalui aktivitas nelayan dan budidaya rumput laut, sedangkan Selangan lebih diarahkan sebagai kawasan wisata bahari.
Sumber Informasi: Video YouTube kanal de.walfredo, berjudul “KAMPUNG APUNG DITENGAH LAUT [TIHI-TIHI dan SELANGAN]”.