Citra Niaga Samarinda, Kawasan Legendaris yang Kini Kembali Berbenah

Nasya Syafira • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 07:20 WIB
Citra Niaga Samarinda tampil lebih tertata setelah revitalisasi dengan ruang publik dan fasilitas yang semakin nyaman.
Citra Niaga Samarinda tampil lebih tertata setelah revitalisasi dengan ruang publik dan fasilitas yang semakin nyaman.

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Citra Niaga Samarinda merupakan kawasan perdagangan bersejarah yang pernah meraih Aga Khan Award for Architecture. Setelah lama terabaikan, kawasan ini kembali ditata melalui revitalisasi untuk menghidupkan aktivitas perdagangan dan wisata kota.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Citra Niaga Samarinda, Kalimantan Timur, kembali menjadi perhatian setelah kawasan perdagangan bersejarah tersebut menjalani revitalisasi untuk menghadirkan ruang yang lebih tertata, nyaman, dan menarik.

Buat bubuhan yang sering melintas atau beraktivitas di Samarinda, nama Citra Niaga tentu tidak asing. Kawasan ini bukan sekadar pusat perdagangan, tetapi menyimpan sejarah panjang perkembangan kota.

Menariknya, Citra Niaga pernah mendapatkan penghargaan arsitektur internasional bergengsi sebelum akhirnya mengalami masa keterpurukan dan kini kembali ditata.

Apa yang membuat Citra Niaga Samarinda istimewa?

Citra Niaga merupakan kawasan pusat perdagangan di Kota Samarinda dengan luas sekitar 2,7 hektare.

Konsep awal pembangunannya dirancang untuk mengakomodasi berbagai kelompok pedagang, mulai dari pedagang kecil hingga pelaku usaha menengah dan besar.

Komposisinya dirancang dengan porsi sekitar 60 persen untuk pedagang kecil dan 40 persen untuk pedagang menengah atau besar.

Kawasan tersebut dibangun di bekas lokasi Taman Hiburan Gelora yang sebelumnya mengalami kebakaran.

Pembangunan tahap pertama dimulai pada September 1985 dan dikerjakan oleh PT Pandurata Indah berdasarkan konsep yang melibatkan arsitek Antonio Ismail.

Konsep tersebut membuat Citra Niaga tidak hanya berfungsi sebagai kawasan komersial, tetapi juga menjadi ruang yang mempertemukan berbagai skala usaha.

Di dalamnya terdapat ruko, kios, hingga petak yang diperuntukkan bagi pedagang kaki lima.

Baca Juga: Telaga Batu Arang Sangatta, Bekas Tambang yang Disulap Jadi Wisata Alam

Bagaimana perjalanan sejarah Citra Niaga?

Citra Niaga mencapai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarahnya ketika mendapatkan Aga Khan Award for Architecture pada 1989.

Penghargaan tersebut merupakan salah satu penghargaan arsitektur internasional yang diberikan terhadap karya dengan nilai arsitektur dan dampak sosial yang kuat.

Dalam video Endro S. Efendi, Citra Niaga disebut berhasil mengungguli sejumlah kandidat lain, termasuk rancangan Bandara Soekarno-Hatta.

Penghargaan tersebut membuat Citra Niaga memiliki posisi unik dalam sejarah arsitektur dan perkembangan kawasan perdagangan di Samarinda.

Kawasan ini kemudian diresmikan oleh Menteri Tenaga Kerja saat itu, Sudomo, pada masa kepemimpinan Wali Kota Samarinda Waris Husein.

Sejarah tersebut membuat Citra Niaga memiliki nilai lebih dibandingkan kawasan perdagangan biasa.

Mengapa Citra Niaga sempat terabaikan?

Perubahan wajah perdagangan kota menjadi salah satu faktor yang membuat Citra Niaga mengalami masa sulit.

Pertumbuhan pusat perbelanjaan modern di Samarinda secara perlahan mengubah pola masyarakat dalam berbelanja dan beraktivitas.

Citra Niaga kemudian disebut sempat mengalami kondisi yang kurang terawat.

Dalam narasi video, kawasan tersebut bahkan pernah mendapat julukan “kawasan Texas” karena kondisi lingkungannya yang dianggap rawan dan identik dengan berbagai aktivitas kurang baik.

Kondisi itu tentu berbeda jauh dengan citra Citra Niaga ketika kawasan tersebut mendapatkan penghargaan arsitektur internasional.

Namun, perjalanan sebuah kawasan kota memang dapat berubah mengikuti perkembangan ekonomi, kebutuhan masyarakat, serta perubahan pusat aktivitas perkotaan.

Citra Niaga kemudian mendapatkan kesempatan untuk kembali diperbaiki.

 Suasana kawasan Citra Niaga Samarinda yang menjadi pusat perdagangan bersejarah di Kalimantan Timur.
Suasana kawasan Citra Niaga Samarinda yang menjadi pusat perdagangan bersejarah di Kalimantan Timur.

Seperti apa revitalisasi Citra Niaga saat ini?

Pemerintah Kota Samarinda melakukan revitalisasi untuk mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai ruang perdagangan sekaligus tempat aktivitas masyarakat.

Dalam video, revitalisasi disebut dilakukan dalam beberapa tahap.

Pada tahap kedua, pemerintah kota mengalokasikan anggaran sekitar Rp14,8 miliar untuk membenahi berbagai bagian kawasan.

Perbaikan tersebut tidak hanya menyentuh tampilan visual, tetapi juga fasilitas pendukung yang digunakan masyarakat.

Salah satu perubahan yang terlihat adalah penggunaan corak Ulap Doyo pada lantai kawasan.

Ulap Doyo merupakan kain tradisional khas Kalimantan Timur yang memiliki nilai budaya tersendiri.

Penggunaan motif tersebut memberikan identitas lokal pada ruang publik sekaligus membuat tampilan kawasan terasa lebih berkaitan dengan karakter budaya Kalimantan Timur.

Fasilitas apa saja yang diperbaiki?

Revitalisasi Citra Niaga mencakup beberapa elemen yang berhubungan langsung dengan kenyamanan pengunjung.

Area duduk ditata kembali agar masyarakat memiliki ruang untuk beristirahat dan beraktivitas.

Fasilitas toilet umum juga mendapatkan pembenahan sebagai bagian dari peningkatan kualitas kawasan.

Area parkir turut ditata agar aktivitas kendaraan dan pengunjung dapat berlangsung lebih terorganisasi.

Salah satu perubahan yang cukup menarik adalah pemindahan saluran kabel listrik ke bawah tanah.

Penataan tersebut membuat kawasan terlihat lebih rapi karena jaringan kabel tidak lagi mendominasi pandangan di ruang terbuka.

Dari sisi visual, perubahan ini dapat membuat kawasan terasa lebih lapang dan memberikan ruang yang lebih nyaman bagi aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Pantai Tanjung Jumlai PPU, Pesona Pesisir dan Perburuan Kerang Bambu Saat Air Surut

Apakah Citra Niaga bisa menjadi destinasi wisata kota?

Revitalisasi Citra Niaga membuka peluang lebih luas bagi kawasan tersebut untuk dikembangkan sebagai ruang wisata perkotaan.

Konsepnya tidak harus mengubah Citra Niaga menjadi destinasi wisata konvensional.

Nilai sejarah, arsitektur, perdagangan, dan budaya justru dapat menjadi daya tarik utamanya.

Pengunjung dapat mengenal perjalanan kawasan perdagangan Samarinda sekaligus melihat aktivitas pedagang yang berlangsung di dalamnya.

Dalam video Endro S. Efendi, kondisi terbaru Citra Niaga juga digambarkan lebih humanis dan menarik untuk aktivitas fotografi.

Artinya, kawasan perdagangan tersebut mulai memiliki fungsi tambahan sebagai ruang publik yang dapat dinikmati masyarakat.

Bagi wisatawan yang ingin melihat sisi lain Samarinda, Citra Niaga dapat menjadi pilihan untuk mengenal wajah kota dari perspektif sejarah dan perdagangan.

Apa yang bisa ditemukan di Citra Niaga?

Salah satu potensi yang ingin dihidupkan kembali adalah Citra Niaga sebagai pusat oleh-oleh khas Kalimantan Timur.

Berbagai produk lokal dapat menjadi bagian dari aktivitas perdagangan kawasan ini.

Produk tersebut antara lain kerajinan manik-manik, pakaian, tas, hingga berbagai produk herbal dan akar-akaran.

Keberadaan produk lokal memberikan alasan tambahan bagi wisatawan untuk datang.

Kawasan perdagangan juga memiliki peluang menjadi titik pertemuan antara wisatawan dengan pelaku usaha lokal.

Jika aktivitas tersebut berkembang, Citra Niaga tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ruang untuk mengenal produk dan budaya Kalimantan Timur.

Ruang duduk di kawasan Citra Niaga ditata kembali untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pengunjung. 
Ruang duduk di kawasan Citra Niaga ditata kembali untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pengunjung. 

Mengapa revitalisasi Citra Niaga penting bagi Samarinda?

Nilai penting Citra Niaga terletak pada gabungan antara sejarah, perdagangan, arsitektur, dan ruang publik.

Kawasan yang pernah mendapatkan penghargaan internasional memiliki cerita yang cukup kuat untuk dikenalkan kepada generasi baru.

Revitalisasi juga dapat menjadi momentum untuk mempertemukan kembali fungsi ekonomi dengan karakter kawasan.

Ketika pedagang kembali aktif, ruang publik terisi, dan fasilitas semakin tertata, kawasan berpotensi memiliki kehidupan baru.

Bukan hanya bangunan yang diperbaiki, tetapi juga citra kawasan yang berusaha dibangun kembali.

Bagi Samarinda, Citra Niaga dapat menjadi bagian dari identitas kota yang memperlihatkan bagaimana sebuah kawasan perdagangan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Apa yang membuat Citra Niaga menarik untuk dikunjungi?

Ada beberapa alasan yang membuat kawasan ini menarik untuk dimasukkan dalam daftar wisata kota Samarinda.

Pertama adalah nilai sejarahnya sebagai kawasan perdagangan yang telah berdiri sejak dekade 1980-an.

Kedua, Citra Niaga memiliki cerita arsitektur karena pernah memperoleh Aga Khan Award for Architecture.

Ketiga, revitalisasi menghadirkan elemen visual baru dengan penggunaan corak Ulap Doyo.

Keempat, kawasan ini memiliki potensi sebagai pusat produk dan oleh-oleh khas Kalimantan Timur.

Kelima, ruang yang lebih tertata memberikan peluang bagi masyarakat untuk menjadikannya tempat berkumpul dan berfoto.

Dengan kombinasi tersebut, Citra Niaga memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan destinasi wisata alam di Kalimantan Timur.

5 Hal Menarik dari Citra Niaga

  1. Memiliki sejarah panjang
    Pembangunan kawasan dimulai pada 1985 dan menjadi bagian dari perkembangan perdagangan Samarinda.

  2. Pernah meraih penghargaan internasional
    Citra Niaga mendapatkan Aga Khan Award for Architecture pada 1989.

  3. Memiliki konsep perdagangan inklusif
    Kawasan sejak awal dirancang untuk menampung pedagang kecil hingga pelaku usaha menengah dan besar.

  4. Mengangkat unsur budaya lokal
    Revitalisasi menggunakan corak Ulap Doyo pada bagian lantai kawasan.

  5. Berpotensi menjadi ruang wisata kota
    Sejarah, perdagangan, produk lokal, dan wajah kawasan yang semakin tertata menjadi daya tarik tersendiri.

Baca Juga: Kampung Tihi-Tihi Bontang, Permukiman Laut dengan Wisata Bahari Berbasis Warga Lokal

Poin Penting:

Insight Redaksi

Citra Niaga memperlihatkan bahwa wisata kota tidak selalu harus berupa objek alam. Sebuah kawasan perdagangan juga dapat memiliki nilai wisata ketika sejarah, arsitektur, budaya, dan aktivitas ekonomi bertemu dalam satu ruang. Bagi Samarinda, keberadaan Citra Niaga menjadi aset cerita kota yang menarik untuk terus dirawat. Revitalisasi bukan hanya soal mempercantik kawasan, tetapi juga membuka peluang agar sejarah lama kembali dikenal melalui aktivitas masyarakat masa kini.

Bagikan artikel ini supaya makin banyak yang mengenal cerita di balik salah satu kawasan perdagangan bersejarah Kalimantan Timur.

Ikuti terus Balikpapan TV untuk cerita wisata, budaya, kuliner, dan destinasi menarik dari Kalimantan Timur.

FAQ

1. Di mana lokasi Citra Niaga?

Citra Niaga berada di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dan dikenal sebagai salah satu kawasan pusat perdagangan kota.

2. Kapan pembangunan Citra Niaga dimulai?

Pembangunan tahap pertama Citra Niaga dimulai pada September 1985.

3. Penghargaan apa yang pernah diraih Citra Niaga?

Citra Niaga mendapatkan Aga Khan Award for Architecture pada 1989.

4. Berapa luas kawasan Citra Niaga?

Dalam video Endro S. Efendi, luas kawasan Citra Niaga disebut sekitar 2,7 hektare.

5. Apa saja yang diperbaiki dalam revitalisasi?

Revitalisasi mencakup lantai dengan corak Ulap Doyo, area duduk, toilet umum, parkir, serta penataan jaringan kabel listrik ke bawah tanah.

6. Apa potensi wisata Citra Niaga?

Citra Niaga berpotensi menjadi wisata kota berbasis sejarah, arsitektur, perdagangan, ruang publik, serta pusat oleh-oleh khas Kalimantan Timur.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Redaksi BTV
Pariwisata Samarinda Citra Niaga Samarinda Wisata Samarinda Wisata Kalimantan Timur